Selasa, Juni 12, 2012

Bimbingan setan bukan bimbingan Ustadzah


Di era muslim ada tanya jawab sbb:
Assalamualaikum,

Mbak... Saya mau tanya, dulu saya pernah dekat dengan seorang pria, orangnya baik, tetapi kalau saya perhatikan, ibadahnya kurang, dalam artian dia tidak rajin sholat 5 waktu, hanya sholat jum'at saja, padahal orangtuanya taat beribadah.

Pria tersebut pernah dikhianati berulang kali oleh bekas pacarnya, sehingga dia tidak lagi bisa percaya dengan wanita. Dia bilang dia baru bisa percaya saya kalau saya mau 'having sex before married'. Terus terang, saya takut akan hukumnya berzina, makanya saya selalu menolak permintaan dia. Tetapi... dia malah memutuskan hubungan kita.

Yang ingin saya tanyakan, "Bagaimanakah saya harus membuktikan, bahwa saya tulus menerima dia, tanpa harus 'having sex'. Terus terang saya ingin sekali mengembalikan dia ke jalan yang benar, yang tidak menganggap bahwa SEX bisa membuat hubungan percintaan jadi awet dan membuat dia yakin bahwa dia mau menikahi saya?"

Bagaimanakah menyadarkan dia bahwa berzina itu haram dan hal yang dibenci Allah, saya sayang dia, tetapi saya tidak mau dibenci Allah.
Terimakasih ya Bu atas solusinya,
Wassalamu'alaikum
Tmz
Jawaban:
Assalamu 'Alaikum wr. wb.

Saudari yang sholehah,
Alhamdulillah Allah melindungi anda untuk tidak memenuhi permintaan orang yang anda cintai untuk bermaksiat kepada-Nya dan semoga Allah selalu menjaga anda agar tidak jatuh pada perbuatan zina tersebut. Anda tentu merasa sedih bahwa orang yang anda sukai telah mengalami pengkhianatan yang berulangkali sehingga sampai meminta sesuatu yang tidak masuk akal demi mendapatkan kepercayaan orang yang dicintainya. Perasaan sayang anda kepadanya membuat anda ingin sekali menolongnya agar dapat merubah pola pikirnya yang salah tersebut.

Saya menghargai niat baik anda untuk mengembalikan seseorang kejalan yang benar. Semoga niat itu menjadi amal sholeh anda di mata Allah. Hanya memang tidak mudah untuk merubah seseorang terlebih jika tidak ada niatan orang tersebut untuk merubah dirinya ataupun orang tersebut tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu yang salah. Karena sebuah perubahan yang efektif hanya dapat terjadi dari dalam diri seseorang dan bukan semata dorongan dari luar.

Saran saya jika anda memang menghendaki kebaikan bagi orang tersebut maka pertama yang harus anda benahi adalah keimanannya. Hanya iman yang dapat mencegah seorang dari perbuatan zina itu. Seperti yang anda ceritakan bahwa lelaki tersebut tidak menjalankan perintah agama seperti sholat wajib, maka dekatkanlah dia dengan agama. Dengan dekatnya dia dengan agama maka insya Allah hidayah Allahlah yang kelak akan menuntunnya merubah perilaku dan pola pikirnya yang salah.

Sebagai wanita yang kelak akan dipimpin oleh suami sebagai kepala rumah tangga, maka faktor kedekatan suami dengan agama sangatlah penting demi kebahagiaan anda dalam rumah tangga. Baik buruknya wanita dalam rumah tangganya akan sangat dipengaruhi oleh agama serta akhlak suaminya pula. Oleh karena itu sebaiknya kerusakan seseorang dalam agamanya janganlah dianggap remeh, karena itu faktor utama dalam mencapai kebahagiaan dunia-akherat. Pilihlah pasangan hidup anda sesuai dengan tuntunan dalam agama, dengan demikian anda akan selamat.

Mencintai seseorang memang sesuatu yang indah. Namun ketika kecintaan tersebut membuat kita bermaksiat kepada Allah Yang menganugrahkan cinta tersebut, maka cinta itu bisa menjadi musibah yang menyengsarakan diri kita. Karenanya berhati-hatilah dengan cinta yang anda miliki. Semua cinta di dunia ini fana dan hanya cinta Allah yang selalu kekal selamanya.
Wassalamu 'Alaikum wr. wb.
Rr. Anita W.
Komentarku ( Mahrus ali ):
 Itulah jawaban Rr Anita, seolah benar tapi keliru total. Seolah solusi, malah bikin problem. Solusi menurul akal, problem menurut agama.
Ada kalimat yang perlu di luruskan:  Dia berkata:
. Perasaan sayang anda kepadanya membuat anda ingin sekali menolongnya agar dapat merubah pola pikirnya yang salah tersebut

Komentarku ( Mahrus ali ):
  Seorang wanita Islam itu tidak diperkenankan sayang kepada orang yang tidak menjalankan salat , karena orang yang meninggalkan salat adalah kafir, Lihat saja ayat ini:
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ   الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاَتِهِمْ سَاهُونَ  الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ  وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya. Dan  enggan (menolong dengan) barang berguna.
Di ayat lain, Allah menyatakan:
مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَر  قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّين  وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِين
Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin  Al Mudast tsir 42-44.

Baca lagi disini:

22 Nov 2011

08 Nov 2011

Kita tidak diperkenankan sayang dengan non muslim sebagaimana ayat:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنْتُمْ وَمَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيْلِ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir  Rasul  dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.   Al mumtahinah 1


Apalagi Ustadzah menganjurkan bukan melarang untuk mendekati. Bila maksudnya  di ajak kencan lalu di nasehati, atau ketika berpacaran lalu  di nasehati, maka ini jalan bengkong bukan jalan lurus. Ini bimbingan setan bukan bukan bimbingan seorang ustadzah. Berpacaran atau kencan itu tidak diperbolehkan – jangan di perintahkan. Apakah tidak ingat dengan ayat:
  قلْ لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَايَصْنَعُونَ {30} وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nur: 30,31)

Baca lagi artikel sbb :
24 Apr 2012
04 Jan 2012
07 Mar 2012

19 Apr 2011
Bacalah lagi diblog ke dua : www.mantankyainu2.blogspot.com
Mau telp atau sms: 085852588175. 03140158866. 088803080803.. sms langsung ke laptop 08819386306.
Artikel Terkait

1 komentar:

  1. benar banget ustad, sebagian Besar Dai masih banyak yang menganggap dengan alasan kemaslahatan dakwah dia memperlunak bahasanya,walaupun itu melanggar aqidah,“Katakan yang benar walaupun pahit dan jangan kamu gentar cercaan orang yang mencerca.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman dari shahabat Abu Dzar z. Lihat Al-Misykat, 3/1365)

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan