Minggu, Mei 10, 2015

Kesalahan pendapat ulama ke 16




Imam Nawawi menyatakan lagi sbb :
وَاِنْ كَانَ لَمْ يَجْتَمِعَا فَهُوَ مُسْتَحَبٌّ لِانَّهُ ابْتِدَاءُ الْلِّقَاءِ .
Tapi jika sebelumnya belum  bertemu maka sunnah (bersalaman setelah shalat ). karena ketika itu (dianggap) baru bertemu". (Fatawa al-Imam al-Nawawi , 61)
Komentarku ( Mahrus ali )
Apakah para sahabat dulu yang belum bertemu sebelum salat juga bersalaman  sehingga perlu di katakan sunnah . Ini perlu dalil dan Imam Nawawi tidak membawakan dalil. Imam Nawawi akal – akalan dalam berpendapat masalah agama Islam, bukan masalah keduniaan. Bila  kita  ikut Imam Nawawi maka kita akan menyelisihi  para sahabat dalam  hal ini. Sedang menyelisihi  pendapat  yang salah  dari Imam Nawawi adalah keharusan agar  cocok  dengan  prilaku para  sahabat  dalam  hal ini.
  Ya, begitulah manusia, saya  atau Imam Nawawi , kadang berpendapat benar, kadang  salah. Kita  buang  yang salah dan  kita ambil yang benar.
Imam Syafii berkata:
لا تُقَلِّدْ دِينَك الرِّجَالَ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَسْلَمُوا مِنْ أَنْ يَغْلَطُوا.
Dalam masalah agama,jangan ikut orang, sebab  mereka mungkin juga salah. [1]
 Imam Malik berkata:
إنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُصِيبُ وَأُخْطِئُ فَاعْرِضُوا قَوْلِي عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
        Aku hanyalah manusia, terkadang pendapatku benar, di lain waktu kadang salah. Karena itu, cocokkan perkataanku ini dengan kitabullah dan hadis Rasulullah.



Apakah kita harus menerima pendapat Imam Nawawi sekalipun tanpa dalil, kita  di larang oleh Allah untuk berbuat sedemikian  sebagaimana ayat :

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
               Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui dalilnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. [2]
Lebih baik kita ikut Allah dari pada ikut pendapat Imam Nawawi yang keliru . Imam Nawai menyatakan sunat bersalaman setelah salat itu namanya tasyri`  dan ini di larang karena Allah berfirman :
أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللهُ وَلَوْلاَ كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيم
Apakah mereka mempunyai  sekutu - sekutu selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.[3]

وَهُوَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي اْلأُولَى وَالآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan milikNya  segala hukum dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
Sekarang lihat apa yang di lakukan oleh para sahabat ketika selesai salat .
Imam  Muslim meriwayatkan :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلاَتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلاَثًا وَقَالَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
Rasulullah SAW  bila selesai salat membaca istighfar tiga kali  lalu  membaca  :
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
Ya Allah Engkau Maha Penyelamat , dariMu keselamatan  , Maha  suci Engkau  wahai Tuhan yang yang memiliki keagungan dan kemuliaan [4]
Lalu membaca:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Tiada Tuhan selain  Allah Yang  Maha Esa , tiada sekutu bagiNya . Dia memiliki kerajaan dan pujaan  , dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu . Ya Allah ! Tiada Tuhan  yang mencegah  terhadap apa yang Engkau berikan  dan tiada  yang memberi terhadap apa  yang Engkau  cegah . Tiada berguna nasib orang yang punya nasib baik disisiMu .[5] dll .
Kapan Rasulullah SAW berjabat tangan dengan para sahabat yang belum ketemu ketika belum menjalankan salat . Kita tidak akan mengatakan sunat kecuali dengan dalil , dan kita mengatakan okey , juga dengan dalil . Bila dalilnya tidak ada , maka kita tidak menjalankannya.

Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )  https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50
 




[1] Majmuk fatawa karya Ibnu Taimiyah  juz 20.
[2] Al isra` 36          
[3] Syura 21
[4] HR  Muslim /Masajid/ 592. Tirmidzi/Sholat / 300. Abu Dawud / Sholat /1512. Ibnu Majah / Iqamatus sholah / 928. Ahmad / Baqi musnad  Ansor / 21902. Darimi / Sholat /1348.  Fatawal kubro / 200/1

[5] HR Bukhori / Da`awat /6330. Muslim / Masajid/593. Ahmad/ Musnad kufiyyin /17766. Darimi / Sholat /1349. Roqoq/2751.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan