Rabu, Juli 06, 2011

Saya tidak suka KH Zainuddin MZ

Pendapat Aneh Saya tentang Zainuddin MZ

| 05 July 2011
12 dari 13 Kompasianer menilai aktual

Saya tau dari tulisan orang lain (sumber: lupa)
Yang ingin saya tulis adalah pendapat saya tentang Zainuddin MZ.
Bukan bidoata statistiknya.
Sejak pertama mendengar kaset ceramah Zainuddin MZ, saya langsung suka. Sehingga sejak saat itu beberapa koleksi ceramahnya selalu saya putar setiap sore menjelang azan Magrib. Bahkan suatu kali (1995) saya pernah cabut dari pekerjaan saya tanpa izin, karena ingin mendengar show akbar Zainuddin MZ di lapangan Imam Bonjol Padang, yang waktunya juga bertepatan pada hari kerja.
Kenapa saya suka?
Karena saya merasa terhibur dan semangat setiap mendengar ceramahnya. Saya merasakan Islam yang lapang dari dakwahnya. Bahkan lebih dari itu, dakwahnya bagi saya sekaligus sebagai suplemen psikologis ketika suasana hati saya lagi sedih dan pesimis.
Tapi waktu terus berjalan .
Hingga saya banyak membaca. Dan akhirnya rajin menulis di dunia maya seperti saat ini, dimana tulisan saya juga banyak dibaca. Dan oleh sebagian pembaca dinilai begitu inspiratif. MAKA
.
Bagaimana pendapat akhir saya tentang Zainuddin MZ dalam kaitannya dengan pemahaman akan Islam?
Bagi saya, Zainuddin MZ adalah seorang orator ulung. Apapun model pemahaman yang disajikannya tetap memikat. Karena dia sangat menguasai teknik orasi. Dia memiliki daya pukau yang tinggi dalam presentasi. Banyak orang begitu kaya akan materi, tapi karena tidak menguasai teknik penyajian, maka pidato, ceramah dan orasinya menjadi tidak merangsang.
Begitu juga dengan sebuah tulisan. Banyak orang begitu hafal berbagai teori dan kutipan Tapi tulisannya tidak seksi. Tidak merangsang minat baca. Apa sebab?


Itulah yang dimiliki Zainuddin MZ.
Dia begitu lincah meramu materi ceramahnya.
Dia punya inner beauty orasi. Sens of komunikasinya sangat tinggi.
Membayangkan sosoknya, dengan gaya khas ceramahnya, mengingatkan saya pada konsep ekstasi komunikasi Jean Baudrillard. Masa, begitu terobsesi dengan nikmatnya sebuah komunikasi. Masa, terbius. Lagi, lagi, lagi dan lagi. Tidak soal apa isi yang dibicarakan, asal setiap melakukan kontak komunikasi selalu terasa nikmat. Yang penting adalah bagaimana mengemas sebuah isi. Bagaimana menyajiakan sesuatu agar menjadi memikat.
Dan konsep ekstasi komunikasi inilah yang dikelola dalam budaya popular. Budaya konsumeristik. Budaya show, shoping, even dan sejenisnya, adalah bentuk nyata dari prinsip ekstasi komunikasi. Masa, para klien, konsumen, larut dan asyik masyuk dengan produk-produk yang diluncurkan. Meskipun mereka tidak sadar semua itu untuk apa. Karena rasa sakaw akan kenikmatan itu sudah begitu membiusnya. Lagi, lagi dan lagi .
Bagi saya,
Itulah yang paling khas pada Zainuddin MZ.
Dia seorang orator ulung.
Soal kedalamam materi kajian keislaman?
Saya tidak mencari jawabannya pada Zainuddin MZ.
Komentarku ( Mahrus ali )

Benar apa yang anda sampaikan , saya walaupun jarang mendengarkan ceramah KH Zainuddin MZ , saya sudah bisa menilai , KH Zainuddin MZ  sekalipun materi yang di bahas menarik , mudah mengendalikan massa , dan orang awam banyak yang kagum tapi bagi orang yang mendalami ilmu hadis ,  beliau ini nihil, kurang modal dalam bidang ini dan sering menyampaikan kedustaan pada Rasulullah SAW. Banyak kisah yang beliau sampaikan hanya sekedar kisah yang missinya hanya  menyenangkan masarakat dan bila di cari refrensinya  tidak ada. Boleh  di kata beliau ini bikin hadis palsu . Contohnya banyak dan akan saya sampaikan di blog sendiri . Saya  juga ingin mengumpulkan ceramahnya . Salah satunya yang pernah saya dengar kisah sbb:

 

Kesabaran Rasulullah Ketika Diludahi

Bukan hanya sekali saja Nabi dihina. Bahkan ada seorang wanita tua yang berani mencerca Nabi. Setiap kali Nabi melintas muka rumahnya, kala itu pula si wanita meludahkan air liurnya, cuh,cuh,cuh. Peristiwa itu berulangkali terjadi, bahkan hampir setiap hari.
Suatu kali, ketika Nabi lewat di depan rumahnya, si wanita tadi tak lagi meludahinya. Bahkan, batang hidungnya saja tak kelihatan pula. Nabi pun menjadi kangen akan air ludah si wanita tadi. Karena penasaran, Nabi lantas bertanya kepada seseorang, Wahai Fulan, tahukah engkau, dimanakah wanita pemilik rumah ini, yang setiap kali aku lewat selalu meludahiku?
Orang yang ditanya menjadi heran, kenapa Nabi justru menanyakan, penasaran, dan tak sebaliknya merasa kegirangan. Namun, si Fulan tak ambil peduli, oleh karenanya ia segera menjawab pertanyaan Nabi, Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa si wanita yang biasa melidahimu sudah beberapa hari terbaring sakit? Mendengar jawaban itu Nabi mengangguk-angguk, lantas melanjutkan perjalanan untuk ibadah di depan Kabah, bermunajat kepada Allah Pemberi Rahmah.
Sekembalinya dari ibadah, Nabi mampir menjenguk wanita peludah. Ketika tahu, bahwa Nabi, orang yang tiap hari dia ludahi, justru menjenguknya, si wanita menangis dalam hati. Duhai betapa luhur budi manusia ini. Kendati tiap hari aku ludahi, justru dialah orang pertama yang menjenguk kemari. Dengan menitikan air mata haru bahagia, si wanita bertanya, Wahai Muhammad, kenapa engkau menjengukku, padahal tiap hari aku meludahimu?
Nabi menjawab, Aku yakin, engkau meludahiku karena engkau belum tahu tentang kebenaranku. Jika engkau mengetahuinya, aku yakin engkau tak akan lagi melakukannya.
Mendengar ucapan bijak dari amnusia utusan Allah swt ini, si wanita menangis dalam hati. Dadanya sesak, tenggorokannya serasa tersekat. Lantas, setelah mengatur nafas akhirnya ia dapat bicara lepas, Wahai Muhammad mulai saat ini aku bersaksi untuk mengikuti agamamu. Lantas si wanita mengikrarkan dua kalimat syahadat.[1]
(Sumber : Nasiruddin, S.Ag, MM, 2007, Kisah Orang-Orang Sabar, Republika, Jakarta.)
Kisah itu juga pernah saya dengar dari KH Zainuddin dalam ceramahnya . Saya hawatir , beliau ini tergolong hadis :
إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ
مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
    Sesungguhnya berbuat bohong kepadaku tidak sebagaimana  kebohongan kepada seseorang . Barang siapa berbuat kedustaan  kepadaku dengan sengaja bertempatlah di tempat duduknya di neraka ( masuk nerakalah ) 
Al quran juga  ikut mendukungnya  sebagaimana  firman Allah :
  وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً

               Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui dalilnya . Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. [2]
  Kisah seperti itu membikin kaum muslim hina dan nantinya  kaum kafir akan menginjak kita , bila kita di injak sekali  , kita sabar . Mereka akan menempeleng kita , lalu kita sabar lagi. Kita lebih baik ikut firman Allah sbb :
يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahannam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali. (Attaubah  73 ,Attahrim 9  ).
Syaikh Muhammad Jamil Zinu berkata :
مؤلفات محمد بن جميل زينو - (ج 5 / ص 18)
 رَجُلٌ صُوْفِيٌّ آَخَرُ أَرَادَ أَنْ يُرَبِّيَ نَفْسَهُ وَيُذِلَّهَا ، فَحَمَلَ كِيْسًا فِيْ رَقَبَتِهِ وَمَلَأَهُ جَوْزًا ، وَخَرَجَ إِلَى الْسُّوْقِ ، وَكَانَ كُلَّمَا مَرَّ صَبِيٌّ قَالَ لَهُ : أُبْصُقْ عَلَى وَجْهِيَ حَتَّى أُعْطِيَكَ جَوْزَةً : (فَاكِهَةٌ يُحِبُّهَا الْأَطْفَالُ) فَيَبْصُقُ الْصَبِيُّ عَلَى وَجْهِ الْشَّيْخِ فَيُعْطِيْهِ جَوْزَةً ، وَهَكَذَا كَانَ الْبُصَاقِ مِنْ أَوْلَادِ الْشَّوَارِعِ يَتَوَارَدُ عَلَىَ وَجْهِ الْشَّيْخِ طَمَعًا فِيْ أَخْذِ الْجَوْزَةِ ، وَالْشَّيْخُ الصُّوْفِيُّ مَسْرُوْرٌ ، وَعِنْدَ سَمَاعِيْ لَهَاتَيْنِ الْقِصَّتَيْنِ كِدْتُ أَتَمَيَّزُ غَيْظاً ، وَضَاقَ صَدْرِيْ مِنْ هَذِهِ الْتَرْبِيَةِ الْفَاسِدَةِ الَّتِيْ يَتَبَرَّأُ مِنْهَا الْإِسْلَامُ الَّذِيْ كَرَّمَ الْإِنْسَانَ بِقَوْلِهِ تَعَالَىْ :
((
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيَّ آَدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِيْ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ... )). " سُوْرَةُ الْإِسْرَاءِ 70  "
Lelaki ahli tasawwuf lain ingin mendidik dirinya dan menghinakannya. Dia membawa tas di leher dan mengisinya  dengan buah pala, dan pergi ke pasar.. Setiap ada anak lewat , dia  berkata kepadanya: Ludahilah wajahku,  aku memberikan buah pala (buah dicintai oleh anak-anak). Lantas  anak itu meludai  wajah orang tua itu lalu di beri buah pala. Begitu  seterusnya ludah itu datang silih berganti ke wajah orang tua itu dengan harapan mengambil buah pala. dan orang tua sufi senang. Ketika saya mendengar cerita ini saya hampir tidak menahan kemarahan, dadaku sesak terhadap pendidikan rusak  yang asing bagi Islam yang  menghormat manusia , Allah  Maha tinggi berfirman:
((Dan saya telah menghormati anak-anak Adam dan memberi mereka transportasi di darat dan laut ...)). "Al-Isra '70"……………..Karya Syaikh Jamil Zinu hal 18/5

     Ceramah ahli bid`ah , setahu saya banyak kedustaannya .
Bersambung . …………………..


[1] ttp://abizakii.wordpress.com/2010/05/03/kesabaran-rasulullah-ketika-diludahi/#comment-753
[2] Al isra` 36 Al isra` 36
Artikel Terkait

34 komentar:

  1. MasyaAlloh ya Ustadz... beliau sudah ada disisi Alloh, beliau sudah menanggung semua amal dan perbuatannya...masih layak kah kita korek2 kesalahannya?

    Boleh tidak suka, tapi dengan perilakunya saja bukan dengan subjeknya...

    BalasHapus
  2. Bagaimana bila saya diam lalu kekeliruan KH Zainuddin di buat landasan jutaan umat mulai sekarang sampai hari kiamat di seluruh Indonesia atau di tempat lain, lalu mereka menjadi sesat sampai mati . Tapi bila saya terangkan , maka saya memberi penerangan kepada mereka dan mereka tahu bahwa perkataan Zainuddin itu keliru , lalu mereka sebarkan dan mereka mendapat pahala karena mereka meluruskan . Mulai saat mereka tahu hingga mati tidak berpedoman kepada kekeliruan KH Zainuddin .
    Hal sedemikian ini bukan saja saya yang menjalankan. Tapi seluruh ulama ahli hadis , mulai Bukhari, Abu Dawud , Nasa`i Tirmidzi , Ibn Majah ,Muslim dan Imam Madzhab juga menyebut perawi ini pendusta dan perawi itu pemalsu hadis . Perawi ini bisa di buat pegangan dan perawi ini hadisnya palsu. Baik perawi itu sudah mati atau masih hidup.Apakah para ulama tsb keliru .
    Ibnu Hajar sendiri pernah bilang ahli bid`ah yang terang terangan dalam menjalani kebid`ahan boleh di sebut namanya dan kekeliruannya karena akan membahayakan umat , apalagi dia penceramah . Insya Allah akan saya cantumkan di blog dengan bahasan yang memuaskan dengan quran dan hadisnya .

    BalasHapus
  3. setuju ustad,emang selama ini saya prihatin banyak orang2 berprofesi ulama namun perbuatannya bertentangan dengan akhlakul-karimah contohnya: memperkosa yg bukan mukhrimnya,dan lebih parah lagi tidak mau mengakui perbuatannya di hadapan Umat. Bagaimana pertanggungjawabannya di hadapan ALLAH SWT

    BalasHapus
  4. Berbaik sangka itu sulit. Jangankan berbaik sangka kepada Allah, kepada para wali dan para kiai sepuh saja sulit.

    BalasHapus
  5. Dia sudah menyampaikan hadis palsu, tidak sekali atau dua kali , tapi banyak sekali , pada hal banyak hadis sahih yang masarakat memerlukannya, lalu masarakat tertipu dengan hadis palsu itu . Itu fakta yang bicata , lalu saya diam , nanti saya berdosa. Saya tidak menyangka , tapi saya bicara atas dasar fakta.Bagaimana cara menyangka baik ketika orang itu sering menyampaikan hadis lemah dan palsu

    BalasHapus
  6. @Mantankyainu

    Assalamu'alaikum

    Saya hanya ingin bertanya satu hal kepada saudara...
    Apakah anda begitu membenci ajaran NU?, sampai-sampai profile anda tulis Mantankyainu

    BalasHapus
  7. anda (mahrus ali)juga harus hati hati. rasanya tak ada yang ngaku kyai, kecuali anda. anda mengaku mantan kyai. skrg apa ? preman??? kyai itu pengakuan orang lain.
    memang hadits yg anda sampaikan mgkn sohih, tp byk kekeliruan dalam memahami.
    mari berbagi dg saya di 085655354624

    BalasHapus
  8. Sudah di jawab di blog dengan judul Mantan kiyai NU Gadungan ? Lihat dan bacalah .

    BalasHapus
  9. Assalamu'alaikum Wr. Wb.
    Mantan Kyai NU?
    NU didirikan dengan tujuan luhur dan baik (khitah NU 1926), mengapa setelah keluar dari NU anda sekarang gampang menceritakan aib orang lain (bahkan sudah meninggal yang notabene tidak mungkin melakukan pembelaan atau klarifikasi).
    Mari sampaikan yang baik dan tinggalkan yang tidak baik....
    Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

    BalasHapus
  10. Kekeliruan da`i kondang bukan kebenarannya itu bila tidak di jelaskan nanti akan menambah dosanya bukan pahalanya di alam kubur . Karena itu , hakikatnya saya ingin menghentikan pengiriman dosa kepadanya dan saya tidak ingin pengiriman itu laju . lalu saya jelaskan kekeliruannya. Dan kasihan umat ini dan generasi setelahnya , bila kekeliruan di biarkan lalu di ikuti dan akan sesat . Akibatnya akan di bakar di neraka bukan mendapat kebahagiaan di surga.
    Bacalah lagi di blog ini di :
    MANTAN KYAI NU: Bahaya penceramah atau muballigh ahli bid`ah
    20 Jul 2011

    Bahaya penceramah atau muballigh ahli bid`ah. Saya sampaikan disini beberapa perkataan ulama tentang bahaya ceramah ahli bid`ah. عون المعبود - (ج 10 / ص 313). قَالَ الْقُرْطُبِيّ : فِي الْحَدِيث جَوَاز غَيْبَة ...
    MANTAN KYAI NU: Ayo diskusi dengan saya satu persatu
    26 Jul 2011
    Lalu saya lihat bila ada kelemahan dan kekeliruan dalam jawaban tersebut , otomatis saya harus meluruskannya . Jangan di biarkan kekeliruan tersebut meracuni masarakat Islam . Anehnya selama ini , buku saya sudah beredar ...
    Kamis, Juli 14, 2011
    KH Zainuddin MZ di Mata Ulama Bali dan komentarku

    BalasHapus
  11. Assalamu'alaikum Wr. Wb.
    Saya setuju dengan anda dan apa yang anda sampaikan benar adanya, alhamdulillah saya bisa mendapatkan ilmu bermanfaat sekaligus mulai memperbaiki diri (semoga Alloh SWT meridhoi apa yang kita lakukan), tapi hanya sedikit saja yang mengganjal saya tentang penggunaan kata yang menurut saya mengganggu :
    "Saya tidak suka KH Zainudin MZ" karena menurut saya ini lebih kemasalah pribadi dan seolah-olah menggeneralisasi bahwa anda tidak menyukainya 100%, coba jika menggunakan kata "Saya tidak setuju dengan pernyataan si fulan pada ceramahnya .......karena itu salah" menurut saya ini lebih bijak dan tegas menunjuk kesalahan perbuatan bukan orangnya.
    Terima kasih, mari teruskan sampaikan kebenaran!
    Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

    BalasHapus
  12. Menurut saya bukan satu itu kesalahan dan kekeliruan KH Zainuddin MZ , masih banyak. Bacalah di
    MANTAN KYAI NU: KH Zainuddin MZ di Mata Ulama Bali dan komentarku
    14 Jul 2011

    MANTAN KYAI NU: Bagaimana cara berpra sangka baik kepada muballigh ...
    26 Jul 2011
    MANTAN KYAI NU: Bahaya penceramah atau muballigh ahli bid`ah
    20 Jul 2011
    Bila ada orang baik apakah kamu senang dengan perbuatannya saja dan benci kepada orang nya .
    Bila kamu benci kepada koruptor juga benci kepada orangnya juga benci kepada perbuatannya ,Lalu orangnya di hukum .

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah selama ini saya ogah nonton TV ogah nonton Zainuddin MZ. Namun setelah saya mulai kenal ilmu hadis dan sedikit-sedikit mempelajari Islam, duh indahnya. Saya jadi senang nonton ceramah (tetapi tetap bukan Pak Zainuddin).

    Alhamdulillah selama ini saya tidak memiliki prasangka apa pun terhadap Pak MZ. Hanya sikap ogah-ogahan saja. Ngeri sekali kalau percaya dalil ceramah tetapi akhirnya ceramahnya berhadis palsu. Alhamdulillah.

    BalasHapus
  14. seahkarang ini banyak bermunculan kyai/ustadz-ustadz yang masih muda namun dengan pemahaman yang jauh dari salafus sholeh, sebagaimana yang kita lihat dalam tayangan-tayangan di TV, kebanyakan mereka sangat menonjolkan pekerjaan daripada misi agamannya yang haq,betapa rendah nilainya di mata saya apalagi dihadapan Allah Ta'ala. Semoda dakwah salafus sholeh bisa mengimbangi dakwah-dakwah para ahlul bidah. Kalau bisa ada investor muslim yang mendanai TV salafus sholeh, amin..

    BalasHapus
  15. Repotnya lagi kalangan salafy yang konsis dengan tuntunan tidak mau di foto karena di haramkan .

    BalasHapus
  16. Ustadz, tolong dikritisi juga muballigh-muballigh tV, seperti Uje, Yusuf mansur, mamah dedeh, Solmed, dan lain-lain. Mudah-mudahan masih ada umat yang bisa terselamatkan dengan mempelajari dalil yang shohih.

    BalasHapus
  17. Dalam CD pengajian saya sudah ada kritik untuk merea . Untuk artikel nya saya belum menjumpai artikel mereka . Insya Allah di masa depan ..........

    BalasHapus
  18. Masya Allah,smoga Allah mengampuni dosa yang kita sengaja maupun tidak kita sengaja,yth Bpk.Mantan Kyai,.Rasullullah SAW tidak pernah mencela seseorang dengan menyebut nama,..smoga begitu juga dengan anda,.bisa meneladani akhlak Rasul SAW..

    BalasHapus
  19. pak mantan kyai.... Knp banyak sekali comment yg kami tulis tdk dicntumkann di Blog..?? Takuut.. Atau belum mnemukan jawaban..!!

    BalasHapus
  20. Bagaimana bila tidak di sebutkan namanya, dia sering keliru dalam ceramahnya lalu masarakat ikut sesat karenanya. Dia berani menyampaikan kesalahan dimuka umum, harus berani dibenarkan dimuka umum.
    Belajarlah hadis lagi, lihat Imam Bukhari, Muslim, dan seluruh ahli hadis menyebut nama perawi pendusta, suka menyelinapkan perawi lemah dll. Apakah kamu benar dan para imam itu keliru. Pikir lagi, jangan tergesa menyalahkan orang. Lihat saja, Abu Lahab di sebut oleh Allah dan di cela juga dlm Quran.

    BalasHapus
  21. kalo memang sodara menganggap keliru kenapa tidak menyampaikan langsung atau pada ulama lainya, kenapa harus menghujat lewat artikel. silakan mengumpulkan para ulama untuk membicarakan secara terbuka biar tidak jadi fitnah dan pecah bela, toh mereka juga sama dg anda punya dalil dan alasan yang kuat dan di anggap benar seperti pendapat adna.

    BalasHapus
  22. apakah perbuatan sodara sudah sesuai dg dalil semua,memakai dunia maya memang ada dalilnya juga? apakah dunia maya juga bid,ah, kita bukan hidup di jaman rasul kita tidak bisa menjalani hidup yang persis seperti jaman dulu, jadi mungkin yang kita lakukan sekarang itu bid, ah semua...

    BalasHapus
  23. Internet itu sarana boss, bukan ajaran. Bid`ah itu bikin ajaran baru. Jadi ber internet silahkan. Internet bukan tuntunan juga bukan bid`ah boss. Baca lagi disini:
    MANTAN KYAI NU: Internet dan laptop bid`ah menurut orang bodoh
    25 Jul 2011

    BalasHapus
  24. Untuk Harun Blog Oke>
    Blog ini untuk orang yang ber akal bukan untuk orang yang emosional. Bila komentarnya emosional maka akan masuk spam tentunya dan bila di cantumkan membikin blog berwajah buruk bukan indah lagi.

    BalasHapus
  25. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

    Dahulu di era tahun 2000 ke bawah, saya juga adalah penggemar berat Zainudin MZ, karena ceramahnya yang lucu2..sampai sekitar tahun 2005..Qadarullah, saya mulai mempelajari Ilmu Agama yang Haq..Dan mulailah terasa bagi saya "keanehan2" dalam ceramah Zainudin MZ yang kala itu dengan gencarnya dia terus mengkritik Pemerintahan Soeharto dalam sebagian rekaman ceramahnya..Saya mulai berkata kepada Anak dan istri saya, Isi ceramah ini tak benar..Islam melarang kita mencaci pemerintah, walau pemerintah itu zalim..Namun istri saya dan keluarga besar saya selalu mengidolakan sang "Da'i"..

    Saya katakan kpd keluarga saya, Zainudin MZ ini menyimpang dari jalan Haq..Malah Keluarga Besar saya mentertawakan ucapan saya.."Dia itu Ulama Besar, dan sudah masuk TV..sementara kamu siapa ? begitulah kata2 yg ditujukan kepada saya..Saya jadi bingung juga, gimana caranya meyakinkan keluarga saya bahwa Zainudin MZ ini meyimpang dan tak layak disebut Da'i.. ( dulu saya tak pernah tahu dan mau tahu dengan internet, maklum saya awam )

    Berjalan waktu, maka meninggallah Zainudin MZ.. Dan menurut sebagian berita infotainment, ( klw ini benar..) Zainudin minta dimakamkan di mesjid dekat rumahnya itu..Nah, legalah hati saya..maksudnya ; Jelas permintaan Zainudin ini sangat jauh dari agama yang lurus..Minta dimakamkan di mesjid ! Ini perbuatan Ahli Bid'ah atau orang bodoh..Lega yang saya maksud, bahwa mulai tahun 2005, saya sudah mencapnya menyimpang / jahil dalam agama dan ternyata tuduhan saya selama ini ditunjukkan oleh Allah Azza wa jalla, setidaknya tuduhan saya beralasan..Dan terlebih lagi Tahlilan dirumah Zainudin..Lengkaplah sudah penilaian saya kepada Zainudin MZ. Namun Abang saya tak mengerti, malah ikut2an sedih atas meninggalnya Zainudin..

    DAN BAHAYANYA : ( akibat nge-fans Zainudin ), Ibunda kami yg alhamdulillah, telah rujuk dan kembali ke Ajaran Sunnah yg Haq berwasiat kepada kami, " SEKIRANYA NANTI IBU MENINGGAL, JANGANLAH KALIAN BUAT MENINGGALKU SEPERTI ORANG HINDU, 3 HARI, 7 HARI, 40 HARI.. AKU TAK IZINKAN.." Lalu Abang saya berkata ; Kenapa, Buk ? Ibuk jangan ikut ajaran dia ( maksudnya saya )..MANA LEBIH HEBAT DIA DARI ZAINUDIN MZ, WONG KELUARGA ZAINUDIN AJA LAKUKAN TAHLILAN KOQ..

    ( Lihatlah ucapan saudara saya itu..BAHAYANYA.. ) Sampai - sampai wasiat aja mau dilanggar sama dia, gara - gara terpukau dengan profile Zainudin MZ dan mencontoh prilaku sesatnya ( tahlilan )..


    Apalagi dia ( maksudnya Zainudin MZ ) dikuburkan di mesjid..Saya Khawatir nanti, orang - orang awam seperti saudara saya, rame2 kalau ada keluarganya yang meninggal lantas minta kuburkan dihalaman mesjid..dengan alasan ; " ZAINUDIN AJA DIKUBURKAN DIMESJID, KOQ SAMPEYAN MELARANG..?? )

    Wah..alangkah sulitnya kita nanti, jalan mau masuk ke mesjid banyak kuburan2 dikiri kanannya...Ngeri saya membayangkan, jikalau keadaan itu terjadi.. ( bukan ngeri, kuburannya..) Soalnya, kita ini gampang sekali meniru...

    BalasHapus
  26. Bismillahirrahmanirrahim, menurut saya, cara terbaik dan gentle adalah perbaikan yang dilakukan ketika orangnya masih hidup. Knp baru sekarang Pak Kyai berani mengatakan bahwa KH. Zainuddin MZ keliru. Dulu gak nyadar? Atau, dulu belum ketemu ilmunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Qosim Nursheha Dzulhadi
      Masalahnya ketika KH Zainuddin MZ meninggal dunia, banyak kalangan media massa memujinya. Pada hal saya ngerti orang ini tak layak dipuji karena ceramahnya banyak yang menyimpang.

      Hapus
  27. Audzubillahiminasyaithonirrojim, bismillahirrohmanirrohim...semoga Allah swt membuka hidayah buat anda mantan kyai Nu. Sebagai hamba Allah swt, ada baiknya kita belajar husnudzun terhadap apapun.... Kita wajib belajar tentang syariat alquran n hadist dan mengamalnkan dlm kehidupan sehari2 (thoriqoh) sehingga kita bisa mencapai tujuan penciptaan kita bertemu dg Allah pencipta kita (hakiqoh) sehingga kita bisa mendapatkam segala Makrifatnyaa. Terangi hati kita, kuatkan iman n aqidah kita, mencari barokah n kemanfaatan atas segala amalan kita, insya Allah selamat dunia akhirat. Mari kita gunakan mata hati kita bukan mati kaki untuk melihat, dan jadilah emas yang dibuntel kain gombal, jangan menjadi gombal yang dibuntel emas. Semoga anda menjadi org berpikir, dan perlu diingat tujuan nabi muhammad diutus Allah SWT adalah untuk mengajrkan Akhlakul kariimah. Semoga Allah memaafkan segala khilaf saya dan Anda Mantan kyai Nu semoga mati dlm khusnul khotimah.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Akoh Maini
      Sayang, kamu tidak menampakkan identitasmu. Ilmumu sama dengan saya ketika saya menjadi ahli bid`ah
      Kalo kamu menggunakan mata hatimu sebagai landasan, maka kamu akan menerima banyak wisik yang menyesatkan. tapi gunakanlah dalil, kamu akan selamat dan tidak bahaya.

      Hapus
  28. Saya pengagum KH. Zainudin MZ dan saya fikir beliau tdk sejelek yg anda bayangkan....
    Saya kira beliau selalu memberikan logika2 yg apik pada setiap pernyataan/ceramahnya, perlu kita ingat bersama bahwa bid'ah khasanah itu diperbolehkan agama.
    Maaf jika saya hanya seorang Mahasiswa Teknik bkn seorang ustad ato Kyai seperti anda2 tp yg jelas saya terlatih sekali dgn LOGIKA dan kritis dalam suatu permasalahan. Kalau ceramah2nya KH. Zainudin MZ itu keliru atau menyimpang sprti yg anda tuduhkan tentu dlm hal ini MU'I sebagai otoritas yg berwenang tentu tdk akan tinggal diam kan???
    Semoga tidak ada saling sikut diantara kita umat islam hingga terwujudlah islam yg bnr2 rahmatan Lil'alamin.
    "Berbeda itu biasa tapi tidak untuk saling mencela".
    Makasih n wassalam...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Basri Al-Ayoebi
      Di kalangan ahli bid`ah banyak kesyirikan, MUI diam saja kok.

      Hapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan