Jumat, Mei 01, 2015

Jawabanku untuk Ust Abdur Rasyid Al-Atsari



pak Mahrus, Ganong, Ibnu Taimiyah itu orang yg tadinya bersendirian, memahami secara otodidak, gak heran klo memahaminya ditemani syaiton, keberkahan itu bersama org2 besar di antara kalian (Ulama).

Abdur Rasyid Al-Atsari  menulis lagi :
pak Mahrus ini jgn gagal fahamlah, disana sy kan katakan "keberkahan itu bersama org2 besar (ulama kibar) di antara kalian", ini kan dalil pak? , maksudnya kan permasalahan fitnah, apalagi jihad, takfir kpd penguasa, itu kan masalah yg ckp rumit, banyak sekali hal2 yg rancu/bias, mf saja utk sekelas pak Mahrus itu blm saatnya berfatwa yg aneh2, justru hal ini yg akan menyesatkan umat pak. maksud belajar sendiri itu anda tdk mengikuti bimbingan (taujihiyyah) ulama, ahlul fadhl wal ilmi. yaitu org2 yg mempunyai keutamaan2 dan ilmu (yaitu para ulama), ya tentunya bukan dlm rangka utk taqlid, tentunya pendapat yg rojih pak. coba pemahaman anda jk mengatakan negara Indonesia inu sebuah Negara kafir, anda pny pengikut, nah bagaimana mrk2 yg awam jk mengikuti hal ini??

sy kira hny itu yg sy sampaikan, semoga pak Mahrus dpt mencerna maksud saya.

dan kenapa hadits ttg himbauan utk bersama ulama kibar itu dimaknai taqlid? coba ciri2 siapa yg suka membentur2 nash?
krn ucapan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam itu adalah kebenaran, wahyu yg diwahyukan kpd beliau. dari mana bpk mengatakan taqlid??

Komentarku ( Mahrus ali ):
Saya tdk gagal paham, tapi saya pahami dengan tepat.  lihat perkatanmu dulu tidak sebagaimana perkataanmu yang menafsiri maksud yang terpendam dihatimu . Juga bertentangan dengan perkataanmu yang asli  dulu.
Lalu anda menyatakan:

"keberkahan itu bersama org2 besar (ulama kibar) di antara kalian", ini kan dalil pak? ,
Komentarku ( Mahrus ali ):
Apa maksudnya?
Bila perkataan itu  dikatakan dalil , maka  saya tidak paham. Sebab ia sekedar omongan bukan dalil dari hadis atau al Quran.
Siapa bilang : "keberkahan itu bersama org2 besar (ulama kibar) di antara kalian “ Bagaimana bila mereka salah dalam berfatwa?
Bukankah kita akan sesat sebagaimana kaum syi`ah yang ikut secara total kepada ulama kibarnya atau  seperti orang kristen yang percaya  total pada pendeta dan uskupnya. Kita haram ikut mereka dan wajib ikut dalil. Apa  wajib ikut mereka dan haram ikut dalil ?

Anda menyatakan: maksudnya kan permasalahan fitnah, apalagi jihad, takfir kpd penguasa, itu kan masalah yg ckp rumit, banyak sekali hal2 yg rancu/bias

Komentarku ( Mahrus ali ):
Mana yang rancu dan rumit ?
Apakah Thaghut itu amirul mukminin ?
Apakah Thaghut itu muslim yang harus di taati dan didekati  sedang Allah berfirman:
اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Baqarah 257
  Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah thaghut , yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
Di lain ayat, Allah berfirman:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus  Rasul  pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan ( Rasul – Rasul ).
Kita ini disuruh menghindari thaghut, tidak boleh mendekatinya, apalagi mendukungnya. Apakah ada ayat yang mengharuskan kita  untuk mendekati thaghut. Dan sesatlah orang yang akrab dengan thaghut.

Syaikh Abu Maryam Abd Rahman bin Thalla` al Mukhallaf menulis sbb:

ومن أعظم أعمال جند الطاغوت حماية الطاغوت أي الدستور وحمايته والقيام على تنفيذه وإلزام الناس به ومعاقبة من يخالفه فمتى ما حكم الطاغوت بحكم سواء كان الحكم قضائي أو تنفيذي هؤلاء الجند هم من يقوم بإلزام الناس بهذا الحكم وكل من لا يلتزم هذا الحكم يعاقب لعدم التزامه بحكم الطاغوت ومثل هؤلاء من أعظم أعوان الطاغوت بل هم أولياء الطاغوت الذين حكم الله بكفرهم كما قال تعالى{اللّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُواْ يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوُرِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ أَوْلِيَآؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ}[البقرة:257]
حكم جند الطاغوت
الإصدار الثاني
تأليف
الشيخ أبي مريم عبد الرحمن بن طلاع المخلف

Salah satu tindakan yang paling besar dari tentara Thaghut  melindungi thaghut , berupa  konstitusi apapun, melindunginya  dan melanjutkan pelaksanaan dan mengharuslkan  orang untuk berpegangan kepadanya dan  menghukum mereka  yang melawannya . Maka ketika Taghut memberikan  kebijakan , baik pengadilan atau eksekutif . Maka tentara ini yang akan mengharuskan  orang orang  untuk mengikuti hukum itu Barang  siapa yang tidak mematuhi dihukum karena kurang taat kepada Thaghut . Orang – orang seperti ini  termasuk  pendukung Thaghut  yang terbesar, Bahkan mereka  itu termasuk kekasih thaghut yang dihukumi kafir  oleh Allah dalam  firmanNya:
اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Baqarah 257
  Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah thaghut , yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Raja Abd Aziz dulu juga memerangi thaghut juga memerangi pendukungnya, lihat saja sejarah beliau.
Anda menyatakan:
mf saja utk sekelas pak Mahrus itu blm saatnya berfatwa yg aneh2, justru hal ini yg akan menyesatkan umat pak.

Komentarku ( Mahrus ali ):
Tunjukkan fatwa ulama kibarmu, yang bertentangan dengan ajaran saya, lalu kita bahas bersama. Dan kita cocokkan dengan dalil mana yang salah dan mana yang benar. Ayo, jangan disimpan.   Dan tunjukkan ajaran saya yang kamu anggap aneh yang menyesatkan menurut dalil bukan menurut golongan, pendapat orang atau tradisi.

Anda menyatakan:
maksud belajar sendiri itu anda tdk mengikuti bimbingan (taujihiyyah) ulama, ahlul fadhl wal ilmi. yaitu org2 yg mempunyai keutamaan2 dan ilmu (yaitu para ulama), ya tentunya bukan dlm rangka utk taqlid, tentunya pendapat yg rojih pak.

Komentarku ( Mahrus ali ):
Sekarang baru anda menyatakan seperti itu. Dulu anda menulis:
pak Mahrus, Ganong, Ibnu Taimiyah itu orang yg tadinya bersendirian, memahami secara otodidak, gak heran klo memahaminya ditemani syaiton, keberkahan itu bersama org2 besar di antara kalian (Ulama)”.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Saya akan mengikuti taujihat ulama kibar atau shighar asal cocok dengan dalil. Bila tidak cocok, maka lebih baik saya ikut dalil sekalipun beda dengan mereka. Bila  saya ikut mereka, maka saya akan menyelisihi dalil dan ini sangat berat bagi saya sekalipun ringan bagi sebagian orang yang menolak dalil  untuk menerima pendapat ulama. Karena saya menghurmati ayat:

أَمْ لَكُمْ كِتَابٌ فِيهِ تَدْرُسُونَ(37)إِنَّ لَكُمْ فِيهِ لَمَا تَخَيَّرُونَ
Atau adakah kamu mempunyai sebuah kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu pelajari ?, bahwa di dalamnya kamu benar-benar boleh memilih apa yang kamu sukai untukmu. Nun 37 – 38
قل هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar".
Ayat itu menunjukkan harus  tunjukkan dalil , tidak boleh melakukan amaliyah atau qauliyah dalam Islam tanpa dalil.

Anda menyatakan:


 coba pemahaman anda jk mengatakan negara Indonesia inu sebuah Negara kafir, anda pny pengikut, nah bagaimana mrk2 yg awam jk mengikuti hal ini??

Komentarku ( Mahrus ali ):
Sejak dulu dikatakan oleh GUS dur atau SBY , Pak Harto bahwa Indonesia bukan negara agama- bukan negara Islam .
Kalau saya katakan negara Indonesia ini negara Islam, saya salah. UU Negara ini tdk berlandaskan al Quran, bahkan menentangnya. Sebagaimana  muslim di Amirika , mereka akan mengatakan bahwa mereka hidup di negara kufur. Bila kita katakan negara Indonesia ini negara Islam, kita dusta.

Anda menyatakan:
sy kira hny itu yg sy sampaikan, semoga pak Mahrus dpt mencerna maksud saya.

dan kenapa hadits ttg himbauan utk bersama ulama kibar itu dimaknai taqlid? coba ciri2 siapa yg suka membentur2 nash?
krn ucapan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam itu adalah kebenaran, wahyu yg diwahyukan kpd beliau. dari mana bpk mengatakan taqlid??
Komentarku ( Mahrus ali ):
Mana hadis “ hadits ttg himbauan utk bersama ulama kibar itu “ ?
Saya tunggu hadisnya sampai kapanpun .
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan