Selasa, April 28, 2015

Kesalahan pendapat ulama ke 8



sambungan kemarin
Imam  Styafii  juga tidak menganjurkan adzan pertama  .
وَقاَلَ الشَّافِعِي -فِيْمَا حَكَاهُ ابْنُ عَبْدِ اْلبَرِّ - : أَحَبُّ إِلَيَّ أَنْ يَكُوْنَ اْلأَذَانُ يَوْمَ الْجُمْعَةِ حِيْنَ يَجْلِسُ اْلإِمَامُ عَلَى الْمِنْبَرِ بَيْنَ يَدَيْهِ، فَإِذَا قَعَدَ أَخَذَ الْمُؤَذِّنُ فِي اْلأَذَانِ ، فَإِذَا فَرَغَ قَامَ فَخَطَبَ ، قَالَ : وَكَانَ عَطَاءٌ يُنْكِرُ أَنْ يَكُوْنَ عُثْمَانُ أَحْدَثَ اْلأَذَانَ الثَّانِي ، وَقَالَ : إِنَّمَا أَحْدَثَهُ مُعَاوِيَةُ
 Imam Syafii berkata sebagaimana di kisahkan oleh Ibnu Abdil bar : Aku lebih senang  adzan Jumat di lakukan ketika Imam duduk di atas mimbar dan  di muka Imam tsb . Bila imam  telah duduk , maka  muaddzin mengumandangkan adzan . Bila  selesai , sang imam berdiri lalu berhutbah .
Beliau berkata : Imam Atha` tidak percaya bila Usman bin Affan  yang membikin adzan kedua ( maksudnya adzan pertama ) . Tapi Muawiyahlah yang berbuat sedemikian . [1] HR Abd Razzaq .
قَالَ : وَرَأَيْتُ ابْنَ الزُّبَيْرِ لاَ يُؤَذَّنُ لَهُ حَتىَّ يَجْلِسَ عَلَى الْمِنْبَرِ ، وَلاَ يُؤَذَّنُ لَهُ إِلاَّ أَذَانٌ وَاحِدٌ يَوْمَ الْجُمْعَةِ .
Saya melihat adzan waktu Ibnuz Zubair ketika beliau duduk di atas mimbar  dan hanya adzan sekali  pada hari Jum`at .  HR Abd Razzaq . [2]
Komentarku ( Mahrus  ali ) :  Ibnuz zubair adalah pemimpin kaum muslimin di Mekkah di saat Hajjaj berkuasa  dan beliau masih menggunakan  satu adzan  tanpa  adzan pertama.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، قَالَ : إِنَّمَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - إِذَا قَعَدَ عَلَى الْمِنْبَرِ أَذَّنَ بِلاَلٌ ، فَإِذَا فَرَغَ النَّبِيُّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - مِنْ خُطْبَتِهِ اَقَامَ الصَّلاَةَ ، وَاْلاَذَانُ اْلأَوَّلُ بِدْعَةٌ .
Dari Ibnu Umar ra  berkata :  Sesungguhnya Rasulullah   bila  duduk di mimbar jumat , maka  Bilal membaca adzan . Bila  beliau telah selesai berhutbah , maka Bilal membaca qamat . Untuk adzan pertama adalah bid`ah.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Komentar Ibnu Umar ini  tidak di ketahui kapan dikatakan, apakah ketika  khilafah Usman atau ketika Hajaj  berkuasa. Tiada  refrensinya.
وَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنُ بْنُ زَيْدٍ بْنُ أَسْلَمَ : لَمْ يَكُنْ فِي زَمَانِ النَّبِيّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - إِلاَّ أَذَانَانِ : أَذَانٌ حِيْنَ يَجْلِسُ عَلَى الْمِنْبَرِ ، وَأَذَانٌ حِيْنَ تُقَامُ الصَّلاَةُ . قاَلَ : وَهَذَا اْلأَخِيْرُ شَيْءٌ أَحْدَثَهُ النَّاسُ بَعْدُ
Abd Rahman bin Zaid bin Aslam menyatakan : Di masa Nabi   hanya ada dua adzan ( adzan dan qamat ) . Adzan ketika beliau duduk di mimbar  dan adzan lagi  ketika  qamat .
Beliau berkata : Untuk yang akhir ( adzan pertama ) adalah bid`ah yang di lakukan oleh manusia  . HR Ibnu Abi Hatim .
Sofyan tsauri  berkata :
وَاْلأَذَانُ الَّذِي كَانَ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ أَذَانٌ وَأِقَامَةٌ ، وَهَذَا اْلأَذَانُ الَّذِي زَادُوْهُ مُحْدَثٌ .
 , Abu bakar dan Umar cukupAdzan di masa Rasulullah   dengan adzan dan qamat . Untuk adzan pertama yang mereka tambahkan adalah bid`ah .
Al albani menyatakan :
وَكَأَنَّهُ لِذَلِكَ كَانَ عَلِيٌّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَهُوَ بِالْكُوْفَةِ يَقْتَصِرُ عَلَى السُّنَّةِ ، وَلاَ يَأْخُذُ بِزِيَادَةِ عُثْمَانَ ؛ كَمَا فِي (( اْلقُرْطُبِي ))
Seolah karena itu , Ali bin Abu Thalib ra di Kufah melakukan adzan sesuai dengan sunnah  dan tidak mau melakukan tambahan Usman  sebagaimana  dalam kitab al qurthubi . [3]
Komentarku ( Mahrus ali ):
Tambahan Usman  pada adzan ini masih meragukan karena diriwayatkan oleh seorang sahabat. Bahkan di masa  Az zuhri sebagai  perawi tunggal , tiada orang yang tahu bahwa adzan Jum`at tambahan khalifah Usman ini . Saat itu  kira kurang lebih  di seratus tahun  hijriyah.
Mengapa mereka tidak tahu hal itu, lalu mengapa kita  malah lebih mengetahuinya  dari pada  para sahabat.
Az zuhri nama nya adalah sbb:  


  ــ  محمد بن مسلم بن عبيد الله بن عبد الله بن شهاب بن عبد الله بن الحارث بن زهرة القرشى الزهرى ، أبو بكر المدنى
Beliau adalah  tingkatan empat setelah pertengahan tabiin. Wafatnya  125 H atau sebelumnya  di Syaghab.   6296 Mausuah ruwatil hadis..

Komentarku ( Mahrus ali ):
Syaghob itu insya Allah perbatasan Palistina. Jadi aneh penduduk Medinah tidak mengerti penambahan Usman kepada adzan itu , lalu penduduk dekat Palistina memahaminya. 

Ibnu Umar berkata :
وَاْلأَذَانُ اْلأَوَّلُ بِدْعَةٌ ))
Adzan jumat yang pertama adalah bid`ah .HR  Abu Thahir  dalam kitab fawaidnya  229/1-2 .
سنن أبي داود ت الأرنؤوط (2/ 313)
والآن يغني عن هذا الأذان مكبرات الصوت.
Al arnauth menyatakan:
Untuk masa sekarang cukup dengan speaker tanpa adzan pertama lagi.  Sunan Abu  Dawud 313/2.
Ali al fadhel berkata:
:
القول بأن الأذان الثاني يترك ، وهم بين قائل بأنه إما بدعة وإما أنه خلاف الأولى.
وهؤلاء هم علي بن أبي طالب و ابن عمر وعبد الله بن الزبير-رضي الله عنهم- و الحسن البصري وعطاء والشافعي –رحمهم الله تعالى- وقول بعض الأحناف ، والصنعاني
Pendapat yang menyatakan bahwa adzan kedua ( adzan pertama menurut kita ) ditinggalkan. Ada yang berkata: Ia bid`ah atau tidak baik. Mereka  ini adalah Ali bin Abi Thalib, ibnu Umar, Abdullah bin Zubair ra , Hasan al basri , Atha`, Syafii rahimahumullah , pendapat   sebagaian ulama Hanafi dan Shon`ani.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Memang ada pula riwayat Bukhari tentang penambahan Usman terhadap adzan jumat yaitu adzan pertama, namun banyak kalangan ulama yang menyatakan bid`ah dan hanya  dari satu jalur yaitu Assa`ib bin Yazid dan tiada  sahabat lain yang meriwayatkannya dan ini termasuk riwayat yang nyeleneh tiada  sahabat lain yang mendukungnya  . Dan ini tanda kelemahannya .
Ibnu hajar menyatakan :
فِيْهِ نَظَرٌ فَإِنَّ الْخَلِيْلِي لَمْ يَحْكُمْ لَهُ بِالصِّحَّةِ ، بَلْ صَرَّحَ بِأَنَّهُ يَتَوَقَّفُ فِيْهِ وَلاَ يَحْتَجُ بِهِ وَاللهُ أَعْلَمُ .
Hadis yang nyeleneh itu oleh Imam Kholili tidak di nyatakan sahih , tapi beliau menyatakan masih no commend  dan tidak boleh di buat pegangan  , Wallahu a`lam . [4]


Komentarku ( Mahrus  ali ):
Jadi hadis tentang penambahan  Usman pada adzan jumat adalah nyeleneh dan hanya dari sahabat Assaib dan tiada  sahabat lain yang meriwayatkannya .
Marilah kita kembali kepada pernyataan pakar hadis yang dulu  sbb:
- كراهية المتقدمين لرواية الغريب:
كان المتقدمون من علماء الحديث يكرهون رواية الغرائب وما تفرد به الرواة، ويعدونه من شَرِّ الحديث، كما قال الإمام مالك رحمه الله: "شَرُّ العلم الغريبُ، وخيرُ العلم الظاهرُ الذي قد رواه الناس" 1،

Hukum hanya seorang perawi yang meriwayatkan hadis.( tafarrud )
1. Ulama hadis dahulu tidak suka atau benci terhadap riwayat gharib ( nyeleneh )
Ulama hadis dahulu benci terhadap terhadap riwayat – riwayat yang gharib ( nyeleneh ) dan hadis yang di riwayatkan oleh seorang perawi , lalu di anggap sebagai hadis yang terjelek sebagaimana di katakan oleh Imam Malik rahimahullah: Ilmu terjelek adalah yang gharib dan ilmu yang terbaik adalah yang tampak yang di riwayatkan oleh manusia. ( banyak ).

      DR Abu Lubabah At thahir Shalih Husain kepala bagian dirosah Islamiyah  di Emirat menyatakan :
وَإِطْلاَقُ الْحُكْمِ عَلَى التَّفَرُّدِ بِالرَّدِّ وَالنَّكَارَةِ أَوِ الشُّذُوْذِ مَوْجُوْدٌ فِي كَلاَمِ كَثِيْرٍ مِنْ أَهْلِ الْحَدِيْثِ
 Mengghukumi perawi yang secara sendirian meriwayatkan agar riwayatnya  tertolak , dikatakan mungkar , syadz memang ada dlm perkataan kebanyakan ahli hadis . Ulumul hadis 12/1
Ibn  Qayyim al jauzi menyatakan:
وقد تفرد الزهري بنحو ستين سنة لن يروها غيره وعملت بها الأمة ولم يردوها بتفرده
“ Az-Zuhriy telah bersendirian dalam meriwayatkan hadist sekitar enampuluhan dan seluruh ummat telah mengamalkannya dan tidak ada yang menolaknya.”
Ighotsatul lahfan 256
Saya jawab:
Itu masih sekedar pendapat mungkin benar, mungkin salah dan perlu  di kaji ulang. Apalagi  dalam masalah penambahan Usman kepada adzan ini adalah bertentangan dengan perbuatan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, khalifah  Abu bakar , Umar dan khalifah Ali  Suatu hal yang aneh, masalah adzan Jumat ini tidak diketahui oleh mayoritas sahabat, tapi hanya satu orang. Ini kejanggalan yang bikin kurang valid datanya. Jadi data ini rapuh tak layak dibuat pegangan, tapi lepaskan saja dan ambillan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang sahih.
 Dan penambahan  ini yang konon  dari sahabat Usman adalah bid`ah yang tertolak  sebagaimana hadis yang muttafaq alaih sbb:
"مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ" رَوَاهُ الْبُخَارِي وَمُسْلِمٌ،
Barang siapa yang bikin perkara baru dalam urusan kami ini yang tidak termasuk di dalamnya  maka tertolak . HR Bukhari dan Muslim .



Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )  https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50






[1] Fathul bari  libni Rajab 205/6
[2] Fathul bari  libni Rajab 205/6
[3] Al ajwibah 6/1
[4] Annukat 70 /1
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan