Minggu, Januari 27, 2013

Ustadz Alfian Tanjung: Densus 88 itu Detasemen Yesus 88




JAKARTA (Arrahmah.com) - Dalam pendidikan Densus 88 diajarkan bahwa teroris itu seseorang yang memiliki aktivitas keislamanan.
"Pendidikan Densus 88 diajarkan bahwa Islam sebagai ancaman dan melakukan teror. Maka setiap anggota Densus 88 sudah terpatri dipikiran bahwa Islam itu buruk," kata pimpinan Taruna Muslim, Ustadz Alfian Tanjung seperti dilansir itoday, Sabtu (3/11).
Kata Ustadz Alfian, kebanyakan para anggota Densus 88 beragama non-Islam terlebih lagi Kristen. "Anggota Densus 88 yang beragama Kristen dan non-Islam akan lebih kuat dalam menghajar Islam. Mereka ini juga diajarkan menghina Islam dan Rasululloh terutama saat melakukan interograsi terhadap orang-orang yang diduga teroris," ujarnya.
Menurut Ustadz Alfian, dalam menangkap orang-orang yang diduga teroris selalu bersamaan dengan kegiatan keislamanan. "Yang di Poso itu habis Shalat Subuh langsung dihabisi, opini yang ingin dibangun teroris itu sering shalat Subuh dan beragama Islam. Di Palmerah juga, sedang melaksanakan kegiatan qurban, walaupun dilepas. Densus 88 ingin memberikan opini, Islam itu teroris," ungkapnya.
Ia juga menuturkan, Densus 88 itu bisa dikatakan "Detasemen Yesus 88" yang mengincar para aktivis Islam. "Sampai sekarang Gories Mere masih mempunyai peran yang kuat di Densus 88, walaupun dia di BNN. Petrus Golese juga mempunyai peran di Densus 88. Perwira-perwira kristen mendominasi Densus 88," pungkas Ustadz Alfian Tanjung. (bilal/arrahmah.com)
aku setuju banget dengan pendapat ustadz alfian. masalahnya saya pernah Perbaiki KOmputer dari Polres tanpa sengaja saya membuka file yang berisi slide pelatihan Anti teror yang mana dalam beberapa poinya dinyatakan bahwa semua lembaga Islam wajib diwaspadai/dicuriga (Pesantren, Masjid, wahdah Islamiyah dll). yang pasti semua yang berbau Islam wajib dicurigai sebagai Teroris. dan tidak ada sepotongpun dari lembaga non muslim (kristen) yang perlu dicurigai.
Komentarku ( Mahrus ali): 
Sejak dulu, bukan sekarang saja, kaum kristen dan non muslim lainnya itu selalu memerangi kaum muslimin , bukan mengajak damai. Mereka mengajak damai hanya dimulut saja. Prakteknya di lapangan mereka selalu melakukan perang di balik pemburuan teroris- baca pemburuan aktivis Islam bukan kristen. Mereka selalu melindungi aktivis kristen, memburu aktivis Islam, mereka ingin mencitrakan jelek kepada Islam, aktivitas islam dan tempatnya.Mereka menjunjung kristiani dan tempat ritual mereka. Ini makar yang terjelek tapi di anggap baik karena menggunakan nama di balik pemburuan teroris. Persis dengan issu DI TII di masa rezim Suharto. Itu sudah biasa, maksudnya tidak unik lagi. Yang tidak biasa kalau kaum muslimin memburu aktivis kristen sebagai tindakan keadilan, kejahatan di balas dengan semisalnya.Apakah sedemikian ini dibiarkan berlanjut terus atau cepat dihentikan . Ingat saja ayat:
وَقَدْ مَكَرَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلِلَّهِ الْمَكْرُ جَمِيعًا يَعْلَمُ مَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ وَسَيَعْلَمُ الْكُفَّارُ لِمَنْ عُقْبَى الدَّارِ(42)
Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu.Ra`d



Dan kliklah 4 shared mp3 atau di panahnya
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan