Selasa, Juni 23, 2015

Sejak sepuluh tahun saya tidak menjalankan shalat tarawih yang membudaya itu , seri ke 1




                                   Kalimat tasdir

Sejak sepuluh tahun yg lalu saya tidak ikut shalat tarawih di masjid atau di mushalla. Seluruh hadis  yang saya jumpai tentang tarawih masih cacat, tiada  yang sahih. Sy enggan mengikuti  sesuatu non dalil , karena ingin suport pada ayat:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
               Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui dalilnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ( Al isra` 36 ).
Bila sy buang ayat itu lalu mengikuti  budaya mayoritas tanpa dalil, maka alangkah celakanya  diri sy di dunia dan akan menyesal di akhirat karena sy bertentangan dengan ayat suci sbb:
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).  ( 116  Al an`am )
Untuk apa ikut mayoritas yang salah, lebih baik sy ikut minoritas yang komit pd dalil bukan minoritas yg meremehkan dalil dan menjunjung wisik setan spt kalangan kelnik.
Untuk apa sy ikut  ajaran mayoritas yang ngaku benar, lalu bila di cocokkan kpd dalil ternyata salah  total, bukan benar sebagian dan salah sebagian.

Bila  orang kristen di ingatkan agar menjalankan shalat  sebagaimana  Nabi Isa as lalu sy bawakan ayat:
وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا
 dan Dia menjadikan aku ( Isa as ) seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; Maryam 31
Maka orang – orang kristen, pendeta, uskup sampai Paus paulus akan marah kesetanan, caci maki akan keluar  dari mulut mereka. Dan mereka akan menyatakan tiada perintah  shalat dlm agama Kristen. Tokoh – tokoh mereka  berdusta, berbuat  culas lalu di amini  oleh bawahannya. Inilah faktor kesesatan mereka dan sekarang menjalar kpd kaum muslimin.  

Begitulah kesalahan yang membudaya bila ada orang yang mengingatkan akan dipertahankan dan kebenaran yg datang akan di tolak dengan mentah – mentah. Sy  ingat ayat:
فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَرِحُوا بِمَا عِنْدَهُمْ مِنَ الْعِلْمِ وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa keterangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu. Ghafir 83.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Ajaran para Rasul di tolak, di ledek, dan masarakat  merasa ajaran  mereka sudah final, tidak boleh di robah, dan yang merobahnya ke ajaran Rasul  yang asli harus  di hujani dengan berbagai macam hinaan . Ahirnya  azab  Allah menimpa kepada masarakat  yang sedemikian  itu.
Karena itu, dalil harus  kita dulukan, bukan pendapat manusia, ulama  atau orang awam. Disaat kita mendengar ajaran baru, kita harus melihat dalilnya. Bila  tepat dan sahih, kita harus berani meninggalkan ajaran lama yang tidak berdalil. Bila kita masih kokoh dengan ajaran yang tidak berdalil, maka seperti saya  dulu bila begitu saya akan masih menjadi tokoh ahli bid`ah.

Saya non syi`ah yang tidak melaksanakan tarawih karena apatis , benci kepada  figur Umar bin Al khatthab. Menurut mereka beliaulah kordinator tarawih dimasanya. Persangkaan syi`ah itu bahwa Umar sbg kordinator tarawih keliru total, bukan sebagian benar dan  sebagian yg lain  salah.
Era Abu bakar berkuasa  tarawih itu  tidak ada. Masjid sepi, tiada  jamaah tarawih. Saat itu, era  Abu bakar dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak terpaut masa yang jauh tapi pendek sekali sekitar dua tahunan. Sudah tentu , Abu bakar dalam hal enggan tarawih ini  ittiba` pada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam , bukan ibtida` melakukan kebid`ahan.
Hadis
ﻧِﻌْﻤَﺖِ ﺍْﻟﺒِﺪْﻋَﺔُ ﻫﺬِﻩِ
“Sebaik-baiknya bid’ah itu ialah ini (sholat Tarawih  berjama’ah)”

Disitulah terdapat kisah Ubay memimpin shalat tarawih yang sangat melegenda itu. Setelah di kaji ulang ternyata kisah itu  rapuh sekali / lemah karena  tiga perawi  secara beruntun tafarrud. Perawi tunggal dan seluruh sahabat mines satu perawinya tdk paham kisah itu. Bahkan salah satu figur yg bersamaan dengan Umar bin Al Khatthab saat itu masih berumur kurang dari tiga belas tahun. Dia perawi tunggal tentang tarawih bukan dua atau tiga.
Hal ini membikin hadis tsb lemah menurut pakar hadis  dulu bukan pakar hadis sekarang. Banyak sekali hadis yang dilemahkan ahli hadis dulu di sahihkan oleh pakar hadis era millineom ini . Ini awal kesesatan bukan awal kebenaran juga bukan  penyesatan yg terahir kalinya. Masih banyak yg lain.
Jasim  Dawud menulis :

2- أن المتأمل في الأحكام على الأحاديث يجد كثرة الأحاديث التي صححها من جاء بعد الأئمة المتقدمين وقد حكم عليها الأئمة المتقدمون بالضعف والنكارة وربما بالبطلان أو الوضع،
Sesungguhnya orang yang mau merenungi tentang penilaian hadis – hadis akan menjumpai banyak hadis yang di sahihkan oleh ulama  belakangan ( setelah  ahli hadis yang dulu _). Pada  hal hadis – hadis itu telah di nyatakan  lemah, munkar, kadang batil atau palsu oleh ulama  ahli hadis  yang dulu.
Kisah yg rapuh  dari Umar bin Al Khatthab yg  mengkordinir tarawih itu tidak menyebutkan berapa  rakaat  tarawih saat itu. Hadis  - hadis  dan atsar yang menunjukkan tentang jumlah rakaat tarawihun rapuh sekali . Satu sama lain  saling menyalahkan bukan saling mendukung  . Ada yg menyatakan  20 rakaat, 11 rakaat  dan ada yg  13 rakaat. Ini  tanda redaksi  atsar yg kacau, tidak mantap. Lemah sekali  tidak boleh di sahihkan.
Juga tidak ada hadis atau  atsar sahih yang menyatakan bahwa  khulafaur Rasyidin  mengadakan shalat tarawih. Dan kelirulah  anggapan sebagian  masarakat bahwa mereka mengadakan tarawih .  Dan sungguh aneh bila  Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  tidak mengadakan tarawih lalu para sahabat  scr mayoritas dg gagasan Umar  untuk menyelisihi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan mengadakan sesuatu yang tidak di adakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu bakar .

----------

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan