Minggu, Februari 22, 2015

Pengakuan Penduduk Mosul tentang Pengelolaan Pemerintah Islamic State (ISIS) yang Tak Ada di Media




IRAK (voa-islam.com) – Sabtu (21/02/15) sebuah artikel yang ditulis oleh salah seorang koresponden channel Al Arabiyya, Wail Ishom, disebarluaskan di dunia maya. Wail berbicara tentang kondisi Mosul yang bertolak belakang dengan apa yang diberitakan oleh media Timur Tengah.
Wail memiliki teman lama sewaktu di kampus yang tinggal di Mosul. Ia berdialog dengan temannya seputar tindakan Daulah Islamiyyah (ISIS) dan juga pengelolaan mereka terhadap kota Mosul. Wail sendiri mengakui bahwa warga Mosul lebih memilih Daulah Islamiyyah dibanding pemerintah Irak yang menjadi antek Iran.
“Lihat, ada tiga golongan yang membenci Daulah Islamiyyah di sini (Mosul). Pertama, mereka yang berhubungan dengan keluarga partai-partai loyalis pemerintah atau partai-partai sunni oposisi seperti Partai Islami Ikhwanul Muslimin dan golongan yang berafiliasi pada gerakan sufi yang memusuhi Salafiyyah selama berabad-abad. Dan mereka memang mempunyai permusuhan berakar kepada Daulah Islamiyyah.
Oleh karena itu, mayoritas mereka meninggalkan kota Mosul. Adapun dua golongan lainnya adalah mereka yang mayoritas tinggal di Mosul dari orang-orang yang mengalami kerugian materi, seperti pedagang dan pegawai yang telah lama tidak mendapatkan gaji, atau mereka dari kalangan yang tidak terjaga secara agama.
Golongan inilah yang menolak pola hidup “Hidup Radikal” seperti cadar, larangan merokok, penerapan hudud. Namun meskipun demikian, mereka tetap mengakui Daulah Islamiyyah menjaga keamanan mereka. Bahkan mereka kagum karena tidak ada tindak kejahatan dan pengoboman” tutur sahabat Wail.
“Jumlah orang-orang fakir miskin di Mosul banyak. Akan tetapi Daulah Islamiyyah (ISIS) mengeluarkan puluhan juta setiap bulannya untuk orang-orang fakir dari Dewan Zakat. Mereka memberikan 50 ribu dinar per bulan per keluarga” tambah teman Wail.
Adapun para pengungsi dari berbagai propinsi Sunni, mereka tidak tinggal di kamp-kamp, akantetapi mereka tinggall di rumah yang dikhususkan oleh Daulah Islamiyyah untuk para pengungsi.[usmah/haq]
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Tiap orang fakir di IS  di beri 50 ribu dinar Irak – sekitar setengah juta lebih perbulan. Di Negara  sekuler kita ini, malah kaum fakir di tarik pajak untuk membeli obat anaknya yang sakit  atau membeli makan kebutuhannya. Pada hal , mereka dalam posisi perang yang perlu dana banyak bukan keadaan damai yang bisa menggenjot perekonomian. Allahlah yang memberi bantuan IS dan setanlah yang menjerumuskan Negara sekuler ke dalam kondisi ketakutan dan kelaparan. Kembalilah kepada Allah dan tinggalkan setan.  
Walau ada dana bantuan untuk mereka tapi sedikit sekali, entah sekarang terlaksana atau macet ditengah jalan, atau ditarik  kembali. wallahu a`lam.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan