Jumat, Januari 13, 2012

Gus Mus perlu diingatkan

Gus Dur Terbang lewat Cahaya Suara
Jumat, 13 Januari 2012 | 21:06 WIB
Dibaca: 5,148

Arif Khunaifi
Santri Ma’had TeeBee Indonesia
arifkhunaifi@yahoo.co.id
Sudah beberapa hari berlalu, tepatnya 2 Januari 2012 lalu saat KH A Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus, memberikan wejangan di acara Haul Gus Dur kedua yang dihajat di Taman Bungkul Surabaya. Pertanyaan beliau kepada mustami’in masih saya kenang dan rasakan sampai saat ini. Pertanyaan itu adalah, ”mengapa begitu banyak orang yang mencintai Gus Dur?” Kemudian beliau mengemukan jawaban, hal ini karena Gus Dur mencintai manusia. Tanpa memandang suku dan agama. Bahkan terhadap orang yang membencinya sekalipun.
Gus Mus kemudian menjlentrehkan pengalaman beliau saat bersama Gus Dur bertemu seorang pejabat tinggi, lalu pejabat itu menjelek-jelekkan orang yang dianggapnya membenci dan memusuhi Gus Dur. Apa yang dilakukan Gus Dur saat itu? Bukannya beliau mendukung ucapan pejabat tersebut, sebaliknya beliau berusaha menutupi kejelekan orang yang dicemooh.
Dalam kehidupan sehari-hari beliau tidak pernah membatasi jam bertamu yang akan datang ke tempat beliau. Siapapun dia. Suatu saat beliau pernah menemui orang yang datang tetapi hanya ingin melihat wajah beliau. Praktis ada pemandangan lucu jika tamu tidak bicara, hanya melihat saja.
Dalam sejarah, pemakaman tokoh yang banyak dihadiri oleh banyak pelayat adalah Presiden Mesir Gammal Abdul Nasher. Sekitar sepuluh juta. Kemudian Gus Dur yang tidak dapat dihitung, karena sampai detik ini masih mengalir.
Gus Dur, walaupun tanpa mengobral dalil ”Walakod karromna bani Adam” akan tetapi benar-benar memahami bahwa Allah memuliakan bani Adam.
Kemudian Gus Mus juga memberi pencerahan, bahwa pemahaman kaum beragama itu sebagaimana seseorang dalam jenjang pendidikan. Mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi.
Salah satu contoh, orang Islam yang ke mana-mana menyalahkan orang lain, mencari permusuhan, dia masih dalam tahap pendidikan TK atau SD. Kita tidak boleh membenci mereka, tetapi memaafkan dan memperlakukannya dengan baik.
Pada tulisan ini saya ingin menambahkan. Dalam wafatnya, Gus Dur seakan masih hidup. Jargon-jargon, syiiran dan yang berkaitan dengan Gus Dur terus membuncah di masyarakat. Bahkan setiap akan adzan lima waktu, di daerah Surabaya dan sekitarnya diri beliau seakan terbang di atas rumah melalui cahaya suara.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Dalam artikel itu di jelaskan:
Kemudian beliau mengemukan jawaban, hal ini karena Gus Dur mencintai manusia. Tanpa memandang suku dan agama. Bahkan terhadap orang yang membencinya sekalipun.
   Komentarku ( Mahrus ali ):
 Dalam hal ini, GUS Mus masih perlu di ingatkan, bukan di lupakan bahwa seorang muslim itu hidup  sampai mati harus berpegangan kepada al quran  dan hadis  bukan kepada kitab Injil atau lainnya. Jangan sampai tidak berpedoman kepadanya lalu menerangkan sesuatu dengan akal – akalan belaka. Keterangan Gus mus itu katanya dia tidak termasuk  TK dan SD, tapi terkesan kurang paham al quran.
    Seorang muslim jangan sampai mencintai kepada orang dholim sebagaimana ayat:
وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ
Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.Hud 113.
Bacalah lagi disini:
28 Jul 2011

18 Jul 2011
   Apakah Gus mus tidak mengerti bahwa mencintai musuh – musuh Islam, Yahudi itu tidak boleh. Begitu juga kepada orang kafir. Allah berfirman:
 كَيْفَ وَإِنْ يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ لَا يَرْقُبُوا فِيكُمْ إِلًّا وَلَا ذِمَّةً يُرْضُونَكُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ وَتَأْبَى قُلُوبُهُمْ وَأَكْثَرُهُمْ فَاسِقُونَ(8)
Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian).Tobat 8
Baca lagi disini:
26 Jul 2011
Lihat juga ayat:
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ  وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِنَ اللهِ  وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي اْلإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
 Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu'min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. ( Al Fath 29)
Rasulullah SAW  bersabda :
تَرَى الْمُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Kamu lihat kaum mukminin dalam berbelas kasih laksana  satu tubuh  bila satu anggotanya sakit maka seluruh tubuhnya merasakan panas dan berjaga malam. HR Bukhori/ Adab / 6011. Muslim / Bir / 2586. Ahmad / Musnad kufiyin / 17907










Artikel Terkait

10 komentar:

  1. Betulkah Gus Dur mencintai orang yang membencinya sekalipun? pantas mendiang itu dulu pernah memberi gelar kepada sekelompok muslim dengan sebutan "Preman Berjubah" , beginikah bukti cinta seseorang kepada saudaranya?

    BalasHapus
  2. Apakah yang menarik anda adalah membiarkan kesalahan itu menyebar dan di buat pegangan orang

    BalasHapus
  3. saya tidak komentar pakai dalil, tapi perlu di ingat islam bukan hanya Al-qur'an dan Hadist tapi masih ada dasar yaitu ijma' dan qiyas. yang mana ke dua dasar tersebut diterapkan oleh ulama' pendahulu kita sehingga islam tersebar di indonesia. saya tidak peduli apakah NU atau yang lain, tapi kita lihat konsistensi dan cara sudut pandang yang lebih rasional, yang insyaallah kami jalankan
    tidak seprti anda yang katanya mantan ulama yang mengklaim dasar yang harus kita pegang adalah al qur'an dan hadist sementara kata-kata anda selanjutnya juga mengkutip kitab taurat dan injil untuk menjelaskan perilaku seseorang yang dianggap pengikut rosulullah

    BalasHapus
  4. Bacalah lagi, kamu tidak paham, gan.Dan bacalah tentang Ijma` disini:
    MANTAN KYAI NU: Sanggahanku terhadap sang mufti Al Furqan
    29 Okt 2011

    MANTAN KYAI NU: Jawabanku atas artikel Dr. Oemar Abdallah Kemel
    10 Mar 2011

    MANTAN KYAI NU: KEKELIRUAN BULETIN AL ATSARIYAH
    25 Agt 2011

    BalasHapus
  5. wah...apakah benar mksd ayat tsb sesuai dg pertanyaan? hati2 menafsirkan ayat gan cb dibuka pelajaran tafsirnya jangan menafsirkan ayat dengan keinginan sendiri itu namanya memperkosa ayat...ngakunya mantan kyai NU,,,anda NU yg mana?? bukankah team (Sarkub) sd mendatangi agan & bahwa agan bukan golongan NU?

    BalasHapus
  6. Untuk Ken Aroq Silahkan buka kitab - kitab tafsir dan tunjukkan mana yang keliru dari artikel di atas.

    BalasHapus
  7. Ya tinggal dilihat aja, kalau machrus ali mati ntar bisa dilihat banyak ga kira kira yang berkunjung, sejak dulu kok dalil dalil terus, ga maju maju islam kalau begini terus....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk M Arif Hidayat
      Banyak penziarah itu bukan ukuran baik, lihat saja Gus dur pembela kekufuran bukan pembela Islam ternyata banyak penziarahnya. Begitu juga GUs mik yang tiap malam ke diskotik

      Hapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan