Selasa, April 28, 2015

Kesalahan pendapat ulama ke 9



Bila kita terima hadis tentang penambahan Khalifah Usman itu untuk  adzan Jum`at , maka kita akan membuang  hadis bid`ah tertolak dan kita akan menerima bid`ah hasanah. Bila  kita menerima  bid`ah  hasanah itu , maka kita akan menentang  hadis hadis  bid`ah  tertolak  bukan diterima yang sudah muttafaq alaih.
 Jadi aneh sekali, orang yang menerima  penambahan adzan jumat lalu menolak bid`ah hasanah. Dia harus berani menyatakan  penambahan Usman itu adalah bid`ah yang tidak terdapat dimasa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Ada orang yang bilang: Kita kan  diperintahkan untuk mengikuti khulafa ur rasyidin.
Kita katakan: Hal itu bila tidak bertentangan  dengan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam .
Bila  kita  ikut penambahan khalifah  Usman itu, kita akan buang sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  dalam hal ini yaitu sekali adzan.
Ali al fadhl  berkata:
ونوقش هذا الدليل بأن قول و فعل الصحابي الراشد وغيره من الصحابة إنما يكون حجة بشرطين اثنين : الأول : ألا يخالف السنة المحمدية , والثاني : ألا يخالفه صحابي آخر ، وكما ترى فإن السنة المحمدية كانت أذانا واحدا حتى زاد عثمانرضي الله عنه- الأذان الثاني ، وحينئذ فحري بنا أن نلزم السنة المحمدية
  dalil ini masih dibantah, yaitu perkataan atau perbuatan  kahlifah Rasyidah atau lainnya bisa menjadi hujjah dengan dua sarat
  1. Tidak bertentangan dengan  sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
  2. Tidak bertentangan dengan sahabat yang lain.

Anda  sudah mengetahui  bahwa  sunah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  ( muhammadiyah ) cukup satu adzan  hingga Usman menambah  adzan pertama . Kita dalam  hal ini layak sekali berpegangan kepada sunnah Muhammadiyah itu.

Komentarku ( Mahrus ali ):
Bila kita ikut dua adzan jumat kita akan bertentangan dengan para sahabat yang lain , bahkan  berselisih dengan tiga khalifah yang katanya kita  harus ikuti sunnah mereka. Lalu kita  juga menerima hadis tafarud – hadis nyeleneh dan syadz itu  untuk menolak hadis muttafaq alaih yang menolak segala macam bid`ah. Untuk bid`ah shalat tarawih berjamaah perlu pembahasan  tersendiri nanti  - bersabarlah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsamin menyatakan lagi:
Sebab para sahabat ra tidak ingkar pada amirul mukminin Utsman ra menurut apa yang kami ketaui.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Dari mana  anda  ya syaikhana    tahu bahwa para sahabat tidak menentangnya. Para  sahabat  tidak ada yang tahu hadis penambahan Usman terhadap adzan Jum`at kecuali Assa ib bin Yazid , bahkan seratus tahun setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafatpun , hadis itu masih di ketahui satu orang yaitu Az zuhri. Lalu mengapa  tabiin yang lain tidak paham atsar itu?
Barang kali  syaikhuna yang mulia   berpegangan kepada hadis Bukhari sbb:

صحيح ابن خزيمة ط 3 (2/ 858)
فَأَمَرَ بِالنِّدَاءِ الثَّالِثِ عَلَى الزَّوْرَاءِ (1)، فَثَبَتَ حَتَّى السَّاعَةِ.
Dalam sahih Ibnu Huzaimah  858/2 disebutkan:
Lalu Usman memerintah adzan ketiga ( adzan pertama menurut kita ) ,  di Zaura` (  salah satu tempat di pasar ) , lalu  tetap dijalankan sampai sekarang.

Komentarku ( Mahrus ali ):
Di riwayat Tirmidzi  649  tanpa menyebutkan  redaksi  itu, begitu juga dalam  riwayat  Bukhari yang lain.
Bukti redaksi  atsar itu tidak ada realitanya dikalangan sahabat  karena saat itu tiada  yang tahu dari kalangan sahabat tentang tambahan Usman bin Affan itu kecuali Assa ib bin yazid dan dikalangan  tabiin  tiada yang tahu kecuali  Azzuhri - . Bukti lagi  sahabat Ali bin  Thalib tetap  tidak menjalankan  tambahan adzan itu, begitu juga  sahabat Abdullah bin Zubair.

).
أخرج ابن شيبة في "المصنف"عن ابن عمر-رضي الله عنه- قال: [الأذان الأول يوم الجمعة بدعة]اهـ
…………… Intinya : Ibnu Umar menyataka  adzan pertama  di hari jumat adalah bid`ah.
.وأخرج عبد الرزاق في مصنفه عن ابن الزبير ( أنه لا يؤذن له حتى يجلس على المنبر ، ولا يؤذن له إلا أذانا واحدا يوم الجمعة ).
Intinya: adzan jumat itu satu ketika imam duduk di mimbar

وأخرج ابن أبي شيبة في المصنف عن الحسن البصري أنه قال :
[النداء الأول يوم الجمعة الذي يكون عند خروج الإمام ،والذي قبل ذلك محدث]اهـ.

وأخرج عبد الرزاق في"المصنف" عن عطاء أنه قال :
[ إنما كان الأذان يوم الجمعة فيما مضى واحدا قط ، ثم الإقامة ، فكان ذلك الأذان يؤذن به حين يطلع الإمام ، فلا يستوي الإمام قائما حيث يخطب حتى يفرغ المؤذن ، أو مع ذلك ، وذلك حين يحرم البيع ، وذلك حين يؤذن الأول ، فأما الأذان الذي يؤذن به الآن قبل خروج الإمام وجلوسه على المنبر فهو باطل ، وأول من أحدثه الحجاج بن يوسف]اه
Intinya : Imam Atha` menyatakan bahwa  adzan pertama  itu di buat oleh Hajjaj bin Yusuf.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Jadi bukan Usman bin Affan.
Komite fatwa saudi menyatakan:
أما الأذان الأول يوم الجمعة فهو من سنة الخلفاء الراشدين، فعله عثمان بن عفان رضي الله عنه ووافقه عليه الصحابة رضي الله عنهم في وقته، منهم علي رضي الله عنه،
Adapun adzan pertama pada hari Jumat
Termasuk  sunnah hulafa ur rasyidin yang dilakukan  oleh Usman bin Affan  dan para sahabat menyetujuinya pada saat itu, termasuk Ali  bin Abi Thalib. 

Komentarku ( Mahrus ali ):
Bila sahabat menyetujuinya maka ber arti para sahabat setuju kepada bid`ah hasanah dan melanggar hadis  Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang  muttafaq alaih sbb:

"مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ" رَوَاهُ الْبُخَارِي وَمُسْلِمٌ،
Barang siapa yang bikin perkara baru dalam urusan kami ini yang tidak termasuk di dalamnya  maka tertolak . HR Bukhari dan Muslim .
Bila para  sahabat menyetujuinya, maka untuk apakah kita ingkar kepada bid`ah hasanah yang lain dimana para sahabat telah acc padanya. Lebih baik kita setuju saja untuk mengadakan  bid`ah hasanah itu. Akhirnya kita akan menjadi ahli bid`ah bukan ahlis sunnah.
Bagaimana para sahabat dikatakan setuju, azan pertama  itu tidak diketahui atsarnya kecuali oleh satu orang. Jadi mereka tidak paham hal itu. Mereka hanya mengerti adzan jumat itu sekali sebagaimana shalat yang lain.
Di tempat ain , komite fatwa ulama Saudi menyatakan  bahwa tiada satupun  sahabat yang ingkar kepada adzan pertama shalat Jum`at  itu.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Bila demikian , maka aneh sekali bila  seluruh sahabat setuju  kepada  tindakan bid`ah  itu. Hal ini sangat jelek sekali. Mestinya mereka anti bid`ah. Dan mereka menentang kepada tindakan  sahabat Usman itu.  Dan ini sebagai sinyal kedustaan adzan pertama  tambahan sahabat Usman bin Affan.Kita lihat para sahabat sangat anti kepada  bid`ah dan segan sekali untuk ittiba`.
Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,
كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ، وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً
“Setiap bid’ah adalah sesat, walaupun manusia menganggapnya baik.” (Lihat Al Ibanah Al Kubro li Ibni Baththoh, 1/219, Asy Syamilah)
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,
مَا أَتَى عَلَى النَّاسِ عَامٌ إِلا أَحْدَثُوا فِيهِ بِدْعَةً، وَأَمَاتُوا فِيهِ سُنَّةً، حَتَّى تَحْيَى الْبِدَعُ، وَتَمُوتَ السُّنَنُ
“Setiap tahun ada saja orang yang membuat bid’ah dan mematikan sunnah, sehingga yang hidup adalah bid’ah dan sunnah pun mati.” (Diriwayatkan oleh Ath Thobroniy dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 10610. Al Haytsamiy mengatakan dalam Majma’ Zawa’id bahwa para perowinya tsiqoh/terpercaya)


Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )  https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50
 

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan