Sabtu, November 26, 2011

Kirab pusaka Surakarta kufur dan syirik


Ribuan Warga Solo Saksikan Kirab 1 Suro
Nasional / Minggu, 27 November 2011 04:34 WIB

Metrotvnews.com, Surakarta: Ribuan warga Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, tumpah ruah menyaksikan Kirab 1 Suro Wawu 1945 kalender Jawa, yang diselenggarakan oleh Keraton Kasunanan Surakarta pada Minggu (27/11) dini hari.

Berdasarkan pantauan di ruas jalan Slamet Riyadi di kawasan Gladak pukul 00.15 WIB, warga dengan khidmat menyaksikan prosesi kirab di tepian jalan raya ,hingga merangsek ke separuh badan jalan.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun ikut memenuhi tepian jalan raya, untuk menyaksikan prosesi kirab yang diikuti oleh puluhan pusaka keraton dan tujuh ekor kerbau Kyai Slamet tersebut.

Rombongan kirab 1 Suro tersebut juga diikuti ratusan abdi dalem yang berjalan kaki mengenakan beskap bagi para pria dan kebaya bagi abdi dalem wanita.

Para warga pun juga terlihat memenuhi jalanan yang menjadi rute yang dilewati oleh rombongan kirab yang terdiri dari pihak keraton dan abdi dalem tersebut yakni mengelilingi tembok Keraton Kasunanan-Gladak-Loji Wetan-Pasar Kliwon-Gajahan-Nonongan-Gladak-Keraton.

Banyaknya warga yang ingin menyaksikan pergelaran tahunan ini pun mendapatkan pengamanan dari aparat kepolisian resor kota setempat dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Sebelumnya, Wakil Ketua Panitia Acara Kiran Malam 1 Suro Keraton Surakarta, KRMH Satrio Hadinagoro, mengatakan hanya tujuh ekor kerbau Kyai Slamet yang diikutkan dalam kirab agar pengaturannya dapat lebih dioptimalkan oleh penyelenggara.

"Sebenarnya, Keraton memiliki 24 ekor kerbau 'bule' yang setiap harinya berada di kompleks Alun-Alun Selatan Keraton Kasunanan," kata dia.(Ant/DNI)
Yogyakarta, Seruu.com - Menyambut datangnya tanggal 1 Suro Wawu 1945 (kalender Jawa) atau 1 Muharram 1433 Hijriah (Kalender Islam) yang jatuh pada Minggu (27/11), Keraton Surakarta akan kembali menggelar upacara adat kirab pusaka keraton. Kebo bule Kyai Slamet kembali akan memimpin jalannya kirab yang rencana digelar Sabtu (26/11), tengah malam.
"Pusaka dan Kyai Slamet akan mulai dikirab keliling keraton pada Sabtu pukul 00.00. Kirab tahun ini tak jauh beda dengan tahun sebelumnya, hanya saja ada festival di pagelaran keraton sebelum hari H,” kata KRMH Satriyo Hadinagoro, Wakil Ketua Panitia kirab saat jumpa pers di Keraton Surakarta, Jumat (25/11/2011). Festival yang dimaksud adalah pameran keris yang mulai digelar malam ini sekitar pukul 19.00 hingga besok, Sabtu (26/11/2011).
Jumlah pusaka yang akan dikirab sama seperti tahun lalu yakni 10 buah. Namun pusaka apa saja dan namanya apa, Satriyo enggan menyebutkannya kepada publik dengan alasan tak etis. “Pusaka keraton kan sakral, jadi maaf tak bisa disebutkan namanya karena tak etis. Yang jelas ada sepuluh pusaka yang akan dikirab,” katanya. Belajar dari tahun lalu, untuk tahun ini, pengaman kirab akan lebih ditingkatkan.
Hal itu untuk mencegah terjadinya kesemrawutan penonton yang kadang tak tertib. Sejak pukul 18.00, jalan di sekitar keraton akan ditutup untuk umum dan steril dari kendaraan. KP Winarso Kusumo, anggota panitia lainnya menambahkan, masyarakat umum boleh mengikuti kirab. Syaratnya adalah mengenakan pakaian sesuai syarat keraton yakni memakai pakain Jawa lengkap dengan belangkon. “Silahkan masyarakat ikut, asalkan pakaiannya menyesuaikan,” katanya.
Winarso menambahkan, Kirab pusaka 1 Sura dimulai dari dalam Keraton menuju Gladag lantas ke daerah Pasar Kliwon. Kemudian menuju ke Gading dan seterusnya sampai daerah Gemblegan. Dari situ, rombongan pusaka lalu ke arah utara sampai Nonongan kemudian melewati Jalan Slamet Riyadi, dan akhirnya masuk kembali lewat Gapura Gladag ke Alun-alun utara. “Arah itu disebut Pradaksina,” katanya. [ndis]
Rating artikel: Belum ada rating
Sumber: http://www.seruu.com/galeri-foto/galeri-foto-internasional/artikel/jelang-1-syuro-keraton-persiapkan-kirab-pusaka
Komentarku ( Mahrus ali ):
SURAKARTA- Puncak perayaan malam Satu Suro di Keraton Surakarta  diwarnai dengan kirab budaya. Minggu (27/11/2011), tepat pukul 00.00 WIB kerbau dan senjata pusaka kerajaan diarak mengelilingi kompleks istana dan sebagian kota.

Ribuan masyarakat tumpah ruah di jalan menyambut kirab pusaka Keraton Surakarta tersebut untuk mengalap berkah dari ritual ini. Kirab pusaka tahun ini diikuti tujuh  ekor kerbau bule keturunan Kiai Slamet. Kerbau tersebut  merupakan kerbau bule pusaka keraton.

Kirab dimulai dari Kori Kemandungan Keraton Surakarta. Kerbau pusaka keturunan  Kyai Slamet diberi sesajen dan makanan. Masyarakat memenuhi halaman keraton  berharap dapat mengambil sisa sesajen dari sang kerbau.

Arak-arakan kerbau pusaka mulai diarak melewati alun-alun utara keratin, Bundaran Gladak  dan mengelilingi kompleks tembok keraton hingga ke jalan Slamet Riyadi.

Masyarakat  dari berbagai wilayah di Surakarta telah menanti jalannya kirab. Mereka berharap dapat mengambil kotoran yang dikeluarkan Kyai Slamet  yang dipercaya mampu mendatangkan berkah bagi yang meyakininya.

Seperti diketahui, prosesi kirab ini dilangsungkan setiap tahun  dalam rangka menyambut tahun baru Muharam atau dalam tradisi Jawa disebut bulan Suro. Bulan suro dalam kepercayaan kejawen  memiliki nilai mistis yang tinggi  karena pada tanggal ini  masyarakat percaya, para dewa sedang punya hajatan. Maka tidak ada satu orangpun  yang berani mengadakan hajatan di bulan ini.

Sekitar pukul 01.30 WIB kirab berakhir di halaman Keraton.
(Septyantoro Aji Nugroho/Sindo TV/ugo)
Komentarku ( Mahrus ali ):
Dalam artikel itu terdapat keterangan sbb:

Masyarakat  dari berbagai wilayah di Surakarta telah menanti jalannya kirab. Mereka berharap dapat mengambil kotoran yang dikeluarkan Kyai Slamet  yang dipercaya mampu mendatangkan berkah bagi yang meyakininya.

Seperti diketahui, prosesi kirab ini dilangsungkan setiap tahun  dalam rangka menyambut tahun baru Muharam atau dalam tradisi Jawa disebut bulan Suro. Bulan suro dalam kepercayaan kejawen  memiliki nilai mistis yang tinggi  karena pada tanggal ini  masyarakat percaya, para dewa sedang punya hajatan. Maka tidak ada satu orangpun  yang berani mengadakan hajatan di bulan ini.

Komentarku ( Mahrus ali ):
  Inna lillah wa inna ilaihi rajiun , sampai segitu kebodohan umat ini tentang ajaran Islam. Mengambil berkah dari kotoran itu bukan ajaran Islam tapi kufur, tinggalkanlah dan jangan di lestarikan atau di budayakan. Ini namanya menyebar kesyirikan yang di kehendaki setan dan di benci Allah  untuk mematikan tauhid. Ingatlah ayat:
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( Yunus 107 )
 Apalagi keris dan pusaka lain yang di percaya punya keramat yang bisa mengarah kepada kekufuran dan kesyirikan.
Artikel Terkait

5 komentar:

  1. Inna lillaahi wa inna ilaihi roji'un. Alangkah beratnya kesyirikan yang terjadi di kota surakarta itu. betapa murkanya Alloh melihat apa yang diperbuat oleh hamba-hambanya yang melampaui batas itu. Jika ingin selamat dari bencana dan murka Alloh tinggalkan saja kota itu karena arena kesyirikannya sangat parah. Allohu musta'an.

    BalasHapus
  2. benar-benar kesyirikan yang mendarah daging bahkan didalangi oleh penguasa/raja. inna lillaahi wa inna ilaihi roji'un. jika ingin selamat maka keluarlah dari kota itu karena suatu saat akan turun adzab Alloh kepada mereka. Na'udzu billah wa nasta'in billahi min dzalik.

    BalasHapus
  3. Bagus sekali, jazakallohu khaira

    BalasHapus
  4. Innalillahi wa innaillaihi raji'un. Saya sangat bersyukur lahir di kalangan muslim yang tidak ikut-ikutan haul, kirab, dan selamatan. Saya sangat bersyukur bisa menemukan blog Pak Mahrus.

    BalasHapus
  5. اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ
    (Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun)
    Kenapa dilestarikan dan dibudayakan? Bukankah Ini namanya menyebar kesyirikan yg di kehendaki setan?

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan