Minggu, April 26, 2015

APA MUNGKIN ASWAJA NUsantara BISA MENJAWAB PERTANYAAN BERIKUT INI:






1. Apa dosa terbesar bagi seorang muslim, dan apa saja usaha aswaja di NUsantara untuk menanggulangi potensi-potansi dosa besar tsb?
2. Apabila terjadi perselisihan (ikhtilaf) diantara kaum muslimin, apa solusi yg terbaik untuk diterapkan?
3. Apa syarat agar amal ibadah kita bisa diterima oleh Alloh Ta’ala?
4. Sunnah Rasululloh itu banyak ragam dan contohnya, lantas apa saja sunnah-sunnah Rasululloh yang telah diterapkan / direalisasikan oleh kaum aswaja di NUsantara…?
5. Jauh sebelum aneka ritual bid’ah menyebar ke pelosok NUsantara, Rasululloh telah berulang kali memperingatkan akan bahayanya bid’ah dalam agama. Pertanyaan: Apa saja usaha kaum aswaja di NUsantara untuk menanggulangi bahaya bid’ah tsb?
6. Syari’at adalah hukum dan aturan dari Al-Khalik yang mesti kita laksanakan dalam kehidupan kita sehari-hari, kenapa kaum aswaja NUsantara selalu menolak ditegakkannya hukum syari’at di NUsantara?
7. Cinta kepada Alloh dan Rasul-Nya adalah harga mati dan mutlak bagi seorang muslim, lantas apa bukti kongkrit kaum aswaja NUsantara dalam merealisasikan memcintai Alloh dan Rasul-Nya, sebagaimana cintanya para Sahabat kepada Alloh dan Rasul-Nya…???
8. Ilmu agama itu harus diawali dengan Qollalloh dan Qollarasul, tapi kenapa kaum aswaja NUsantara lebih mengedepankan perkataan kyai dan habibnya dibandingkan dengan Firman Alloh dan sabda Rasululloh…???
9. Mendirikan organisasi, berbangga dg baju seragam, mendewakan atribut dan simbol-simbol organisasi/partai, dan memajang foto / gambar tokoh adalah ciri khas kaum aswaja di NUsantara. Apakah perkara-perkara tsb diperintahkan oleh Alloh dan Rasul-Nya atau justru sebaliknya?
10. Kenapa kaum aswaja NUsantara, lebih mencintai bahkan bisa bekerja sama dengan kaum nasrani, hindu, budha, dan syi’ah, ketimbang bersinergi dalam dakwah yang haq, memurnikan tauhid untuk memberantas kesyirikan !?
11. Seluruh Nabi dan Rasul yang Diutus, pasti mempunyai musuh bebuyutan, yaitu kaum jahiliyyah yg selalu merasa terganggu dengan hadirnya Nabi dan Rasululloh, karena mereka senantiasa memberantas kepercayaan dan penyembahan kepada para roh leluhur & merusak adat budaya nenek moyangnya. Demikian juga kaum aswaja di NUsantara, dimana watak, perilaku dan sifat-sifatnya persis kaum jahiliyyah yang tidak bisa menerima, bahkan cenderung memusuhi kepada setiap pendakwah tauhid, pemurnian agama dari pengaruh / isme ajaran sesat agama kafir. Kenapa hal itu bisa terjadi?


Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan