Senin, Juni 29, 2015

Jawabanku untuk dodi ElHasyimi masalah lampu di masjid, seri ke 1



Dodi ElHasyimi  menulis :

Siapa yang PERTAMA KALI MEMASANG LAMPU DI MASJID ????
Beliau adalah seorang Sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang bernama Tamim bin Aus Ad Daariy radhiyallahu 'anhu.Sebelum masuk Islam beliau adalah seorang pendeta panutan umat Nasrani, pemberi nasehat dan ahli ibadah ahli Palestina di jamannya. Masuk Islam pada tahun 9 H.
وهو أول من أسرج السراج في المسجد
Beliau adalah tokoh yang pertama kali menyalakan LAMPU DI MASJID.
Keterangan bisa dibaca di kitab Jamiul ' Ushul fii Ahaaditsil Rasuul karya Al Imam Ibnu Atsiir dan kitan Ma'rifatush Shahabah karya Al Imam Abu Nu'aim Al Ashbihaniy (lihat gambar)
Apakah BELIAU SEORANG AHLI BID'AH DHOLALAH ????
‪#TARIKH SALAFUS SHALIH aseli pake SHOD....!!!
Gambar no 30
معرفة الصحابة لأبي نعيم الأصبهاني (4/ 138، بترقيم الشاملة آليا)
، وأول من أسرج السراج في المسجد



Komentarku ( Mahrus ali ):
Maaf Kalimat arab saya kutip scr ringkas sekedar keperluan belaka.
Kalimat spt ini:
وأول من أسرج السراج في المسجد
Dan dia ( Tamim addari ) permulaan orang yang memberi lampu di masjid .
Kalimat tsb tanpa sanad, juga bukan hadis. Ia tertulis  di kitab “ Ma`rifatus shahabah li abi nuaim al asbihani” 138 /4   dan kitab” Jami ul ushul “ 238 / 12 tanpa sanad.
Info sedemikian ini  tidak bisa dibuat landasan karena tiada sanadnya. Tapi lepaskan saja untuk menghurmati ilmu hadis yaitu musthalah dan menghindari berpegangan dengan  cara kebodohan. Bila  di buat pegangan, maka  kita berpegangan kpd suatu yang rapuh, tidak valid. Menurut  ilmu musthalah , ia lemah sekali.
أَوَّلُهَا( الْصَّحِيْحُ) وَهُوَ مَااتَّصَل    إِسْنَادُهُ وَلَمْ يُشَذَّ أَوْيُعَلْ
Permulaan pembagian hadis adalah sahih – yaitu hadis yang sanadnya bersambung , tidak syadz , juga tidak ada illatnya . Syarah  Al Baiquniyah karya Ibn Utsaimin
Sekarang  kita telusuri  sanadnya sbb:

المسجد تميم الداري
المعجم الكبير للطبراني (2/ 49)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْحَضْرَمِيُّ، ثنا أَبُو كُرَيْبٍ، ثنا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ، عَنْ خَالِدِ بْنِ إِيَاسٍ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللهُ تَعَالَى عَنْهُ، قَالَ: «أَوَّلُ مَنْ أَسْرَجَ فِي الْمَسْجِدِ تَمِيمٌ الدَّارِيُّ»

………..,  dari Abu Hurairah ra  berkata: Permulaan orang yang memberikan lampu ke masjid adalah Tamim  ad dari .
مجمع الزوائد ومنبع الفوائد (9/ 385)
ص.654
16068- وعن أبي هريرة قال: أول من أسرج في المسجد تميم الداري.
%رواه الطبراني وفيه خالد بن إلياس وهو متروك.
…….,   dalam kitab Majmauz zawa id  wa manba`ul fawaid 385/9   hal 654  terdapat keterangan :  Hadis tsb  riwayat Thabrani , tapi sanadnya terdapat Khalid bin Ilyas yang matruk ( ditinggalkan oleh ulama ) .
Komentarku ( Mahrus ali ):
Hadis  tersebut  sangat lemah.
Nama  Khalid bin Ilyas sbb:


  ــ  خالد بن إلياس ، و يقال : إياس ، ابن صخر بن أبى الجهم : عبيد بن حذيفة بن غانم بن عامر القرشى العدوى ، أبو الهيثم المدنى
الطبقة : 7  : من كبار أتباع التابعين


Beliau  tingkat ke 7  dari senior kibar pengikut tabiin  

مرتبته عند ابن حجر : متروك الحديث
مرتبته عند الذهبـي : ضعفوه
·       Menurut Ibn Hajar , hadis riwayat Khalid bin  Ilyas  di tinggalkan.
·       Menurut  Dzahabi : Para  ulama melemahkannya . [1]
Jadi atsar tentang permulaan orang yang memberikan lampu kpd masjid Tamim ad dari adalah lemah sekali,tidak sahih atau hasan.



Tinggal di Kuala Lumpur
Dia menulis :
Ckckckck...kalo lampu dipasang dimasjid dan ini pun dikatakan bid'ah dholalah...mending tinggal di hutan aja sekalian mas broo...nnti akan dtg lg gak boleh mandi junnub pakai air keran,gak boleh pergi haji pakai kapal terbang...khikhikhi....lucu ana dgn kaum yg satu ini

  Arsal Khalid menulis : jawablah masalah lampu tersebut pakai dalil jangan pakai otak bengkok atau cerita2 yang sumbernya tidak jelas,,,,,,,,,

Komentarku ( Mahrus ali ):
Benar apa yg di sampaikan oleh Bapak Arsal Khalid. Menjawab masalah  ilmiyah harus dengan  ilmu, bukan dengan kebodohan  spt jawaban bapak Abdul Syahid tadi. Bertanyalah dg ilmu dan jawablah dengan ilmu, jangan dijawab dg kebodohan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  dan sahabat berjamaah  tanpa lampu, mereka  masih masih bisa hidup di perkampungan yang insani / humanistik. Bahkan termasuk generasi  terbaik, tidak seburuk  generasi era sekarang. Saya ingat hadis sbb:
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ»

Artinya,“Sebaik-baik manusia adalah yang hidup pada masaku, kemudian manusia yang hidup pada masa berikutnya, kemudian manusia yang hidup pada masa berikutnya.” (HR. Bukhari (2652), Muslim (2533))

Anda bilang:
...nnti akan dtg lg gak boleh mandi junnub pakai air keran,gak boleh pergi haji pakai kapal terbang...khikhikhi....lucu ana dgn kaum yg satu ini

Komentarku ( Mahrus ali ):
Untuk keran dan kapal terbang itu masalah sarana bukan sariat.  Harus  dibedakan, jangan disamakan.  Sariat tidak boleh berobah mulai dulu sampai sekarang, dimanapun anda berada berlndaskan  hadis sbb:
"مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ" رَوَاهُ الْبُخَارِي وَمُسْلِمٌ،
Barang siapa yang bikin perkara baru dalam urusan kami ini yang tidak termasuk di dalamnya  maka tertolak . HR Bukhari dan Muslim .
.

Untuk sarana boleh berobah, tidak wajib tetap klasik dan primitif. Pilihlah  yg terbaik, tercanggih dan modern. Untuk apa pilih klasik bila bisa mendapat yang tercanggih. Itu kebodohan  bukan orang yg bersariat.  
Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )  https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50
 



[1]  Mau suah ruwatil hadis  1617.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan