Al Qur an digital

Kamis, Mei 16, 2013

SMS dari Kalbar: Fatwa MTA yang nyeleneh



Assalamu'alaikum wr.wb.
Apa yg Ganjil (nyeleneh) dr ajaran MTA-Majlis Tafsir AlQur'an Ustadz, krn
byk dr masyarakat yg tertarik ikuti kajian mereka termasuk Adiku yg diBlora?
(Mas Priyanto -Kubu Raya-KalBar)
Saya jawab:
Suka mendekat kepada Thaghut.

Komentarku ( Mahrus ali): 
Pada hal missi penting para nabi adalah menjauhi thaghut sebagaimana ayat:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ(36)
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). Nahel

Dia kirim sms lagi:

Memahami Qs.aljumah ayat 9 dan HR abu Dawud tentang wajibnya sholat
jumat bagi Orang mu'min(laki2 &permpuan) kecuali 4 golongn.
Para wanita wajib sholat jumat (2 rkaat) biarpun scr munfarid krn yg
 diringankan hanya berjamaahnya?
Bgmn dg faham ini?
Mohon dikaji ttg pemahaman sholat jum'at perempuan oleh MTA diatas,
jawaban via Web. Syukron.


Saya jawab:
Insya Allah
Komentarku ( Mahrus ali): 
 Ada hadis sbb:

حَدَّثَنَا عَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا هُرَيْمٌ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْتَشِرِ عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إِلَّا أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوْ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِيٌّ أَوْ مَرِيضٌ قَالَ أَبُو دَاوُد طَارِقُ بْنُ شِهَابٍ قَدْ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يَسْمَعْ مِنْهُ شَيْئًا 
HR Abu Dawud 901

Telah menceritakan kepada kami 'Abbas bin 'Abdul 'Adzim telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Manshur telah menceritakan kepada kami Huraim dari Ibrahim bin Muhammad Al Muntasyir dari Qais bin Muslim dari Thariq bin Syihab dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda; "Jum'at itu wajib bagi setiap Muslim dengan berjama'ah, kecuali empat golongan, yaitu; hamba sahaya, wanita, anak-anak dan orang yang sakit." Abu Daud berkata; "Thariq bin Ziyad pernah melihat (hidup semasa) Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, namun dirinya tidak mendengar sesuatu pun dari beliau."

Komentarku ( Mahrus ali): 

Tentang hadis tsb, Abu Dawud penyusun  sunan Abu Dawud menyatakan lemah, karena salah satu perawinya bernama Thariq tidak mendengarnya dari Nabi SAW.
رواه د عن طارق بم شهاب
ضعيف : تخريج المشكاة (1377 )

ثم صحيح : ارواء الغليل ( 592)
Untuk menilai hadis tsb, al bani sendiri masih hilaf , kadang beliau menyatakan sahih dalam kitab Irwaul ghalil 592. Kadang dilemahkan, lihat kitab Takhrij misykat 1377.
Ayat yang mewajibkan jum`at adalah sbb:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ(9)
Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jum`at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Jumat 9
Ayat tsb mutlak untuk lelaki maupun perempuan selama belum ada hadis yang mengecualikan perempuan yang sahih.

Ada hadis sbb:
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ
إِنَّا كُنَّا نَفْرَحُ بِيَوْمِ الْجُمُعَةِ كَانَتْ لَنَا عَجُوزٌ تَأْخُذُ مِنْ أُصُولِ سِلْقٍ لَنَا كُنَّا نَغْرِسُهُ فِي أَرْبِعَائِنَا فَتَجْعَلُهُ فِي قِدْرٍ لَهَا فَتَجْعَلُ فِيهِ حَبَّاتٍ مِنْ شَعِيرٍ لَا أَعْلَمُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ لَيْسَ فِيهِ شَحْمٌ وَلَا وَدَكٌ فَإِذَا صَلَّيْنَا الْجُمُعَةَ زُرْنَاهَا فَقَرَّبَتْهُ إِلَيْنَا فَكُنَّا نَفْرَحُ بِيَوْمِ الْجُمُعَةِ مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ وَمَا كُنَّا نَتَغَدَّى وَلَا نَقِيلُ إِلَّا بَعْدَ الْجُمُعَةِ
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin 'Abdurrahman dari Abi Hazim dari Sahal bin Sa'ad radliallahu 'anhu bahwa dia berkata: "Kami selalu bergembira bila datang hari Jum'at karena ada seorang wanita tua yang mencabut ubi milik kami yang kami tanam di selokan kebun lalu dia memasaknya dengan mencampurnya dengan biji gandum". Ya'qub berkata: "Aku tidak tahu kecuali dia mengatakan bahwa tidak ada lemak dan minyak."Apabila kami telah selesai shalat Jum'at maka kami datang ke rumah wanita itu lalu dia menyuguhkan masakannya itu kepada kami. Itulah mengapa kami bergembira dengan kehadiran hari Jum'at karena adanya makanan yang disuguhkannya itu. Dan kami tidaklah makan siang dan tidak pula tidur siang (qailulah) melainkan setelah selesai shalat Jum'at". Muttafaq alih.

Komentarku ( Mahrus ali): 
Hadis tsb, mengisaratkan wanita tidak ikut jum`atan. Relaitanya wanita di Saudi, ada yang ikut jum`atan, ada yang tidak.
Bagi perempuan juga di perintahkan untuk mendatangi jama`ah sebagaimana ayat:
يَامَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ
Hai Maryam, ta`atlah untuk Tuhanmu, sujud dan ruku`lah bersama orang-orang yang ruku`.[1]
Untuk salat dua rakaat bagi wanita yang meninggalkan jum`atan sebagaimana  fatwa MTA itu,  saya tidak tahu dalilnya. Saya menyarankan tidak usah dilakukan.

Menurut fatwa Syaikh Al Utsaimin, sbb:
ما حكم صلاة الجمعة للمرأة في البيت؟ وكم ركعة تصلي؟
الإجابــة
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أما بعد:

فقد أجمع العلماء على أن المرأة لا جمعة عليها كما نقل ذلك ابن المنذر رحمه الله وغيره، فإذا صلت في بيتها فلتصل ظهراً أربع ركعات بمجرد دخول وقت صلاة الظهر، ولا تنتظر الناس حتى يتموا صلاتهم، لفضل الصلاة في أول الوقت، لكن إذا حضرت الجمعة في المسجد جاز لها أن تصلي معهم جمعة بإجماع العلماء، كما نقل ذلك ابن المنذر أيضاً، وقد كنَّ النساء يصلين خلف النبي صلى الله عليه وسلم في مسجده خلف الرجال.
والله أعلم.
مركز الفتوى ـ إسلام ويب
رقـم الفتوى : 62441
عنوان الفتوى :كم ركعة تصلي المرأة صلاة ظهر الجمعة
تاريخ الفتوى :الأربعاء 15 ربيع الآخر 1426 / 24-5- 2005
Inti fatwa itu, wanita tidak diwajibkan melakukan salat jumat secara ijma` ulama sebagaimana dikutip oleh Ibn Mundzir.
Komentarku ( Mahrus ali): 
Saya dalam hal ini, masih bisa mengetengahkan hal itu. 

Blog husus pengajian: http://mahrusali2.blogspot.com/
Blog ke tiga
Peringatan:Mesin pencari diblog tidak berfungsi, pergilah ke google lalu tulislah:  mantan kiyai nu    lalu teks yang kamu cari
Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfreand ). 081935056529 (XL )
Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1
                           Waru Sidoarjo
 








[1] Maryam 43
Artikel Terkait

1 komentar:

  1. maaf ya, kebetulan saya dengar penjelasan itu. yang aq tangkap : pada hari jum`at klu mau sholat jum`at ya 2 rakaat. klu mau sholat dluhur ya 4 rakaat

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan