Jumat, Februari 04, 2011

Abdukal miskinu yarjuu

Diamond:        Abdukal miskiinu yarjuu                                       
Abdukal miskinu yarjuu


( Kesyirikan dalam diba`an )

Di tulis oleh H Mahrus ali
عَبْدُكَ المِسْكِيْنُ يَرْجُوْ     فَضْلَكَ الجَمَّ الغَفِيْرَ
Hambamu  wahai Muhammad yang miskin  berharap
Terhadap kanugrahanmu yang banyak.
فِيْكَ قَدْ أَحْسَنْتُ ظَنِّي     ياَبَشِيْرُ ياَنَذِيْرُ
Aku berbaik sangka kepadamu 
Wahai Nabiyang memberi kabar gembira dan ancaman.
فَأَغِثْني وَأَجِرْنِي       ياَمُجِيْرٌ مِنَ السَّعِيْرِ
Maka tolonglah aku wahai Rasulullah dan selamatkan aku wahai Rasul yang menyelamatkan dari  neraka  sair
ياَغِياَثِي يَامَلاَذِي     فِى مُلِماَّتِ الأُمُورِ
Wahai penolongku  dan pelindungku dalam mengatasi setiap mara bahaya           
Bacaan tsb  syirik karena langsung minta kepada Nabi SAW bukan minta kepada Allah ,”                       
Selama saya di Saudi Arabia saya tidak mendengar orang membacanya baik waktu jum`at atau lainnya. Bahkan saya tidak menjumpai buku diba` di jual di sana . Saya dengar ada kontrolan husus tentang buku itu.
 Marilah kita ingat ayat :
وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِير
Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.[1]

Imam  Ali bin Abu Tholib berkata  :
 هُوَ كَالْعَطْشَانِ عَلَى شَفَةِ اْلبِئْرِ  فَلاَ يَبْلُغُ قَعْرَ اْلبِئْرِ وَلاَ اْلمَاءُ يَرْتَفِعُ ِإلَيْه
Dia( orang yang berdo`a kepada selain Allah ) laksana orang yang haus ditepi sumur. Dia tidak bisa  sampai ke  dasar sumur  dan air tidak bisa sampai kepadanya  .

Ingat ! Berilah komentar dengan mengkelik slect profile , lalu pilih anonymous , lalu tulis namamu dlm kolom komentar , lalu tulis komentar apa yang anda inginkan dan pakailah bahasa yang baik jangan kotor . Hub : 03192153325 Email .Darulqurani@yahoo.co.id atau dengarkan cd pengajianku, jumlahnya  35 keping atau bacalah buku “ Mantan kiai NU menggugat shalawat dan dzikir syirik “ . terbitan laa tasyuk press.






[1]  Fathir  13
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan