Rabu, Juni 17, 2015

Jawabanku untuk komentator tentang shalat tanpa lampu




Menulis : Tidak menjalankan sunnah apakah menjadi syarat kesalahan yang berat? Sini aja dulu pak "kyai" Mahrus Ali..
Saya ko makin aneh sm njenengan ini, masalah sunnah jd serius ampe segininya.. Tidak ada ketetapan sesuatu itu menjadi salah jika tidak mengikuti sunnah!
Wagu jeeeee...
Komentarku ( Mahrus ali ):

Anda menyatakan:
Tidak menjalankan sunnah apakah menjadi syarat kesalahan yang berat? Sini aja dulu pak "kyai" Mahrus Ali..

Komentarku ( Mahrus ali ):
Siapa yang menyatakan masalah shalat jamaah  di waktu gelap merupakan  masalah sunnah sj. Bila masalah ringan mengapa para  sahabat setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meninggal dunia, masih membudayakan  shalat tanpa  lampu.
Mengapa mereka tidak membawa lampu ke masjid. Para  sahabat tidak berani membawa lampu ke masjid, lalu kita berani tanpa landasan hadis .
Intinya, kita tinggalkan tuntunan. Ini namanya ikut hawa nafsu orang banyak.
Saya ingat ayat ini:
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.. Jatsiyah 18
Anda menyatakan lagi:
Saya ko makin aneh sm njenengan ini, masalah sunnah jd serius ampe segininya..
Komentarku ( Mahrus ali ):
Maunya?  kita pakai lampu sj ketika  shalat berjamaah agar menyelisihi sunnah ?
Kita juga menyelisihi  para sahabat.

Anda menyatakan lagi:
Anda menyatakan:
 Tidak ada ketetapan sesuatu itu menjadi salah jika tidak mengikuti sunnah!
Wagu jeeeee..
Komentarku ( Mahrus ali ):
Salah itu terjadi bila kita meninggalkan sunnah untuk menegakkan  kebid`ahan.
Memakai lampu  dalam  berjamaah  itu bid`ah, bukan sunnah. Bila dipaksa  untuk di katakan  sunnah makai lampu ketika berjamaah, kita tetap salah dan tdk punya dalil.Sebab Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabat tdk pernah pakai lampu ketika berjamaah. Sy ingat hadis:
خَيْرُكُمْ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
Orang yang terbaik diantaramu adalah masaku kemudian  orang – orang setelah mereka lalu generasi sesudahnya Muttafaq alaih

Kita ikuti sj prilaku generasi terbaik, dan tidak mengikuti prilaku  generasi terjelek. Sayang sekali bila kita tinggalkan prilaku para sahabat  untuk mengikuti perilaku orang sekarang  dan tdk ngerti ajaran Islam yg asli , tapi pandai  dengan ajaran Islam yg palsu.
Jurusan Elektro di ITATS
Pernah belajar di: SMK SEMEN GRESIK
Dari Kabupaten Gresik · Pindah ke Doha
Menulis :
Bisa saja kita niru Salaf ... Tapi Nabi sudah dawuh, kita ini sudah ummat akhir zaman ... tsumma yaluunahum tsumma yaluunahum .... makin bobrok, makin pekok, dan makin mbuh gak weruh


Komentarku ( Mahrus ali ):
Benar apa yg anda katakan. Dan kita  tdk ikut orang – orang yg bobrok, kita ikut mereka yang menegakkan sunnah ketika  manusia mengubur sunnah. Kita mencintai sunnah , ketika manusia senang kebidahan dan anti sunnah. Dan nauudzu billah  kita menjadi penegak kebid`ahan untuk menumbangkan sunnah. Tp kita berupaya  untuk menjadi da `I sunnah , bukan  da `I bid`ah.
لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ وَلَيْسَ فِي حَدِيثِ قُتَيْبَةَ وَهُمْ كَذَلِكَ
Senantiasa ada sekelompok ummatku yg menang ( tampak tinggi ) atas kebenaran, tak akan membahayakannya orang yg merendahkannya hingga hari Kiamat sedangkan mereka tetap seperti itu. Namun dalam hadits Qutaibah tak disebutkan, Sedangkan mereka tetap sepperti itu. [HR. Muslim No.3544].
التوضيح لشرح الجامع الصحيح (3/ 348)
قَالَ البخاري: هم أهل العلم (1). وقال أحمد: إن لم يكونوا أهل الحديث فما أدري من هم (2)؟
قَالَ عياض: وأراد أحمد بأهل الحديث أهلَ السنة والجماعة ومن يعتقد مذهبهم (3).
Imam Bukhari berkata: Mereka itu ahlul ilmi ( ulama )   kitab Imarah 1920.
Imam Ahmad berkata: Bila mereka  bukan ahli hadis, maka saya  tidak mengerti  siapa mereka itu ?  ( Syaraf Ashabul hadis (43)   hal 61
Iyadh berkata: Imam Ahmad bermaksud ahli hadis adalah  ahlus sunnah wal jamaah dan  orang yang berakidah  dengan madzhab mereka.  356 . Ikmal mu`lim .

·         Bekerja di THOLIBUL ILMI
Pernah belajar di: SMK 3 KIMIA MADIUN

Tinggal di Kota Surabaya
Menulis :  Kira2 setelah keramik dan lampu apa lagi ya?

  Pernah belajar di MAN Tambak beras jombang
Angkatan 2000
 
Tinggal di Kota Semarang
Menulis :
Ya masih banyak, misalnya masalah warna pakaian, pilihan makanan dan minuman, pengobatan, cara bersiwak dan alatnya, model potongan rambut, metode dakwah dan lain-lain.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Masih banyak sekali yg belum saya sampaikan, ia masih terpendam  di dada dan ada yang sdh  di file  dokumen. Sy sampaikan bertahap, bukan sekaligus. Sy ingat ayat:
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْءَانُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا
Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar).[1]

Basuki Akhmad menulis : Sudah jelas bahwa lampu listrik, toa, kaset murotal itu semua "bid'ah" ga ada di jaman Nabi. #urusandunia

Komentarku ( Mahrus ali ):
Seluruhnya  itu masalah  dunia, tiada  sunnah dan bid`ahnya. Ia  tdk boleh dikatakan sunnah, juga tdk boleh  dikatakan bid`ah. Ia bukan sariat, tapi sarana. Dan beda sekali antara  sariat dan sarana. Untuk sarana boleh bertambah dan untuk sariat tidak boleh bertambah  atau  dikurangi  setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat.
Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hidup sariat bertambah atau menghapus yang lalu ( mansukh ). Tapi setelah wafatnya, sariat tdk boleh ditambah. Pegangilah hadis ini:
من أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
Barang siapa mengada-ngadakan sesuatu dalam urusan agama yang tidak terdapat dalam agama maka dengan sendirinya tertolak  [2] ( Bila  ingin amal perbuatan di terima lakukan amalan yang berdalil)
Allahpun juga berfirman:
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.[3]


  Endy Achmad El-Qorsyi'iy menulis lagi : Tapi mbah Mahrus menyatakan, Lampu bisa masuk urusan agama

Komentarku ( Mahrus ali ):
Lampunya urusan dunia.
Shalat berjamaah  tanpa lampu urusan agama bukan dunia lagi.
Karena itu, shalat berjamaah  tanpa lampu  cocok dg tuntunan.
Shalat berjamaah memakai lampu yg terang menyelisihi tuntunan , cocok dengan tontonan, bid`ah bukan sunnah lagi. Bila tdk begitu  tunjukkan dalilnya.

قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu( dalilmu ), jika kamu memang orang-orang yang benar". Namel 64
Di ayat lain, Allah menyatakan:
أَمْ لَكُمْ سُلْطَانٌ مُبِينٌ(156)فَأْتُوا بِكِتَابِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata? Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar. Shoffat.
Abi Sabil   Pernah belajar di sma darmapatra

Tinggal di Kota Bekasi
Dari Pangkalansusu, Sumatera Utara, Indonesia. Dia   menulis : Teruskan kyai utk menyingkap kebenaran..kami mendengar..kami patuhi ..insyaallah

Komentarku ( Mahrus ali ):
Insya  Allah, saya akan terus berjalan dlm menyingkap kebenaran dan semoga Allah memberikan  hidayah pdmu ke jalan lurus.


[1]  Al Furqan 32
[2] HR Bukhori / Salat / 2499. Muslim / Aqdliah / 3242. Abu dawud / Sunnah / 3990. Ibnu Majah / Muqaddimah /14. Ahmad / 73,146,180,240,206,270/6

[3]  Alan`am  153
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan