Jumat, Mei 08, 2015

Kesalahan pendapat ulama ke 14




Imam Ramli melanjutkan perkataannya lagi :
وَفِي قِرَاءَةِ الْخَبَرِ بَعْدَ اْلأَذَانِ وَقَبْلَ الْخُطْبَةِ مُيَقِّظٌ لِلْمُكَلَّفِ لِاجْتِنَابِ الْكَلاَمِ الْمُحَرَّمِ أَوْ الْمَكْرُوهِ فِي هَذَا الْوَقْتِ عَلَى اخْتِلاَفِ الْعُلَمَاءِ فِيهِ وَقَدْ كَانَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ هَذَا الْخَبَرَ عَلَى الْمِنْبَرِ فِي خُطْبَتِهِ


Dan dalam membaca hadis  setelah adzan  sebelum  khotbah juga mengingatkan kepada  mukallaf agar menghindari pembicaraan yang dilarang atau yang makruh  di saat ini, sekalipun  ilmuwan ( ulama )  berbeda pendapat dalam hal ini .  Dan sungguh  Rasulullah SAW mengatakan hadis tsb  di atas mimbar dalam khotbahnya

Komentarku ( Mahrus ali ):
Orang bicara tanpa dalil bila dari kalangan awam itu tidak menyesatkan banyak orang ,dan pembicaraannya  tidak di buat landasan di kalangan mereka
Namun selevel Imam Ramli yang berkata , maka punya dampak yang hebat di kalangan awam dan ulama. Perkataan  dan tindakannya  di buat panutan, tidak diabaikan sebagaimana perkataan dan tindakan grass root community yang selalu diabaikan.
Semakin populer kapasitas seseorang , maka perkataannya  bila keliru memiliki  dampak penyesatan  yang hebat. Begitu  juga bila benar, maka akan bisa memberikan pencerahan  di tempat  yang luas sekali.
 Aneh sekali bila beliau menyampaikan keterangan tanpa di ikuti dengan dalil. Tapi maaf , ngarang  dari pikirannya tanpa merujuk ke kitab terlebih dahulu . Akhirnya  perkataanya perlu di rujuk atau di cabut lagi. Berhubung beliau sudah meninggal dunia  semoga Allah mengampuninya , maka  kalimat itu harus di luruskan.  Kapan Rasulullah SAW di mimbar  menyampaikan hadis ini :
إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ وَ الإِمَامُ يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ فَقَدْ لَغَوْتَ
Bila kamu berkata : Diamlah  kepada temanmu , sedang Imam berhutbah  pada  hari Jum`at , maka sungguh kamu telah sia – sia .  HR Muslim
Dalam  kitab Jami`ul  ahadis  di jelaskan sbb :
جَامِعُ اْلأَحَادِيْثِ - (ج 3 / ص 430)
أَخْرَجَهُ مَالِكٌ (1/103 ، رَقْمُ 232) ، وَالْبُخَارِى (1/316 ، رَقْمُ 892) ، وَمُسْلِمٌ (2/583 ، رَقْمُ 851) ، وَأَبُو دَاوُدَ
(1/290
، رَقْمُ 1112) ، وَالْنَّسَائِى (3/188 ، رَقْمُ 1577) ، وَابْنُ مَاجَه (1/352 ، رَقْمُ 1110) . وَأَخْرَجَهُ أَيْضا : الْشَّافِعِى (1/68) ، وَأَحْمَدُ (2/396 ، رَقْمُ 9136) ، وَالدَّارِمِّى (1/437 ، رَقْمُ 1548) ، وَأَبُو يَعْلَى (10/243 ، رَقْمُ 5859) ، وَابْن خُزَيْمَةَ (3/153 ، رَقْمُ 1805) .

Jamiul ahadis - ( Juz 3 / hal 430)
Hadis tsb diriwayatkan oleh Malik (1 / 103, No 232),  Bukhari (1 / 316, No 892)  Muslim (2 / 583, No 851), Abu Dawud
(1 / 290, No 1112),  Nasa`i (3 / 188, No 1577),  Ibnu Majah (1 / 352, No 1110). Dan diriwayatkan  juga: Shafie (1 / 68), Ahmad (2 / 396, No 9136), dan Darimi (1 / 437, No 1548), dan Abu Ya`la (10 / 243, No 5859), Ibnu Khuzaymah (3 / 153, No 1805 ).


Para perawinya tiada yang menyatakan seperti itu . Mengapa  sang Imam Ramli  tidak berkata jujur saja karena ada perintah ayat :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا  يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta`ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.[1]




[1] Al ahzab 70
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan