Rabu, Juni 03, 2015

Kesalahan ulama ke 20




Idrus Ramli menyatakan lagi:
Para ulama Ahlusunnah wal Jamaah berpandangan bahwa hadits ”semua bid’ah itu sesat” adalah kata-kata umum yang  harus dibatasi jangkauannya (’am makhshush). Dalam hal ini, al Imam Nawawi menyatakan:
قَوْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( وَكُلّ بِدْعَة ضَلَالَة )
هَذَا عَامّ مَخْصُوص ، وَالْمُرَاد غَالِب الْبِدَع
Sabda Nabi, ”Semua bid’ah adalah sesat,” ini adalah kata-kata umum yang dibatasi jangkauannya. Maksud ”semua bid’ah itu sesat” adalah sebagian besar bid’ah itu sesat, bukan seluruhnya.” (Syarh Shahih Muslim 6/154).
Komentar (Mahrus Ali):
Anda mengatakan bahwa para ulama ahlu sunnah wal jamaah .... Sebaiknya anda menyebutkan siapa saja mereka, jangan seolah-olah ini dikatakan oleh banyak ulama padahal masih perlu diuji dulu kebenarannya.
Setahu saya, kebanyakan ulama ahlis sunnah tidak memberikan komentar  seperti itu.
Apabila anda  tidak menjumpai referensinya, maka lebih baik diam saja, dan katakan dengan jujur bahwa Imam Nawawi berkata demikian.
Imam Nawawi menyatakan seperti itu tanpa dalil. Kalimat setiap bid’ah itu sesat adalah umum. Apabila ada yang dikecualikan, maka harus dijelaskan dengan dalil bukan pendapat pribadi Imam Nawawi. Pengertian hadits atau ayat yang umum tidak bisa dikecualikan dengan kesepakatan ulama, apalagi pendapat perorangan. Pendapat Imam Nawawi itu bisa saja salah total, atau bisa juga benar, tetapi berhubung tanpa dalil, maka sudah tentu keliru.  Dan  di kitab – kitab syarah hadis, hanya imam Nawawi yang mengatakan seperti  itu. Ulama  yang lain tidak berani memberikan komentar  seperti  itu , mereka memilih diam dan sudah mantap dengan perkataan  dalam hadis  setiap bid`ah  sesat.
Bagaimana  bila komentar Imam Nawawi benar – benar salah dan seluruh bidah sesat dan seluruh tuntunan adalah kebenaran. Perkataan Imam Nawawi itu mengarah  kepada adanya bid`ah hasanah. Aneh bid`ah adalah dholalah, lalu di katakan  ada dholalah hasanah  dan ada  dholalah sayyiah.  Sudah tentu akan ada tuntunan yang hasanah dan tuntunan yang sayyiah ( jelek ). Ini bukan pemikiran yang lurus tapi bengkong sekali. Sangat  emosional, bukan rasional, fanatisme  golongan bukan Islam yang kaffah.
Kami hanya bisa berkata:
قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Katakanlah, “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.”[1]
وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
             
Dan, janganlah kamu mengikuti apa-apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan di dalamnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al Isra: 36).
Perkataan Imam Nawawi sudah ditentang oleh Imam Syaukani:
Bila kamu mendapati orang yang mengatakan ini adalah bid’ah hasanah, hendaklah kamu melarangnya dengan berpegangan kepada dalil umum, dan semisalnya, seperti yang Rasulullah sabdakan, ”Setiap bid’ah sesat.” Kemudian, mintalah dalil yang men-tahsis atau mengecualikan bid’ah yang diperdebatkan tersebut. Setelah disepakati itu adalah bid’ah, dan hadir dengan dalil-dalilnya, maka terimalah. Jika dia mengelak, itu berarti kamu telah menutup mulutnya dengan batu dan kamu bisa beristirahat dari perdebatan. (Nailul Authar 13/3)
Komentarku ( Mahrus  ali ):
Sebetulnya  hadis di bawah ini sudah cukup untuk menolak bid`ah hasanah :
"مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ" رَوَاهُ الْبُخَارِي وَمُسْلِمٌ،
Barang siapa yang bikin perkara baru dalam urusan kami ini yang tidak termasuk di dalamnya  maka tertolak . HR Bukhari dan Muslim .
Bid`ah hasanah itu tertolak menurut Allah dan diterima oleh manusia – manusia  yang suka kebid`ahan dan anti  tegaknya sunnah. Orang yang komitmen kepada  sunnah akan geas dengan kebid`ahan.
Ada orang bilang : Tingkepan bid`ah hasanah, maulidan bid`ah hasanah, Rebowekasan bid`ah hasanah, Megengan bid`ah hasanah, haul bid`ah hasanah, tahlilan bid`ah hasanah, seratus hari bid`ah hasanah .
Katakan padanya : Tunjukkan padaku mana  bid`ah sayyi`ahnya ? ( atau mana bid`ah yang jeleknya ? ).


Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )  https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50




[1] QS. An Naml: 64
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan