Senin, Desember 17, 2012

Abuya Dimyati, Keramat dari Barat





Ulama dan guru tarekat yang ‘alim dan wara’ di Banten. Nama lengkapnya adalah KH. Muhammad Dimyati bin Muhammad Amin al-Banteni yang biasa dipanggil dengan Abuya Dimyati, atau oleh kalangan santri Jawa akrab dipanggil “Mbah Dim”.

Lahir sekitar tahun 1925 dari pasangan H. Amin dan Hj. Ruqayah. Sejak kecil Abuya Dimyati sudah menampakan kecerdasan dan keshalihannya. Ia belajar dari satu pesantren ke pesantren lainnya, menjelajah tanah Jawa hingga ke pulau Lombok demi memenuhi pundi-pundi keilmuannya.

Kepopuleran Mbah Dim setara dengan Abuya Busthomi (Cisantri) dan kiai Munfasir (Cihomas). Mbah Dim adalah tokoh yang senantiasa menjadi pusat perhatian, yang justru ketika dia lebih ingin “menyedikitkan” bergaul dengan makhluk demi mengisi sebagian besar waktunya dengan ngaji dan ber-tawajjuh ke hadratillah.

Sebagai misal, siapakah yang tidak kecil nyalinya, ketika begitu para santri keluar dari shalat jama’ah shubuh, ternyata di luar telah menanti dan berdesak-desakan para tamu (sepanjang 100 meter lebih) yang ingin bertemu Mbah Dim. Hal ini terjadi hampir setiap hari.

Para peziarah Walisanga yang tour keliling Jawa, semisal para peziarah dari Malang, Jember, ataupun Madura, merasa seakan belum lengkap jika belum mengunjungi ulama Cidahu ini, untuk sekadar melihat wajah Mbah Dim; untuk sekadar ber-mushafahah (bersalaman), atau meminta air dan berkah doa.

Mbah Dim menekankan pada pentingnya ngaji dan belajar, yang itu sering disampaikan dan diingatkan Mbah Dim kepada para santri dan kiai adalah jangan sampai ngaji ditinggalkan karena kesibukan lain ataupun karena umur. Sebab, ngaji tidak dibatasi umur. Sampai-sampai, kata Mbah Dim, thariqah aing mah ngaji!, yang artinya ngaji dan belajar adalah thariqahku.

Bahkan kepada putera-puterinya (termasuk juga kepada santri-santrinya) Mbah Dim menekankan arti penting jama’ah dan ngaji sehingga seakan-akan mencapai derajat wajib. Artinya, tidak boleh ditawar bagi santri, apalagi putera-puterinya.

Mbah Dim tidak akan memulai shalat dan ngaji, kecuali putera-puterinya—yang seluruhnya adalah seorang hafidz (hafal Al-Qur’an) itu sudah berada rapi, berjajar di barisan (shaf) shalat. Jika belum dating, maka kentongan sebagai isyarat waktu shalat pun dipukul lagi bertalu-talu. Sampai semua hadir, dan shalat jama’ah pun dimulai.

Mbah Dim merintis pesantren di desa Cidahu Pandeglang sekitar tahun 1965, dan telah banyak melahirkan ulama-ulama ternama seperti Habib Hasan bin Ja’far Assegaf yang sekarang memimpin Majelis Nurul Musthofa di Jakarta. Dalam bidang tasawuf, Mbah Dim menganut tarekat Qodiriyyah-Naqsabandiyyah dari Syeikh Abdul Halim Kalahan. Tetapi praktik suluk dan tarekat, kepada jama’ah-jama’ah Mbah Dim hanya mengajarkan Thariqah Syadziliyah dari syekh Dalhar.

Itu sebabnya, dalam perilaku sehari-hari ia tampak tawadhu’, zuhud dan ikhlas. 
Banyak dari beberapa pihak maupun wartawan yang coba untuk mempublikasikan kegiatannya di pesantren selalu di tolak dengan halus oleh Mbah Dim, begitu pun ketika ia diberi sumbangan oleh para pejabat selalu ditolak dan dikembalikan sumbangan tersebut. Hal ini pernah menimpa Mbak Tutut (Anak Mantan presiden Soeharto) yang member sumbangan sebesar 1 milyar, tetapi oleh Mbah Dim dikembalikan.

Tanggal 3 Oktober 2003 tepat hari Jum’at dini hari Mbah Dim dipanggil oleh Allah SWT ke haribaan-Nya. Banten telah kehilangan sosok ulama kharismatik dan tawadhu’ yang menjadi tumpuan berbagai kalangan masyarakat untuk dimintai nasihat.

Bukan hanya masyarakat Banten, tapi juga umat Islam pada umumnya merasa kehilangan. Ia di makamkan tidak jauh dari rumahnya di Cidahu Pandeglang, dan hingga kini makamnya selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai daerah di Tanah Air. (Ensiklopedi NU)
Komentar(3 komentar)
Kamis, 13/12/2012 07:35
Nama: heri handoko jogja
keluarga
salah satu istri mbah dim adalah putri mbah KH nawawi jejeran bantul jogjakarta
Selasa, 11/12/2012 23:49
Nama: msc
Abuya Dimyathi Cidahu
Abuya Mufasir pernah berguru pada Abuya Dimyathi, termasuk Abuya Bustomi juga berguru pada beliau. Tariqat yang dipegang Abuya adalah Saydziliyah.
Rabu, 05/12/2012 10:35
Nama: Abi Madyan
Ngaji
Jadwal waktu utama Ngaji di Pondok Mbah Dim adalah malam hari yang di mulai pukul 21:00 sampai dini hari pukul 03:00. Tanpa istirahat. Dan di Pondok beliau tidak mengenal libur ngaji, hatta malam Idul Fitri atau Adha tetap Ngaji.

Komentarku ( Mahrus ali): 

   Waktu malam untuk mengajar bukan untuk tahajjud sampai jam tiga ini kurang tepat, tidak menepati perintah Allah yang Maha Tinggi kepada manusia yang merendah kepadaNya. Ingat perintahNya sbb:
يَاأَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ(1)قُمِ اللَّيْلَ إِلاَّ  قَلِيلاً(2)نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلاً(3)أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلاً(4)
Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan.[1]

   Di ayat lain Allah menyatakan;
إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَى مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ وَاللهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْءَانِ عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ مِنْكُمْ مَرْضَى وَءَاخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي اْلأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ فَضْلِ اللهِ  وَءَاخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ  فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللهَ قَرْضًا حَسَنًا وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللهِ  هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ إِنَّ اللهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri ( salat ) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an dan dirikanlah salat , tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[2]

Namun bila kita di serang musuh kafir waktu malam,  silahkan untuk meninggalkan tahajjud lalu ikut nimbrung peperangan bukan lari dari padanya, lalu harus ingin mati sahid bukan pasang jimat agar kebal lalu hidup di jalan setan bukan jalan Allah.

Dan kliklah 4 shared mp3 jangan di panahnya.
 




[1] Al Muzammil 1-4
[2] Al Muzammil 20
Artikel Terkait

17 komentar:

  1. assalamua'alikum... abuya dimyathi bukan hanya gemar ngaji,dan ibadah yang lain,tapi beliau adalah seorang hafizul qur'an, dan beliau adalah orang yang sangat gemar melaksanakan tahajud, selepas tidur sejenak,sesudah ngaji.beliau adalah ulama besar dari banten.... dan memang beliau adalah orang yang sangat jelas,mengikuti ajaran alqur'an dan hadits yang di bawa oleh rosulullah s.a.w

    BalasHapus
  2. Setahu saya mursyid tharekat itu ahli bid`ah, suka manakib yang syirik. Dan ini yang berbahaya yang tidak diketahui kebanyakan orang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam saya ga di jawab ya.... kenapa?
      bukan nya ketika ada seorang muslim yang mengatakan salam,kita wajib mengucapkan salam?

      Hapus
    2. Kita tidak boleh memberikan salam kepada orang yang mendukung kesyirikan

      Hapus
    3. dimana letak kesyirikan nya ustadz?saya sangat menghargai antum tapi antum tak menghargai saya.... apa seperti itu watak seorang muslim?sungguh di sayangkan jika ustadz berani sekali memfatwakan ini syirik,ini bid'ah.apakah ustad menjamin ustad masuk syurga?apakah ustad menjamin bahwa amalan ustad bisa di terima oleh allah swt?dalam hadits nabi:man kaffaro mu'minan faqod kafaro. ustad telah menuduh kami,syirik alias sama dengan kafir.... subhanallah.camkan ustad hadits tadi.afwan

      Hapus
    4. Saya menghargai kamu, asal jangan mendukung kesyirikan atau penyebar kesyirikan. Ingin tahu kesyirikannya klik disini:
      http://mantankyainu.blogspot.com/2011/11/koreksi-terhadap-kitab-manaqib-syaikh.htm
      http://mantankyainu.blogspot.com/2013/02/pemerintah-desa-caracas-adakan.html
      http://mantankyainu.blogspot.com/2011/04/polemik-kedua-tentang-kesyirikan-dalam.html

      Hapus
    5. ma'af ustad kalo bleh tahu,berrti minta di obatin sama dokter syirik juga dong....?oya.... saya tahu betul siapa abuya dimyati.beliau meninggal dengan husnul khotimah pada malam jum'at/dini hari jum'at jam 3 pagi,selepas melaksanakan tahajud.dan ini lah bukti bahwa beliau bukan orang musyrikin.lalu bisakah ustad meninggal seperti beliau?kita tidak tahu umur kita baik atau tidak?,maka dari itu jangan so suci,so pintar,dari mereka yang telah membawa keimanan secara nyata. afwan

      Hapus
    6. Kalau untuk berobat kedokter tidak syirik, ada perintah hadis untuk berobat, hanya saja pilnya itu saja halal atau haram, sebab kebanyakan pil itu bercampur dengan glatin babi. Dan al hamdulillah saya sudah lama tidak berobat ke dokter.

      Hapus
  3. alhamdulillah abuya dimyati meninggal dengan husnul khotimah.pada malam jum'at selepas tahajud. pertanyaan saya?jika abuya orang yang musyrik mengapa allah tidak mengazab nya,ketika beliau wafat,bukan nya allah selalu memberikan azab langsung di dunia kepada orang musrikin?,lalu jika kalo memang abuya misrikin,kenapa abuya meninngal selepas tahajud?saya mau ber tanya?bisa kah ustad meninggal dunia dalam keadaan seperti beliau?kita ga tahu akhir umur kita baik/tidak?kita jangan so alim,jangan so paling benar,jangan so suci,dari orang lain,apalagi ulama besar...yang sudah jelas beriman.tahu ga orang yang so adalah orang yang sombong,orang yang sombong tidak akan masuk syurga...terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak orang kafir, musuh Allah yang mati di bulan Ramadhan dan malam jum`at, bukan masalah hari kematiannya tapi bagaimanakah amalannya sebelum mati. Bila sering manakiban, maka termasuk musrik.
      Orang sombong itu orang yang menerima kebid`ahan dan menolak dalil.
      Kita terangkan kebenaran dengan jujur di katakan sok alim, lalu yang menerangkan kebid`ahan dan kesyirikan dikatakan alim benar. Ini kekeliruan.Ingat ayat ini:
      يَاحَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ(30)
      Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya. Surat Yasin

      Hapus
  4. saya cuma bisa tersenyum membaca jawaban ustad.
    kata ustad tadi bilang"
    bukan masalah hari kematiannya tapi bagaimanakah amalannya sebelum mati"
    saya menjawab: alhamdulillah amalan beliau yang sering beliau amalkan sebelum mati dan bahkan dari semenjak beliau kecil adalah membaca alqur'an seminggu khotam alqur'an,sunnah nabi sering beliau lakukan,seperti: duha.tahajud, dan lain nya.dan bahkan solat berjama'ah tak pernah beliau tinggalkan.dan beliau adalah guru besar hafizul qur'an di banten.

    pengertian manakib yang harus saya jelaskan ke ustad supaya ustad tidak memusyrikkan orang karena orang itu sering manaqiban.
    Kata-kata manaqib itu adalah bentuk jamak dari mufrod manqobah, yang di antara artinya adalah cerita kebaikan amal dan akhlak perangai terpuji seseorang.

    Jadi membaca manaqib, artinya membaca cerita kebaikan amal dan akhlak terpujinya seseorang. Oleh sebab itu kata-kata manaqib hanya khusus bagi orang-orang baik mulia: manaqib Umar bin Khottob, manaqib Ali bin Abi Tholib, manaqib Syeikh Abdul Qodir al-Jilani, manaqib Sunan Bonang dan lain sebagainya. nah pertanyaan saya:apakah menceritakan kebaikan orang lain itu musyrik.... saya jawab: tidak.!!!!!

    masya allah... mudah sekali ya ustad, antum memusyrikan orang yang sudah jelas orang beriman.dan bertaqwa kepada allah.... saya ngeri denger nya ustad... semoga anda mendapatkan hidayah allah.

    bid'ah.... jika ustad mengatakan bid'ah. sudahlah ustad jangan baca alqur'an pakai mashaf,tafsir alqur'an dan jangan pakai kitab hadits bukhori muslim,karena semuanya bid'ah dan tak pernah ada pada zaman rosullullah saw. dan ini adalah bid'ah syar'i bukan bid'ah lughowi,karena masih ada sangkut paut dengan syari'at.. kalo mau ustad... belajar langsung di hafal ya.... !!!afwan




    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengkisahkan kebaikan orang bukan syirik dan mengkisahkan kejelekan seseorang juga bukan tauhid.Kasihan sekali kamu tidak mengerti syirik dan tauhid.kayaknya kamu belum baca kesyirikan dalam manakib. Lihat disana dan dalam manakib itu ada doa minta - minta pada orang mati. Itulah syiriknya. Kalau sudah syirik, maka amalan baiknya tidak berguna lagi. Lihat ayat ini:
      Abuya Mufasir pernah berguru pada Abuya Dimyathi, termasuk Abuya Bustomi juga berguru pada beliau. Tariqat yang dipegang Abuya adalah Saydziliyah

      وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ(65)
      Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Zumar.
      Hapal Quran atau hadis, jihad, infak bisa bermanfaat harus disertai tauhid. Bila disertai kesyirikan, maka amalannya jadi debu yang berterbangan , alias tidak berguna.

      Hapus
  5. padahal pesan/komentar saya tidak emosional ustad.knapa tidak antum tampil kan ya?

    BalasHapus
  6. Assalamu'alaikum,
    Sahabat..Abuya Dimyati kekasih Allah SWT. Terpancar dari sinar wajah beliau dan beliau orang alim terbukti dengan manfaat ilmunya, hanya orang dengki yang ilmunya sedikit dan so tau saja, yang mengatakan beliau musyrikin,
    ini perhatian buat kita semua terutama warga Nahdiyin. makanya kalau ngaji harus pake ilmu jangan di google. Al Quran perlu di tafsirkan maknanya dan maksud dari tujuan ayat tersebut apa...jangan hanya pakai Al Quran terjemah.

    Afwan Bang (mantan kyai NU) ente terlalu lancang untuk mengatakan abuya Musyrikin. padahal saya yakin ilmu ente gak ada sedikitpun dibanding dengan Abuya.

    Semoga ente bisa bertemu dengan Abuya dalam mimpi dan bertanya langsung dengan beliau.
    tentang Fadilah membaca manakib

    Wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dia kekasih Allah menurut orang thariqat yang sama syiriknya - sama suka manakib yang syirik. Doa dalam manakib itu minta - minta pada mayat, ber arti syirik. Kamu itu persis ayat ini:
      ذَلِكُمْ بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ وَإِنْ يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ(12)
      Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja yang diminta. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan, maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Ghafir
      Mana dalilnya boleh minta orang mati itu?

      Hapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan