Sabtu, Oktober 22, 2011

Pemberontak LIbia menggunakan hukum setan tentang tawanan


REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI - Tak berlebihan jika Komisi Tinggi PBB untuk Hak Azasi Manusia menyerukan penyelidikan atas meninggalnya pemimpin Libya, Muammar Qaddafi. Sama seperti ayahnya, anak Qaddafi bernama Mutassim juga ditangkap dalam keadaan hidup dan sehat sebelum dinyatakan tewas.

Dalam sebuah foto yang beredar luas di internet, dia duduk bersandar dinding. Anak kelima Qaddafi ini mengenakan pakaian bernoda darah, tetapi tidak tampak terluka parah.

Ia bahkan tampat sedang menikmati rokok di yang terselip di jemari kirinya, dan sebotol air minum di tangan kirinya.

Namun, gambar yang diambil beberapa menit kemudian menunjukkan, dia tergeletak mati di tandu, ditembak di leher dan dadanya.

Luka terlihat di leher Moutassim dan pakaiannya berlumuran dengan darah.
Rangkaian foto ponsel menimbulkan pertanyaan mengganggu tentang kematian Mutassim pada hari Kamis.

Awalnya, para pejabat mengatakan pria 34 tahun itu tewas dalam baku tembak di Sirte. Namun, foto yang beredar menunjukkan hal berbeda. Ia memang ditangkap hidup-hidup, tapi peristiwa yang menyebabkan kematiannya masih belum jelas.

Mutassim adalah penasehat keamanan nasional ayahnya, meskipun ia pernah mendalangi kudeta yang gagal terhadap Gaddafi di masa mudanya.

Ia menikmati gaya hidup mewah di Tripoli, dan mantan pacarnya, Talita van Zon,menyatakan ia menghabiskan 1,3 juta pounsterling untuk membiayai gaya hidupnya tiap bulan.

Model glamour Belanda ini mengatakan ia terbang ke St Barts di Pulau Karibia  setiap Natal dengan teman-temannya untuk bersantai bersama Mutassim. Ia juga mengundang penyanyi seperti Beyonce dan Mariah Carey untuk menyanyi di pesta-pestanya, di mana para tamu termasuk Jon Bon Jovi, Lindsay Lohan, dan rapper Jay-Z hadir.

Van Zon melarikan diri dari Libya dengan kapal kemanusiaan ke Malta pada Agustus setelah ia mengklaim tentara pemberontak telah mengancam untuk membakarnya hidup-hidup.
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Daily Mail

Saya tidak  mengerti peperangan yang terjadi di Libia antara sesama muslim atau sesama kafir . Pihak pemberontak didukung oleh Yahudi dan barat . Dan pihak Gaddafy adalah ingin mengembalikan pemerintahan komunisme . Pihak pemberontak berperangpun  bukan untuk mendirikan Islam , tapi negara yang harus rela dengan kepentingan Yahudi barat.
Bila peperangan  sesama muslim maka mereka harus mengikuti ayat ini :

وَإِن طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِن بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِن فَاءتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
49.9. Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
Setahu  saya , tawanan kafir yang berada disisi Rasulullah SAW  tidak pernah di aniaya atau di bunuh . Beliau mengikuti ayat ini :
فَإِذا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِ حَتَّى إِذَا أَثْخَنتُمُوهُمْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَ فَإِمَّا مَنّاً بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاء حَتَّى تَضَعَ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا ذَلِكَ وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَانتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَكِن لِّيَبْلُوَ بَعْضَكُم بِبَعْضٍ وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَلَن يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ   
47.4. Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.
Jadi tawanan itu di bebaskan atau di suruh bayar tebusan untuk di bebaskan , Jangann di aniaya seperti Gaddafi.
Artikel Terkait

2 komentar:

  1. mungkin gadafi , dll, dibunuh sbg qisos atas kejahatan mereka, nyawa dibayar nyawa,,

    BalasHapus
  2. Rasul pernah menaklukkan kota Mekkah , tapi pimpinan di mekkah dan rakyatnya di maafkan . Kisas itu atas intruksi imam muslimin setelah melalui persidangan .Wallohu a`lam

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan