Rabu, Juli 13, 2011

Ada apa dengan Légén ?

Di tulis oleh Mahrus ali
Legen / legén adalah nira  ( yang baru di sadap ) .
Nira adalah air manis , sadapan dari enau,nyiur, dsb.
Enau adalah arén. Sedang nyiur adalah kelapa .
Aren adalah pohon jenis palem  yang umbut batangnya mengandung sagu  yang dapat di makan. Ijuknya untuk atap rumah . Airnya biasanya di sadap untuk gula .
Kami mencari data sejarah para Nabi , sahabat yang minum legén  , kami tidak menjumpainya . Dalam kamus Abdullah bin Nuh dan Umar bakry di katakan bahwa  Aren termasuk jenis pohon kurma .
 Ada seorang penjual legén  berkata : Untuk  legén yang di jual belikan di sepanjang jalan bukan legén  asli tapi arak  atau khamar yang di campur dengan air . Biasanya  dia membeli arak satu curigen , lalu di campur dengan air tujuh curigen.  Karena era kini kejujuran ber arti kerugian  menurut pendapat penjual barang dagangan , maka layak sekali kita berhati – hati , dan menghindari minum legén .Kita ikut hadis sbb :
Umar ra. berkata : Rasulullah Saw. bersabda :
«مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ لَمْ يقبل الله لَهُ صَلاَة أرْبَعِينَ صَبَاحاً، فإنْ تَابَ تَابَ الله عَلَيْهِ،  فإنْ عَادَ لَمْ تقْبَلْ لَهُ صَلاَةً أَرْبَعِينَ صَبَاحاً، فإنْ تَابَ تابَ الله عَلَيهِ فإن عاد لم يقبل الله له صلاة أربعين صباحاً فإن تاب تاب الله عليه. فإنْ عَادَ الرابعة لَمْ يَقْبَل الله لَهُ صَلاَةُ أرْبَعِينَ صَبَاحاً، فإنْ تَابَ لَمْ يَتُبْ الله عَلَيْهِ وسقَاهُ مِنْ نَهْرِ الْخَبَالِ. قُلْتُ ومَا نَهْرُ الْخَبَالِ؟ قالَ: نَهْرٌ مِنْ صَدِيدِ أهْلِ النَّارِ»
Barang siapa yang meminum khamar maka Allah tidak akan menerima salatnya selama empat puluh pagi (hari).  Bila  bertaubat maka Allah menerima taubatnya.Bila diulangi lagi maka Allah tidak akan menerima salatnya selama empat puluh pagi (hari). Bila bertaubat maka Allah menerima taubatnya.  Bila diulangi lagi maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama empat puluh pagi (hari).   Bila bertaubat maka Allah tidak akan menerima taubatnya dan (kelak di hari Kiamat) akan diberi minuman dari sungai Al Khobal (ada orang yang bertanya kepada lbnu Umar sebagai perawi hadits ini) : "Apakah
sungai Al Khobal itu?" Beliau berkata : Sungai dari nanah.penduduk neraka. ( Hadits Hasan menurut Tirmidzi yang meriwayatkannya dan menurut riwayat Al Hakim hadits tersebut sahih). [1]
Addazi berkata :  Rasulullah SAW  bersabda :
 لَيَشْرَبَنَّ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي الْخَمْرَ يُسَمُّونَهَا بِغَيْرِ اسْمِهَا
Sebagian umatku akan meminum khamar yangmereka beri nama lain. [2]
قَالَ أَبو دَاود و قَالَ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ الدَّاذِيُّ شَرَابُ الْفَاسِقِينَ *
Abu Dawud ,Sofyan Sauri Addazi berkata : “ Itu adalah minuman orang-orang fasik “.

Seorang penjual legén bilang : legén asli hanya berumur dua jam , lalu jadi arak “.
Aku berkata : “Pada hal legén  di jalan – jalan itu sudah melewati beberapa hari “. Khamar tidak boleh di jual belikan sebagaimana hadis :
          Jabir bin  Abdillah ra  berkata  :” Rasulullah SAW waktu  penaklukan kota Mekkah  bersabda  :
َ إِنَّ اللهَ  وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَالْمَيْتَةِ وَالْخِنْزِيرِ وَاْلأَصْنَامِ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ   أَرَأَيْتَ شُحُومَ الْمَيْتَةِ فَإِنَّهَا يُطْلَى بِهَا السُّفُنُ وَيُدْهَنُ بِهَا الْجُلُودُ وَيَسْتَصْبِحُ بِهَا النَّاسُ فَقَالَ لاَ هُوَ حَرَامٌ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللهِ   صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ     عِنْدَ ذَلِكَ قَاتَلَ اللهُ  الْيَهُودَ إِنَّ اللهَ  لَمَّا حَرَّمَ شُحُومَهَا جَمَلُوهُ ثُمَّ بَاعُوهُ فَأَكَلُوا ثَمَنَهُ
Sesungguhnya Allah dan rasulNya  telah mengharamkan  jual beli khomer, bangkai, babi  dan berhala. Di katakan : “  Wahai Rasulullah !  Bagaimana pendapatmu tentang  lemak  bangkai .Ia di pakai untuk mengecat sampan – sampan  , meminyaki kulit –kulit lalu dibuat  lampu. Rasulullah SAW  bersabda : “ Ia  haram “. Lalu beliau bersabda saat itu :” Semoga  Allah melaknat orang – orang Yahudi , sesungguhnya Allah mengharam kan lemak  bangkai ,lalu mereka hiasi,lalu dijual lalu uangnya di makan . [3]
                             Penjual  Légén



[1]  Dalam sunan Tirmidzi / 1862. Ia juga di riwayatkan dari Abdullah bin Amar dan Ibnu  Abbas .

[2] HR Abu Dawud 3689

[3] HR  Bukhori 2236
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan