Sabtu, Januari 04, 2014

Ayam haram - kajianku ke 28



Qatadah bin Di`aamah.


Qatadah bin Di`aamah. Adalah murid Zahdam yang menerima hadis Rasulullah SAW  makan Ayam dari Zahdam. Dan hanya Imam Tirmidzi meriwayatkan hadis tsb melalui dia.

Lahir pada tahun 60 H atau 61 H. Wafat 100 tahun hijriyah lebih. Menurut Imam Dzahabi dan Ibnu hajar, beliau termasuk perawi terpercaya. Beliau tuna netra dan bertempat tinggal di Basrah – Iraq. Qatadah pernah belajar kepada Said bin Al Musayyab delapan hari untuk bertanya  masalah hilafiyah. Setelah delapan hari, Said bin Al Musayyab berkata: Pergilah wahai orang buta, sungguh kamu telah membikin aku lelah. 
Said bin Al Musayyab pernah berkata kepadanya: Apakah setiap apa yang kamu tanyakan, kamu hafal?
Qotadah menjawab: Ya.  Lantas Qatadah membaca hafalannya di muka Said.
Said berkata:  Aku tidak mengira Allah menciptakan orang sepertimu.
Bahkan di suatu saat, Said bin Al Musayyab berkata: Tiada orang Iraq yang datang kepadaku lebih jenius dari padamu.
Pada suatu saat, Qatadah membaca surat Baqarah dimuka Said bin Abu Urubah, lalu membaca surat al baqarah dimukanya dan Said membuka mushaf, dan tiada sehurufpun yang keliru dalam bacaan tsb.
Qatadah selalu mengisi waktunya dengan belajar ilmu hingga meninggal dunia, kata Al warraq. Dia tidak pernah menjawab persoalan dengan pendapatnya selama hidupnya. Jadi selalu di jawab dengan dalil. Beliau pernah berkata: Aku tidak pernah berfatwa dengan pendapatku  selama tiga puluh tahun.
Imam Thowus bila didatangi Qotadah  untuk bertanya sesuatu, maka  beliau lari. Beliau berkata: Dia qadari ya`ni pengikut paham qadariyah.
Pencari kayu bakar, demikian julukan untuk qatadah. Kisahnya sebagaimana di katakan oleh Sofyan adalah dia ibarat  lelaki keluar waktu malam  untuk mencari kayu bakar lalu tangannya menyentuh ular lalu di gigit hingga meninggal dunia. Ini perumpamaan penuntut ilmu yang membawa ilmu banyak lalu tidak kuat sehingga binasa karena  ilmunya sebagaimana  ular membunuh kepada pencari kayu bakar di malam hari.
Qatadah pernah bilang: Barang siapa mencari ilmu dengan jumlah besar, akan lenyap seluruhnya. Kami mencari ilmu itu sehadis demi sehadis. Beliau berusia 55 tahun
Ibnu Sa`ad berkata: Qatadah perawi terpercaya, hujjah dalam meriwayatkan hadis, namun ada qadariyahnya. Terkadang mengada - ada hadis, kata Ibnu Hibban.
Bahkan beliau pernah meriwayatkan hadis dari tiga puluh perawi, pada hal beliau tidak mendengar hadis dari padanya, kata Abu Dawud. Ismail al qadhi melemahkan hadis dari Qatadah dari Said bin Al Musayyab[1]
Dalam kutubut tis`ah terdapat kurang lebih 3042 hadis riwayat Qatadah.



[1][1] Mausuat ruwatil hadis 5518
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan