Sabtu, April 18, 2015

Jawabanku ke dua untuk Von Edison Alouici .



Von Edison Alouici .
  • IT Support di Hamas Gaza dan Spionis of Palestine di HAMAS United
Pernah belajar di Al-Azhar University – Gaza
Pernah belajar di: Education College,The Islamic University of Gaza

Tinggal di Kota Palembang
Dari Gaza · Pindah ke Brunei, Sabah, Malaysia
Dia  menulis  dalam  meanggapi artikel saya  Jawabanku untuk Muhammad Idrus Ramli ke 33 , antara lain  sbb:


Imam Al Qurthubi bahkan menceritakan dalam tafsirnya riwayat Abi Shodiq dari Ali Bin Abi Tholib:

bahwa seorang badui datang tiga hari setelah kami mengubur Rosulullah, lalu ia menjatuhkan dirinya diatas kubur Rosul, lalu menaburkan debunya di kepalanya, lalu ia berkata: Ya Rosulallah, engkau telah bersabda dan kami dengarkan sabdamu, engkau paham dari Allah dan kami paham darimu, dan Allah telah menurunkan kepadamu ayat ini (An Nisa’ 64) dan aku telah menganiaya diriku, dan mendatangimu, agar engkau memintakan ampun untukku. LALU terdengarlah suara dari kubur: “sesungguhnya kamu telah diampuni.”

Komentarku ( Mahrus ali ):
Lain kali, sekalian arabnya biar tampak valid untuk para pembaca.
Hadis  yang anda sebutkan itu  sbb:


رَوَى أَبُو صَادِق عَنْ عَلِيّ قَالَ : قَدِمَ عَلَيْنَا أَعْرَابِيّ بَعْدَمَا دَفَنَّا رَسُول اللَّه صَلَّى اللُهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلاَثَةِ أَيَّام , فَرَمَى بِنَفْسِهِ عَلَى قَبْر رَسُول اللَّه صَلَّى اللُهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحَثَا عَلَى رَأْسه مِنْ تُرَابه ; فَقَالَ : قُلْت يَا رَسُول اللَّه فَسَمِعْنَا قَوْلَك , وَوَعَيْت عَنْ اللَّه فَوَعَيْنَا عَنْك , وَكَانَ فِيمَا أَنْزَلَ اللَّه عَلَيْك " وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسهمْ " الْآيَة , وَقَدْ ظَلَمْت نَفْسِي وَجِئْتُك تَسْتَغْفِر لِي . فَنُودِيَ مِنْ الْقَبْر إِنَّهُ قَدْ غُفِرَ لَك

"Abu Shadiq meriwayatkan dari Ali ra , beliau berkata: "Seorang a'rabi datang kepada kami setelah tiga hari kami menguburkan Rasulullah. Kemudian dia menjatuhkan dirinya  ke makam Rasulullah SAW dan menaburkan debu kuburan beliau pada kepalanya sambil berkata: "Engkau berkata hai Rasulullah lalu kami mendengarkan perkataannmu, dan engkau menerima ajaran dari Allah, dan kami menerima darimu. Di antara yang diturunkan Allah kepadarnu adalah: "Sesungguhnya jikalau rnereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu... " (QS. at Nisa': 64). Sungguh aku telah menganiaya diriku dan aku datang kepadamu agar engkau mohonkan ampunan bagiku". Lalu laki-laki a'rabi itu dijawab dari dalam makam beliau : "Kamu telah diampuni".[1]

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Hadis tsb menjelaskan  seorang arab badui yang mengadukan permasalahannya  kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam   yang sudah berbaring dibawah tanah , lalu tidak  sia – sia dan mendapat jawaban langsung dari Rasulullah
Hadis tsb juga di buat dalil oleh Syi`ah dalam memperkenankan tawassul dengan mayat , kata   DR Sholahuddin [2]  Hadis tsb juga di sebut dalam kitab   yang berjudul  kitab intishori auliya`ir rahman ala  auliya`is syaithan  / bab tawassul wal wasilah karya  mursyid thoriqah Burhaniyah Addasuqiyah assyadziliyah  dari Sudan yang bermadzhab Maliki  wafat pada tahun  26 Sya`ban 1242 – 22 Oktober 2003 M  Syaikh Ibrahim bin Syaikh  Muhammad Usman Abduh

رَوَى أَبُو الْحَسَنِ عَلِي بْنُ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ اْلكُرْخِي عَنْ عَلِي بْنِ مُحَمَّدٍ بْنِ عَلِيٍّ ثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ بْنِ الْهَيْثَمِ الطَّائِي ثَنَا أَبِي عَنْ أَبِيْهِ عَنْ سَلْمَةَ بْنِ كَهِيْلٍ عَنْ أَبِي صَادِقٍ عَنْ عَلِيٍّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عنه قال
Abul hasan – Ali bin Ibrahim bin Abdillah bin Abd Rahman al Kurkhi  dari Ali bin Muhammad bin Ali berkata : Bercerita kepada kami Ahmad bin Muhammad  bin Al Haitsam Attho`I , lalu berkata : Bercerita kepada kami  ayahku  dari ayahnya  dari Salmah bin Kuhail  dari Abu Shodiq dari Ali bin Abu Tholib ra

يَقُوْلُ الشَّيْخُ مُحَمَّد بَشِيْر السَّهْسَوَانِي رَحِمَهُ الله تَعْلِيْقاً عَلَى هَذَا الْحَدِيْثِ فِي كِتَابِهِ "صِيَانَةُ اْلإِنْسَانِ": هَذَا الْخَبَرُ ضَعِيْفٌ جِدّاً حَتىَّ قِيْلَ إِنَّهُ مَوْضُوْعٌ. قَالَ فيِ "الصَّارِمِ الْمَنْكِي": فَإِنْ قِيْلَ أَنَّهُ رَوَى أَبُوْ الْحَسَنِ عَلِي بْنُ ِإبْرَاهِيْمُ ...... فنودي من القبر: إنه غفر لك.

Syaikh  Muhammad basyir Assahsawani rahimahullah  memberikan komentar atas hadis dalam kitabnya  Shiyanatul insan , bahwa hadis tsb adalah sangat lemah , hingga bisa  di katakan  palsu .
Al allamah Abu Abdillah – Muhammad bin Abd Hadi berkata : Bila dikatakan  dalam kitab Asshorimul manki [3] bahwa  Abul Hasan Ali bin Ibrahim  meriwayatkan hadis …………………… lalu ada suara dari kuburan , sesungguhnya Allah telah mengampunmu …………………

وَالْجَوَابُ: أَنَّ هَذَا الْخَبَرَ مُنْكَرٌ مَوْضُوْعٌ ، وَأَثَرٌ مُخْتَلَقٌ مَصْنُوْعٌ لاَ يَصْلُحُ اْلاِعْتِمَادُ عَلَيْهِ ، وَلاَ يَحْسُنُ الْمَصِيْرُ إِلَيْهِ ، وَإِسْنَادُهُ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ ، وَالْهَيْثَمُ جَدُّ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدٍ ابْنِ الْهَيْثَمِ أَظُنُّهُ ابْنُ عَدِي الطَّائِي فَإِنْ يَكُنْهُ فَهُوَ مَتْرُوْكٌ كَذَّابٌ ، وَإِلاَّ فَهُوَ مَجْهُوْلٌ ، وَقَدْ وُلِدَ الْهَيْثَمُ بْنُ عَدِي بِاْلكُوْفَةِ وَنَشَأَ بِهَا وَأَدْرَكَ زَمَانَ سَلْمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ فِيْمَا قِيْلَ ، ثُمَّ اْنَتَقَلَ إِلَى بَغْدَادَ فَسَكَنَهَا ،

Jawabnya  hadis tsb mungkar  palsu , atsar yang di buat – buat , tidak layak untuk di buat landasan  dan tidak boleh merujuk kepadanya, sanadnya gelap  atau sangat gelap . Al Haitsam kakek Ahmad bin Muhammad bin Al Haitsam , saya kira ibnu Ady Attho`I . Bila dia , maka  termasuk perawi yang di tinggalkan dan pendusta . Bila bukan dia , maka identitasnya tidak di kenal .
يَقُوْلُ الشَّيْخُ مُحَمَّدٌ نَسِيْبُ الرِّفَاعِي رَحِمَهُ اللهُ فِي كِتَابِهِ الْقَيِّمِ (التَّوَصُّلُ): "إِنَّ هَذَا الْحَدِيْثَ أَلْغَامُهُ مُوْجَدَةٌ فِي مَتْنِهِ … فَضْلاً عَنْ سَنَدِهِ ، وَفِيْهِ مِنَ الطَّامَّاتِ مَا لاَ يَشُكُّ فِيْهِ مُسْلِمٌ أَنَّهُ مَوْضُوْعٌ مَكْذُوْبٌ وَذَلِكَ مِنْ وُجُوْهٍ:

Syaik Muhammad Nasib Arrifa` I rahimahullah  dalam kitabnya yang berharga  - Attawasshul -  sesungguhnya  ranjaunya hadis tsb di kalimat – kalimaNYA ATAU REDAKSINYA , APALAGI SANADNYA . Banyak bencana yang tidak di ragukan lagi  oleh seorang muslim  bahwa hadis tsb palsu  dan kebohongan  karena ada beberapa alasan :
  1. Kita tahu bahwa Rasulullah SAW ketika wafat di kebumikan di kamar Aisyah – Ummul mukminin . Bila si badui itu melakukan seperti itu  sebagaimana  di kisahkan dalam hadis itu , maka dia harus masuk ke kamar Aisyah . Bagaimanakah dia bisa masuk tanpa se izin dengannya . Hadis itu tidak menerangkan minta izin kepada Aisyah .
 Bila  di katakan, badui itu minta izin , maka bagaimanakah mungkin Aisyah memperbolehkan badui itu tersungkur ke kuburan lalu kepalanya di taburi dengan debunya ?
Komentarku ( Mahrus ali ):

  Tiada  sahabat yang bersujud kepada kuburan. Kita sekarang saja tidak bersujud pada kuburan apalagi genarasi terbaik saat itu. Hanya  syi`ah yang sering bersujud ke kuburan.


[1] Membongkar  kebohongan buku mantam kiyai NU …………….. 59


Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )  https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan