Rabu, Agustus 24, 2011

Hadis palsu di buat pegangan




MUHAMMAD IRFAN yang berkomentar di blog mantan kyai nu mengatakan...

dlm hadits qudsi Allah berfirman :”Kalau bukan karena kamu wahai muhammad, kami (Allah) tidak ciptakan dunia” jadi dengan asbab nabi muhammad Allah ciptakan dunia. jadi Allah jadikan dunia dan segala isinya, juga segala kejadian, kesenangan, kesedihan, sorga, neraka dan semua makhluq ini karena berkat nabi muhammd SAW…. (keberkatan nabi muhammad saw) jd sama artinya dg : ““Ya Allah , berikanlah shalawat dan salam yang sempurna kepada Baginda kami Nabi Muhammad, yang dengannya engkau ciptakan dunia, yang dengannya engkau ciptakan kesedihan dankesenangan….dsb…”hammad, kami (Allah) tidak ciptakan dunia” jadi dengan asbab nabi muhammad Allah ciptakan dunia. jadi Allah jadikan dunia dan segala isinya, juga segala kejadian, kesenangan, kesedihan, sorga, neraka dan semua makhluq ini karena berkat nabi muhammd SAW…. (keberkatan nabi muhammad saw) jd sama artinya dg : ““Ya Allah , berikanlah shalawat dan salam yang sempurna kepada Baginda kami Nabi Muhammad, yang dengannya engkau ciptakan dunia, yang dengannya engkau ciptakan kesedihan dankesenangan….dsb…”
Komentarku ( Mahrus ali )
Mungkin hadis yang anda maksudkan ini :


لَوْلَاكَ لَمَا خَلَقْتُ اْلاَفْلاَكَ
Seandainya  tiada engkau ( Muhammad ) maka  Aku ( Allah ) tidak akan menciptakan bintang – bintang ( atau alam ) .

Saya tidak mendapatkannya di kitab – kitab hadis,  . Saya hanya mendengar dari guru ahli bid`ah bukan guru ahli hadis. Dia kurang memahami tentang seluk beluk hadis sekalipun pandai baca kitab kuning, lihay fikih, Nahwu , shorof. Memang saya sering mendengarnya dari beberapa da`i yang sering tampil di mimbar , jarang menulis sebuah karya dalam buku.Mereka tidak menunjukkan refrensi sebagai pengambilan  dari suatu kitab, mungkin juga tidak bisa baca kitab . Hadis tersebut bertentangan dengan ayat Allah cocok dengan ayat setan.  Ayat Allah menjelaskan bahwa Allah bukan mahlukNya bila berkehendak sesuatu akan di kerjakan dan cukup berkata kun. Allah berfirman :
إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ
Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.[1]
Ada syair sedemikian
يَامَنْ لَهُ اْلبُرْهَانْ  وَخُلُقُهُ اْلقُرْآنْ
مَاكَانَ اْلاَكْوَان وَحَقُّهُ لَوْلَاه
Wahai orang yang punya bukti
Ahlaknya  al qur`an
Alam ini tidak akan wujud selama  tiada Muhammad.
أَدْعُوْك بِالسِّبْطَيْن  لِكَشْفِ هَذَا اْلفِتَن
يَامَلْجَاءَ اْلكَوْنَيْن فِى الْخَطْبِ بَعْدَ الله
Saya berdoa kepada mu dengan perantara  dua cucu untuk melenyapkan fitnah – fitnah ini , wahai tempat perlindungan waktu musibah datang setelah Allah.

Ket: Berdoa kepada Rasulullah SAW, bukan kepada Allah jelas sirik .Allah berfirman :
قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَوَاتِ اِئْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum (Al Qur'an) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar".[2]

Orang yang berbuat kesirikan bukan  tauhid biasanya tidak punya dalil , dan memang tidak punya dalil bukan dalil dari teks kitab kuning . Biasanya  dalilnya hanya banyak ulama yang menjalankan dan mereka tidak bodoh. Pada hal Imam Syafii sendiri berkata, bila  perkataan nya  keliru , harus dibuang .

Imam  Syafii sendiri berkata :
إذَا صَحَّ الْحَدِيثُ فَاضْرِبُوا بِقَوْلِي الْحَائِطَ وَإِذَا رَأَيْت الْحُجَّةَ مَوْضُوعَةً عَلَى الطَّرِيقِ فَهِيَ قَوْلِي .
Bila ada hadis sahih , maka  lemparkan perkataanku ke tembok . Bila kamu lihat hujjah telah berada di jalan , maka  itulah perkataan ku [3]
لَا تُقَلِّدْ دِينَك الرِّجَالَ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَسْلَمُوا مِنْ أَنْ يَغْلَطُوا .
Dalam masalah agama,jangan ikut orang , sebab  mereka mungkin juga salah . [4]
Ali ra  berkata :
مَا كُنْتُ لِأَدَعَ سُنَّةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِقَوْلِ أَحَدٍ *
Aku  tidak akan meninggalkan sunah Nabi  S.A.W.    karena  perkataan orang “. [5]

 Sang penyair juga memberikan nama kepada Nabi SAW  sebagai tempat perlindungan  mahluk selain Allah . Hal itu jelas keliru dan bertentangan dengan ayat  Allah :
اسْتَجِيبُوا لِرَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ مَا لَكُمْ مِنْ مَلْجَأٍ يَوْمَئِذٍ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَكِيرٍ
Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu).[6]
Doktor Abd  Aziz Muhammad Alu Abd Lathif   berkata:
وَرُبَّمَا عَوَّلَ أُوْلَئِكَ الصُّوْفِيَّةُ عَلَى الْخَبَرِ الْمَوْضُوْعِ : لَوْلاَكَ لمَاَ خَلَقْتُ اْلأَفْلاَكَ(10)
Terkadang ahli tasawuf  itu berpegangan kepada  hadis palsu :
Seandainya  tiada engkau ( Muhammad ) maka  Aku ( Allah ) tidak akan menciptakan bintang – bintang ( atau alam ) .
. Perhatikanlah , dan pikirkan , bandingkan  dengan  perkataan  kaum kafir zindiq  dari kalangan ahli tasawwuf seperti al hallaj  yang berkata :

إِنَّ لِلنَّبِي نُوْراً أَزَلِيًّا قَدِيْماً كَانَ قَبْلَ أَنَّهُ يُوْجَدُ اْلعَالَمُ، وَمِنْهُ اِسْتَمَدَّ كُلُّ عِلْمٍ وَعِرْفَانِ ؛ حَيْثُ أَمَدَّ اْلأَنْبِيَاءَ السَّابِقِيْنَ عَلَيْهِ..
Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW  punya  cahaya azali  yang dulu sebelum alam di ciptakan . dari cahaya itu  seluruh ilmu dan ma`rifat di keluarkan . Cahaya itulah yang memberikan bantuan kepada para nabi yang dahulu .

وَكَذَا مَقَالَةُ ابْنِ عَرَبِي الطَّائِي أَنَّ كُلَّ نَبِيٍّ مِنْ لَدُنْ آدَمَ إِلَى آخِرِ نَبِيٍّ يَأْخُذُ مِنْ مِشْكَاةِ خَاتَمِ النَّبِيِّيْنَ

Begitu juga perkataan Ibnu Arabi
 Atthoi :  Sesungguhnya  setiap nabi mulai dari Nabi Adam sampai akhir nabi  selalu mengambil berkah dari tempat lampu pemungkas para nabi 


[1] Al Haj 18
[2] Al ahqaf 4
[3] Majmuk  juz 20 / 211
[4] Majmuk fatawa karya Ibnu Taimiyah  juz 20.
[5] HR Bukhori  1563
[6] Syura 47
Artikel Terkait

4 komentar:

  1. Saya harap artikel ini dibaca oleh yang berkomentar duluan (Muhammad Irfan). Mohon Pak Ustaz memberitahukan kepada Mas Irfan agar ini dibaca karena sangat gawatnya.

    Semoga rahmat Allah bersama ustaz.

    Ade Malsasa Akbar
    nb: Pak Ustaz yang saya hormati, tolong perbaiki tata bahasanya agar tulisannya lebih mudah dibaca. Terutama penulisan "di ciptakan" dsb. yang semestinya ditulis "diciptakan". Maaf dan terima kasih.

    BalasHapus
  2. Mas Mantap, oh y mas aku ingin tannya ini sangat penting dan paling utama yang harus aku pelajari
    pertanyaannya

    Apa yang di ajarkan Rasulullah SAW sebelum adanya Shalat ?
    Dan Bagaimana amal ibadah Rasulullah dan sahabat sebelum ada Alquran turun dan Shalat diadakan?
    Mengapa Shalat Dzuhur,Ashar suara di rendahkan
    Magrib,isya,Subuh , di keraskan?
    dan siapakah lebih mengenal Allah Ibnu Taimiyah atau Nabi Muhammad?

    BalasHapus
  3. UNtuk muhibbin
    Pertanyaanmu banyak, saya sibuk sekali.Maaf tidak saya jawab.Saya menjawab tidak gegabah tapi harus di kaji total, mulai hadis, ayat dan bagaimana komentar ulama dll.

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan