Rabu, Maret 27, 2013

Thariqat Syatariyah ke 7



Dalam artikel yang lalu di jelaskan lagi:
Adapun ketujuh macam nafsu yang harus ditunggangi tersebut, sebagai berikut:
Nafsu Ammarah, letaknya di dada sebelah kiri. Nafsu ini memiliki sifat-sifat berikut:
Senang berlebihan, hura-hura, serakah, dengki, dendam, bodoh, sombong, pemarah, dan gelap, tidak mengetahui Tuhannya.
2.      Nafsu Lawwamah, letaknya dua jari di bawah susu kiri. Sifat-sifat nafsu ini: enggan, acuh, pamer, 'ujub, ghibah, dusta, pura-pura tidak tahu kewajiban.
3.      Nafsu Mulhimah, letaknya dua jari dari tengah dada ke arah susu kanan. Sifat-sifatnya: dermawan, sederhana, qana'ah, belas kasih, lemah lembut, tawadlu, tobat, sabar, dan tahan menghadapi segala kesulitan.
4.      Nafsu Muthmainnah, letaknya dua jari dari tengah-tengah dada ke arah susu kiri. Sifat-sifatnya: senang bersedekah, tawakkal, senang ibadah, syukur, ridla, dan takut kepada Allah SWT.
5.      Nafsu Radhiyah, letaknya di seluruh jasad. Sifat-sifatnya: zuhud, wara', riyadlah, dan menepati janji.
6.      Nafsu Mardliyah, letaknya dua jari ke tengah dada. Sifat-sifatnya: berakhlak mulia, bersih dari segala dosa, rela menghilangkan kegelapan makhluk.
7.      Nafsu Kamilah, letaknya di kedalaman dada yang paling dalam. Sifat-sifatnya:


Ilmul yaqin, ainul yaqin, dan haqqul yaqin.
mam Muhammad Baqir, kepada Imam Ja'far Syidiq, Sufi saya mohon alamat dan no.telp Bapak.Lukman Hakim yang ada


 Saya katakan: Untuk letaknya   tidak ada dalil  sedang nafsu ammarah itu  insya Allah mengambil dalil dari ayat sbb:
وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[1]

Untuk nafsu lawwamah yang di jelaskan  di atas  insya Allah dalilnya sbb  berikut:
وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ(2)
dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).[2]
Arti lawwamah menurut terjemahan depag begitu tapi seingat saya lawwamah adalah nafsu yang suka mencaci.
Untuk letaknya yang di terangkan oleh Pak Lukman, saya tidak menjumpai dalilnya.
Untuk nafsu  mulhimah  sebagaimana  ayat:
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا(7)فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا(8)قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا(9)وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا(10)
dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.[3]
Untuk letaknya, tidak saya ketahui dalilnya.

Nafsu muthmainnah  di terangkan oleh Allah dalam ayat:
يَاأَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ(27)ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً(28)فَادْخُلِي فِي عِبَادِي(29)وَادْخُلِي جَنَّتِي
Hai jiwa yang tenang.Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,dan masuklah ke dalam surga-Ku.[4]
Untuk nafsu radhiyah mardhiyah insya Allah mengambil dari ayat tsb. Untuk nafsu kamilah, saya tidak mengetahui dalilnya, sebab manusia ini, tidak saya ketahui siapakah yang memiliki  nafsu yang sempurna. Rasulullah SAW sendiri juga tidak ma`sum  dan ma`sum bagi Rasulullah SAW  itu tidak ada dalilnya kecuali ajaran guru – guru pesantren, sekolah dan  guru langgar yang tidak mengacu kepada dalil. Ada dalil yang di gunakan  sbb:
يَاأَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Hai  Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.[5]
Ma`sdum di situ tidak di maksudkan nafsu yang kamilah, tapi dari gangguan manusia . Dan Allahlah yang menjadi tameng  Rasulullah SAW dari gangguan manusia. Dan inilah jaminan Allah kepada Rasulullah SAW, dan ternyata  telah benar dan tidak di ragukan lagi beliau  bisa menngembangkan risalah Allah dengan selamat sampai ahir hayatnya. Insya Allah jani ini tidak berhenti disitu saja, lalu para da`I yang lain tidak demikian.
Untuk sifat dan karakter masing – masing nafsu yang di jelaskan dalam artikel pak lukman itu tiada dalilnya. Ia pembagian menurut pemikirannya sendiri. Dan sebetulnya banyak kelemahannya  dan saya  tidak bisa menjelaskannya disini karena  keterbatasan  tempat dan masih banyak yang akan di bahas.



Blog ke tiga
Peringatan: Bila mesin pencari diblog tidak berfungsi, pergilah ke google lalu tulislah:  mantan kiyai nu    lalu teks yang kamu cari
Mau nanya hubungi kami:
088803080803. 081935056529
Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1
                           Waru Sidoarjo







[1] Yusuf 53
[2] Al qiyamat 2
[3] Assyams 7-10
[4] Al Fajer 27 – 30
[5]  Al Maidah  67
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan