Al Qur an digital

Senin, Agustus 15, 2011

RUKUN WUDHU YANG SALAH TOTAL

Waktu masih kecil bukan waktu besar  , saya pernah di ajari  rukun wudhu , salah satunya mengusap sebagian kepala  bukan seluruhnya, lalu saya mengusap sebagian kepala pada setiap wudu baik akan  salat atau wudhu biasa . Cara ini karena lebih ringan  dan kepala  tidak basah seluruhnya tapi sebagian kepada masih kering .
Saya juga menjumpai bahkan sering melihat kebanyakan orang berwudhu  ketika mengusap kepala mengusap sebagiannya saja  tidak seluruhnya .
Sampai sekarang  , saya dan orang – orang juga mendengar  banyak guru perempuan atau lelaki yang mengajari wudhu dengan  mengusap sebagian kepala bukan seluruhnya . Inna lillah
Ibu , mbah , paman – paman saya juga menjalankan seperti itu ,  begitu juga masarakat dan santri di kebanyakan  pesantren salafiyah NU  bukan  salafy yang menganut aliran Saudi bukan Mesir . Dari kalangan Mahasiswa , sampai dosennya yang ahli bid`ah  yang pernah  saya lihat juga begitu dan tidak mengusap seluruh kepala tapi sebagian kepala bagian muka  sekalipun tiga rambut cukup nauudzu billah . Inilah kekeliruan bukan kebenaran dan amaliyah sesat menyesatkan yang sulit di hilangkan dan mudah di budayakan .
Bila di tanya mana dalilnya , akan di jawab : Jangan tanya dalil , kamu nanti seperti wahabi , Muhammadiyah , Darul hadis , salafy . Masing – masing kita ini sudah punya dalil sendiri .
Hatiku berkata : Ya punya dalil , tapi keliru dan benarnya kamu tidak tahu.
Alasan ini di lakukan kalangan santri , pelajar umum , orang awam ,kiyai juga mahasiswa umum atau IAIN dan sebagian dosennya . Ini alasan yang keliru  sekali bukan setengah benar persis dengan alasan penentang risalah di masa lalu yang memandang kaum mukmin atau sahabat nabi sebagai kaum sesat . Juga di pakai alasan orang sekarang.Allah berfirman :
  وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَؤُلَاءِ لَضَالُّونَ(32)وَمَا أُرْسِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِينَ
 .Dan apabila mereka melihat orang-orang mu'min, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat",padahal orang-orang yang berdosa itu tidak diutus  untuk penjaga bagi orang-orang mu'min.[1]
Di ayat lain , Allah berfirman :
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ ءَامَنُوا لَوْ كَانَ خَيْرًا مَا سَبَقُونَا إِلَيْهِ وَإِذْ لَمْ يَهْتَدُوا بِهِ فَسَيَقُولُونَ هَذَا إِفْكٌ قَدِيمٌ
Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: "Kalau sekiranya dia (Al Qur'an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: "Ini adalah dusta yang lama".[2]

Ada yang menjawab : Ini ajaran kiyai , guru – guru pesantren , imam Syafii juga begini , kamu tidak bisa baca kitab saja .
Komentarku ( Mahrus ali )
Jawaban seperti itu persis dengan jawaban penentang risalah di masa lalu  sebagaimana  ayat Allah :
فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا هَذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُرِيدُ أَنْ يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةً مَا سَمِعْنَا بِهَذَا فِي ءَابَائِنَا الْأَوَّلِينَ(24)
Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. Mukminun 24

فَلَمَّا جَاءَهُمْ مُوسَى بِآيَاتِنَا بَيِّنَاتٍ قَالُوا مَا هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُفْتَرًى وَمَا سَمِعْنَا بِهَذَا فِي ءَابَائِنَا الْأَوَّلِينَ(36)
Maka tatkala Musa datang kepada mereka dengan (membawa) mu`jizat-mu`jizat Kami yang nyata, mereka berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang dibuat-buat dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu". Qasas 36
Rasulullah  sendiri yang menyampaikan masih di anggap dusta apalagi Mahrus ali . Ya memang begitulah orang yang ngaku benar ,tidak mau dalil .Bila di sampaikan  dalil , malah menjawab , kamu hanya baca kitab terjemahan dan kamu tidak bisa baca kitab arab saja . Jawaban ini persis dengan jawaban penentang risalah di masa lalu  sbb :
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ ءَامَنُوا لَوْ كَانَ خَيْرًا مَا سَبَقُونَا إِلَيْهِ وَإِذْ لَمْ يَهْتَدُوا بِهِ فَسَيَقُولُونَ هَذَا إِفْكٌ قَدِيمٌ
Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: "Kalau sekiranya dia (Al Qur'an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: "Ini adalah dusta yang lama".[3]
Imam Syafii juga melarang  jawaban seperti itu . Beliau berkata :

لَا تُقَلِّدْ دِينَك الرِّجَالَ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَسْلَمُوا مِنْ أَنْ يَغْلَطُوا .
Dalam masalah agama,jangan ikut orang , sebab  mereka mungkin juga salah . [4]
Ali ra  berkata :
مَا كُنْتُ لِأَدَعَ سُنَّةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِقَوْلِ أَحَدٍ *
Aku  tidak akan meninggalkan sunah Nabi  S.A.W.    karena  perkataan orang “. [5]
Mengusap sebagian kepala ketika  wudhu itu menyalahi dalil bahkan tidak punya dalil  dan itu sekedar pendapat yang di agamakan bukan agama  di buat pendapat  . Ini kekeliruan  bukan kebenaran  dan sesat sekali juga tidak mungkin benar. Ikutilah ayat :
وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ
dan sapulah kepalamu

Lalu mengapa  di artikan usaplah sebagian kepalamu . Ini arti yang di lakukan oleh ahli bid`ah di manapun dan kapanpun dan mereka bela mati – matian seperti orang tidak punya akal . Jadi kebenaran di tolak dan kekeliruan di bela. Lalu mengapa kamu tidak mencuci sebagian mukamu atau sebagian tanganmu saja  , tidak sampai ke siku . Wudhu itu  harus mengikuti tata cara Rasul dalam berwudhu , jangan tidak mau dengan tuntunan Rasul lalu mengambil ajaran  golongan atau ormasnya . Itu Itu namanya beriman kepada kiyai dan guru  , kufur kepada  utusan Allah . Hadisnya sbb :
ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ حَتَّى ذَهَبَ بِهِمَا إِلَى قَفَاهُ ثُمَّ رَدَّهُمَا إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي بَدَأَ مِنْهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ *
Lantas Rasul  menyapu kepalanya dengan kedua tangannya dari muka ke belakang dan dari belakang kemuka , lalu mencuci kedua kakinya .[6]ِ
 ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فَمَسَحَ رَأْسَهُ فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ مَرَّةً وَاحِدَةً
LantasRasul memasukkan  tangannya ke bejana lalu  menyapu kepalanya dari muka  ke belakang dan dari belakang ke muka sekali .[7]
           Imam Syaukani  berkata  : “Wajib  menyapu seluruh kepala dalam bewudlu  menurut kebanyakan ulama ~ ahlul bait, Imam Malik ( Guru Imam Syafii dan sesepuh  ulama Madinah serta pelopor madzhab Maliki ) , Imam Al Muzani ( murid Imam Syafii  yang di anggap sebagai komentator madzhab Syafii ‎) Al –Jubai , Ibnu Aliyah dan salah satu riwayat Imam Ahmad bin Hambal . Bahkan Imam  Abu Hanifah  menyatakan  tidak sah wudu orang yang  menyapu kepala bagian muka saja tapi menurutnya harus  sampai  seper empat nya.[8]
Komentarku ( Mahrus ali )
Pendapat  Abu hanifah ini  juga tanpa  dalil dan menyesatkan .
 Ibnul Qayyim Al Jauzi berkata;   ``Rasulullah SAW  menyapu seluruh kepalanya dalam berwudu  . Terkadang dengan  cara  menyapu bagian muka kepala dengan kedua tangan nya sampai ke belakang lalu dari  belakang  kepala di kembalikan lagi ke bagian mukanya  . Atas dasar inilah hadis yang menyatakan bahwa Rasul  menyapu kepala dalam berwudu dua kali  dan  itulah maksudnya. Menurut hadis yang sahih  ,Rasulullah SAW  tidak pernah  menyapu kepalanya dua  atau tiga kali , tapi  cukup sekali ``  Sekalipun  anggauta  lain di basuh secara terulang. Hadis yang menyatakan bahwaRasul  menyapu kepala  tiga kali  diriwayatkan oleh Ibnul bil manni  yang tidak bisa di buat pedoman karena beliau dan ayah nya adalah perawi lemah“.[9]

 

12 Feb 2011
Apalagi arkanul wudhu` yang keliru , lihat saja salah satu rukun wudhu` adalah mengusap sebagian kepala sekalipun tiga helai rambut . mana dalilnya ? Tiada dalil yang mengesahkannya dan menyalahi tuntunan . Rasulullah SAW sendiri ketika ...
13 Apr 2011

Syiah hobi maulid dan tawassul; Pujaan tokoh syi`ah dlm diba`; Kesalahan dlm wudhu. CD ke VI :PENGAJIAN DI LUBUKLINGGAU, Daftar isi: 1. Thola`al badru alaina bukan untuk sambut rasul. 2. Dalil-Dalil tahlil dari kiyai ahli bid`ah dan ...
07 Nov 2010
Kesalahan dlm wudhu. CD ke VI :PENGAJIAN DI LUBUKLINGGAU, Daftar isi: 1. Thola`al badru alaina bukan untuk sambut rasul. 2. Dalil-Dalil tahlil dari kiyai ahli bid`ah dan jawaban. K Nasiruddin dari Malaysia.3.Komentar Syafii ...


[1] Al Muthoffifin 32 - 33
[2] Al Ahqof 11
[3] Al Ahqof 11
[4] Majmuk fatawa karya Ibnu Taimiyah  juz 20.
[5] HR Bukhori  1563
[6] Buhkhori/ wudu/185. Muslim / Taharah /335.Tirmizi/ Taharah /32.Nasai/Tharah /97. Abu Dawud /Taharah /118. Ibnu Majah /Tharah /434.
[7] Bukhori / Wudu / 186
/[8]  Nailul author ,halaman  183\1
[9]  Zaadul ma` ad 193 juz 1
Artikel Terkait

20 komentar:

  1. Assalamualaikum war., wab.

    Kesalahan seperti ini tidak hanya dalam berwudhu, dalam kaifiat sholatpun banyak bid'ahnya dari mulai melafazkan niat sampai mengusap wajah setelah salam, ada yang dikorupsi, ada yang di mark-up. Pasti yang demikian ini akan menjadi penduduk neraka karena sholatnya tertolak, alhasil belum pernah sholat.
    Aku tidak bisa bahasa Arab, tidak bisa membaca huruf arab gundul. Maka untuk memahami Alquran sebagai petunjuk hanya melalui terjemahan atau tafsir yang sudah ada. Hanya sayang terjemah maupun tafsir yang beredar di masyarakat tidak sepenuhnya benar. Dalam hal ini bukan ayat Alquran yang salah tetapi pemahaman manusianya yang keliru atau belum sampai.
    Contohnya ; 1. Pada QS.2;102, terdapat Malaikat Harut dan Marut dari Babilon yang mengajarkan sihir pada manusia.
    Benarkah terjemahan itu ?. Aku sejak SD diajari nama-nama Malaikat, tidak ada malaikat Harut dan Marut.
    2. Dari sejak dahulu sampai sekarang menyatakan bahwa Adam adalah manusia pertama yang diciptakan ALLAH. Benarkah ?. Padahal ada surat An-Nissa yang menunjukan bahwa manusia pertama yang diciptakan ALLAH adalah seorang wanita.
    3. Dalam terjemah maupun tafsir tidak ada yang bicara planet, ataupun kehidupan di planet. Padalah dalam Alquran banyak petunjuk bahwa ada 7 planet yang beredar di atas orbit Bumi.
    4. Dalam QS.24/33 yang artinya ; ..............
    ....dan budak-budak yang kamu miliki...........
    .... Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu melakukan pelacuran, sedang mereka....
    .... Barang siapa memaksa mereka, maka sesungguhnya ALLAH Maha pengampun lagi Maha Penyayang.
    Ini adalah contoh kekeliruan yang fatal, yang sangat menghina kepada ALLAH bahwa ALLAH akan mengampuni orang yang memaksa budaknya melacur.
    Hal ini terjadi karena keliru dalam menerjemahkan "mimmaa malakat aimaanukum" yang diterjemahkan dengan budak-budak, seharusnya 'dari yang dimilki tatahukummu' yaitu para remaja dalam keluarga.
    Begitu pula "fatayaatikum" diartikan budak-budak wanita, seharusnya 'lajang' atau gadis-gadis dalam keluarga.
    5. Dan masih banyak pengetahuan yang tidak timbul karena karena terjemahan ataupun tafsir yang kurang tepat.
    Karenanya melalui rubrik ini aku sangat mengharapkan ada yang berani memperbaiki terjemahan yang beredar di masyarakat, sehingga tidak ada lagi terjemahan yang keliru atau kurang tepat.

    Nashru minallahi wa fathun qoriib
    Wassalamu alaaikum war., wab.

    BalasHapus
  2. Keterangan yang jelas akan saya tampilkan di blog insya Allah . Tunggulah

    BalasHapus
  3. jgn suka mengatakan orang sesat bossss. entar lhow sendiri disesatkan oleh allah, apalagi yang u sesatkan imam abu hanifah.brapa sih low karang kitab baru braninya menyesatkan orang.naudzubillah

    BalasHapus
  4. Anda orang awam bukan orang alim. Apa yang di katakan sesat oleh dalil, kita harus mengikutinya, jangan menyelisihinya.

    BalasHapus
  5. Mas mantan..... SUnan KALIJOGO tersesat dari jalan ALLOH SWT nggak mas ? soalnya beliau yang mempelopori ajaran tahlilan.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. assalamualaikum wr wb
      :) maaf jika mengganggu, tapi ijinkan saya memberi saran.... aku pikir tidak ada yang slah dgn tahlilan, tahlilan hanyalah sebuah nama apa bedanya dengan kultum -- kuliah tujuh menit / ceramah dsb -- di dalam tahlil juga bacaan2 yg dianjurkan oleh rosululloh, seperti fatihah, al ikhlas, al falaq, an-nas, tasbih, tahmid, syahadat dll, saya rasa tidak ada masalah dgn itu semua. karena orang dulu(sebelum jwa di islamkan), biasanya ada majlis tapi majlis jahil... lha disitu mulai sunan kali jogo mulai merubahnya sedikit demi sedikit.... daripada kita seperti ini mari kita baca ini (syahadat,al qur'an dsb) sehingga lama2 kelamaan disebut tahlilan... itu hanya cerita singkat saja. jika anda percaya silahkan, tidak juga silahkan.... :D mohon maaf jika ada tutur kata yang kurang berkenan.. wassalamualaikum wr wb

      Hapus
    2. realitanya tahlil untuk kirim pahala setelah kematian 1-7,- 40 persis budaya Hindu, kadang digunakan acara dalam haul. Pada hal haul bukan budaya Islam , tapi kufur yang nyata

      Hapus
    3. berarti intinya boleh, tapi tidak bertepatan dengan yang diatas?....

      Hapus
    4. Tidak boleh, kalau boleh mana dalilnya?

      Hapus
  6. sunan kalijogo (gan si cang) itu menyesatkan, tahayul,khayal,orang bodoh saja yang menganggap ia wali

    BalasHapus
    Balasan
    1. assalamualaikum wr wb.
      maaf, q cuma minta kalo nulis hati2 setiap apa yang kita lakukan pasti akan mendapat balasan........ anda juga kan tidak tahu kalau beliau wali atau bukan karena dari kita semua tidak ada yang pernah bertemu dengan beliau.... jikalau dia benar benar wali bagaimana anda mempertanggung jwabkannya di hadapan Allah! dan bagaimana cara anda minta maaf kepada beliau? mungkin saja anda islam karena jasa dari beliau ini..... karena kita belum tahu sejarah sebenarnya! jika anda masih dengan keyakinan anda silahkan :)! Karena malaikat akan tetap mencatatnya dan tunggu saja sidang Allah :)! saran q jangan mudah menyesatkan orang ya! kita hidup didunia ini sama2 mencari kbenaran saling toleransi lah.
      wassalamualaikum wr wb.

      Hapus
    2. Nilailah dirimu dan orang lain dengan standar Quran dan hadis, jangan perasaan, akal - akalan

      Hapus
    3. :) kita memang harus tetap menilai diri n orang lain dgn standar qur'an dan hadits tapi kita juga harus tetap menggunakan hati, perasaan dan akal kita juga karena itulah yang diajarkan rosululloh.... :)

      Hapus
    4. Tolong carilah artikel saya mulai dulu sanpai sekarang mana yang salah, jangan diam saja, berkatalah dan tulislah komentar. Saya lebih suka dikritisi agar tidak menyesatkan tapi mengarahkan ke jalan yang lurus

      Hapus
    5. apakah semuanya harus ada dalil? saya hanya ingin memastikan saja.

      Hapus
    6. Harus berdalil, lihat ayat 36 Al Isra`. Apakah boleh beribadah tanpa dalil

      Hapus
  7. Kamu Mahrus Ali mana. Kamu Itu Orang Islam atau Penghancur Islam yang sengaja memakai dalil qur'an yang ada relasinya dengan apa yang orang lain bicarakan tanpa melihat dari segi mana atau bagaimana asbabun nuzulnya yang sesuai dengan ayat yang kamu berikan. Apa kamu menguasai cabang- cabang Ilmu yang harus dimiliki oleh seorang mufassir? Mau jadi Snouck Hougro ya!!!!

    BalasHapus
  8. SYETAN ITU JIKA DI BACAKAN AYAT2 ALLAH DAN RASULNYA SELALU MENYANGKAL DAN MENOLAK......

    BalasHapus
  9. syeikhul islam al-muhaddist al-mujaddid mahrus ali.... :D al-buraidhoh :))

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan