Senin, Oktober 31, 2011

Jawabanku untuk Guru Imam Nawawi

Mizan al adil berkata
قَالَ أَبُو شَامَةَ شَيْخُ اْلإِمَامِ النَّوَوَيِ: وَمِنْ أَحْسَنِ مَا ابْتُدِعَ فِي زَمَانِنَا مَا يُفْعَلُ كُلَّ عَامٍ فِي اْليَوْمِ الْمُوَافِقِ ِليوْمِ مَوْلِدِهِ مِنَ الصَّدَقَاتِ وَالْمَعْرُوْفِ وَإِظْهَارِ الزِّيْنَةِ وَالسُّرُوْرِ، فَإِنَّ ذَلِكَ مَعَ مَا فِيْهِ مِنَ اْلإِحْسَانِ ِللْفُقَرَاءِ مُشْعِرٌ بِمَحَبَّتِهِ وَتَعْظِيْمِهِ فِي قَلْبِ فَاعِلِ ذَلِكَ، وَشُكْرِ اللهِ عَلَى مَا مَنَّ بِهِ مِنْ إِيْجَادِ رَسُوْلِهِ الَّذِي أَرْسَلَهُ رَحْمَةً ِللْعَالَمِيْنَ، هَذَا كَلاَمُهُ.

     Al imam Abu Syamah – guru Imam Nawawi berkata : Termasuk bid`ah yang terbaik di zaman kita ini apa yang di lakukan pada hari yang bersamaan dengan hari kelahiran Nabi   dengan memberikan sedekah , kebaikan , menampakkan pakaian yang baik  dan gembira / Sesungguhnya hal itu dengan berbuat baik kepada kaum fakir akan  memberikan rasa cinta dan mengagungkan nabi dalam hati pelakunya  , lalu bersukur kepada  Allah atas terwujudnya Rasulullah   yang di utus  sebagai rahmatan lil alamin ……………… inilah perkataannya .

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Siapakah yang memerintahkan untuk berbuat sepertri itu . Tunjukkan  hadis yang menyatakan tanggal kelahiran Nabi 
Seluruhnya tidak memiliki dalil dari hadis sahih baik tanggal atau bulannya . Jadi kelahiran Nabi   tidak di ketahui  pada bulan  atau tanggal berapa .
Al albani menyatakan : Menghususkan bulan Rabiul awal dengan membaca  kisah maulid  adalah bid`ah yang mungkar , harus di buang dan di larang .
Karena  itu , ketika Imam Nawawi memperbolehkan baca maulid pada bulan itu  dalam syarah Muslim  lalu menyatakan , Ibnu Maslamah al Maliki  tidak suka padanya , barang  kali  beliau belum menjumpai hadis tsb
Al bani menyatakan  : Jauh sekali . paling  tepat adalah hadis tsb telah  di ketahui  tapi pahamnya tidak sebagaimana  Nawawi dan lainnya  . Sungguh  kami telah menjelaskan yang benar  dalam masalah itu menurut kami . 
 Rasulullah   wafat pada bulan Rabiul awal 11 H .

Ibnu Taimiyah berkata :
وَأَمَّا اتِّخَاذُ مَوْسِمٍ غَيْرِ الْمَوَاسِمِ الشَّرْعِيَّةِ كَبَعْضِ لَيَالِي شَهْرِ رَبِيعٍ الْأَوَّلِ الَّتِي يُقَالُ : إنَّهَا لَيْلَةُ الْمَوْلِدِ أَوْ بَعْضِ لَيَالِيِ رَجَبٍ أَوْ ثَامِنَ عَشَرَ ذِي الْحِجَّةِ أَوْ أَوَّلِ جُمْعَةٍ مِنْ رَجَبٍ أَوْ ثَامِنِ شَوَّالٍ الَّذِي يُسَمِّيهِ الْجُهَّالُ عِيدَ الْأَبْرَارِ فَإِنَّهَا مِنْ الْبِدَعِ الَّتِي لَمْ يَسْتَحِبَّهَا السَّلَفُ وَلَمْ يَفْعَلُوهَا وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ .

  Mengadakan peringatan di musim tertentu  yang di luar syariat  seperti sebagian malam  bulan Rabiul awal  yang konon  malam maulid  atau sebagian malam bulan Rajab  atau tgl 18 bulan Dzul hijjah atau permulaan jumat bulan Rajab atau tgl 8 Syawal yang di beri nama sebagai hari raya orang baik . Seluruhnya itu termasuk bid`ah yang tidak disunahkan oleh kalangan salaf , dan mereka  tidak menjalankannya  . Wahhu subhanhu wa taala a`lam . [1]

وَلَوْ كاَنَ هَذَا خَيْرًا مَحْضًا ، أَوْ رَاجِحًا لَكَانَ السَّلَفُ رَضِيَ الله عَنْهُمْ أَحَقَّ بِهِ مِنَّا ، فَإِنَّهُمْ كَانُوا أَشَدَّ مَحَبَّةً لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَعْظِيْمًا لَهُ مِنَّا ، وَهُمْ عَلَى الْخَيْرِ أَحْرَصَ .
Seandainya mengadakan maulid ini murni kebaikan atau paling banyak baiknya  maka kaum salaf radhiyallohu anhu akan lebih berhak dari pada kita . Sebab mereka paling cinta kepada Rasulullah SAW  dan paling mengagungkan dari pada kita . Mereka  lebih senang kepada kebaikan . [2]




[1] Majmu` fatawa libni Taimiyah 107 /6
[2]  Iqtidhous shiratil mustaqim  84/2
Artikel Terkait

4 komentar:

  1. Maulid = kelahiran = natal. Benarkah demikian, Pak Ustaz?

    BalasHapus
  2. blog ini sangat meremehkan Ulama - ulama besar.

    BalasHapus
  3. UNtuk Blodat
    Bila ulama salah, lalu dibiarkan ber arti menghormat ulama? Tapi bila di luruskan kesalahan tersebut ber arti menghina mereka?.
    Ini adalah kebodohan, bukan atas dasar ilmu dan emosional sekali bukan atas dasar akal yang sehat tapi akal yang sakit selesma.

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan