Selasa, April 21, 2015

Guru saya banyak, saya ikuti perkataannya yang benar dan saya buang yang salah.



Pernah belajar di SMP NEGERI 3 PONTIANAK
Pernah belajar di: Universitas Muslim Indonesia
Dia menulis  sbb: boleh sebut, pak kyai. masyayikh Saudi mana yg anda ambil faidah dan ilmunya? kuliah di mana dulu wktu muda? belajar harus ada pembimbing, guru

Komentarku ( Mahrus ali ):

Ini jawabanku yang dulu :

Guru saya dari berbagai macam aliran banyak, tapi saya tidak taklid buta pada mereka. Saya ikut dalil lalu saya selamat.

Guru saya dari berbagai macam aliran banyak, tapi saya tidak taklid buta pada mereka.
Saya ikut dalil lalu saya selamat. Banyak orang punya guru lalu sesat karenanya. Sebab buang dalil dan taklid buta padanya.

Ikhwan Bermanhaj Salaf

 Bekerja di Konsultan dan Bisnis Mandiri
 Pernah belajar di Universitas Indonesia
Pernah belajar di: smk pekalongan
Tinggal di Kota Tangerang
Dari Batang, Jawa Barat, Indonesia

Dia menulis :Membongkar syubhat mantan kiai NU Mahrus Ali yang telah mengharamkan Ayam dan telurnya akibat belajar tanpa guru shg menyimpulkan hadits sesuka hatinya :https://aslibumiayu.wordpress.com/…/ayam-itu-haram-sungguh…/

Komentarku ( Mahrus ali ):
Guru saya itu banyak sekali, mulai kecil di sekolahan, pondok pesantren, di Mekkah Mukarramah, sampai silsilah dari guru – ke guru sampai pengarang kitabnya  , mulai dari kitab hadis sampai kitab Nahwu, fikih balaghoh . Semuanya bersambung dari saya sampai pada pengarangnya.
Silsilah hadis  dari  guru sampai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sudah nyambung semuanya.  Buku silsilah pengarang kotab  dari saya nyambung sampai pengarangnya.
Guru bagi saya adalah keharusan, tapi taklid buta kepada guru adalah kesalahan. Boleh memperbanyak guru tapi jangan seperti kerbau taklid buta padanya.  
Bila  kita ikut kesalahan guru, maka kita juga salah dan kita tidak bisa meng oprasikan dalil yang ada pada kita. Kita ini ibarat cd yang merekam saja apa kata guru. Kita tiru saja.  Salah atau benar. Bagaimana  bila  guru kita ini salah.
Kita harus ingat perkataan salaf kita:
Imam Ahmad pernah menyatakan: 

لاَ  تُقَلِّدْنِي وَلاَ  مَالِكًا وَلاَ  الثَّوْرِيَّ وَلاَ  الشَّافِعِيَّ
Jangan ikut kepadaku,atau Imam Malik, Tsauri atau Syafii.
Ali ra  berkata :
مَا كُنْتُ لِأَدَعَ سُنَّةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِقَوْلِ أَحَدٍ *
Aku  tidak akan meninggalkan sunah Nabi  S.A.W.    karena  perkataan orang “. [1]
Imam Malik berkata :
إنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُصِيبُ وَأُخْطِئُ فَاعْرِضُوا قَوْلِي عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
        Aku hanyalah manusia , terkadang pendapatku benar , di lain waktu kadang salah . Karena itu , cocokkan perkataanku ini dengan kitabullah dan hadis Rasulullah .

Imam Syafii yang menyatakan :
إذَا صَحَّ الْحَدِيثُ فَاضْرِبُوا بِقَوْلِي الْحَائِطَ وَإِذَا رَأَيْت الْحُجَّةَ مَوْضُوعَةً عَلَى الطَّرِيقِ فَهِيَ قَوْلِي .
Bila ada hadis sahih , maka  lemparkan perkataanku ke tembok . Bila kamu lihat hujjah telah berada di jalan , maka  itulah perkataan ku 
 لاَ تُقَلِّدْ دِينَك الرِّجَالَ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَسْلَمُوا مِنْ أَنْ يَغْلَطُوا .
Dalam masalah agama,jangan ikut orang , sebab  mereka mungkin juga salah .

Komentarku ( Mahrus ali ):
Ternyata mereka lebih suka kepada orang yang tidak taklid buta kepada mereka, dan mereka menganjurkan  untuk berpegangan kepada dalil lalu melepaskan perkataan mereka bila  ternyata menyalahi  dalil. Dan mereka sangat  tidak  suka  kepada orang yang taklid buta kepada mereka, bahkan melarangnya. Jadi saya ini malah menjalankan apa yang disenangi oleh mereka, karena saya ikut dalil untuk menyelisihi pendapat mereka.
Kaum kristen sesat gara – gara taklid  buta pada pendeta dan uskupnya.
Pengikut Syi`ah sesat gara – gara taklid buta pada marjiiyah atau ulamanya.
Ahli bid`ah sesat gara – gara taklid buta kepada kiyai – kiyanya
Sebagian salafy sesat gara – gara taklid buta kepada asatidznya yang pro thaghut.

Kita haram ikut guru yang keliru dan kita harus mengikuti dalil untuk menghurmati ayat :
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ  وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ  وَالْيَوْمِ ا‏ ْلآ‏خِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan  Rasul  (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Nisa` 59
Kita haram ikut ulama yang menyelisihi sahabat  karena menghurmati dalil :
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ(100)
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. 100 Tobat
 Mayoritas manusia akan masuk Neraka dan sedikit mereka yang masuk ke surga. Karena itu , ikutilah sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  yang benar dan para sahabatnya . Ingatlah firmanNya:
قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا
Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil". Al Isra` 62

Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )  https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50
 




Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan