Kamis, Juli 02, 2015

Jawabanku untuk ASep Safruddin dan Ashabu Rayati Suud



Dia menulis : Kira kira yai sama 4 imam mahzab lebih alim siapa?
Komentarku ( Mahrus ali ):
Sy ini orang ngerti biasa, bukan luar biasa. Tp sy konsis pd dalil. Untuk apa orang yang hebat ilmunya tapi ilmu itu dijual shingga tidak konsis kpd dalil, lalu fatwanya mengikuti kehendak nafsu orang awam  atau  dijual ke Thaghut Sy ingat ayat ini:
فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.. Jatsiyah 18

Untuk imam madzhab itu kadang benar kadang tidak. Lihat perkataan mereka:
Imam Ahmad pernah menyatakan: 

لاَ  تُقَلِّدْنِي وَلاَ  مَالِكًا وَلاَ  الثَّوْرِيَّ وَلاَ  الشَّافِعِيَّ
Jangan ikut kepadaku,atau Imam Malik, Tsauri atau Syafii.
Ali ra  berkata :
مَا كُنْتُ لِأَدَعَ سُنَّةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِقَوْلِ أَحَدٍ *
Aku  tidak akan meninggalkan sunah Nabi  S.A.W.    karena  perkataan orang “. [1]
Imam Malik berkata :
إنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُصِيبُ وَأُخْطِئُ فَاعْرِضُوا قَوْلِي عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
        Aku hanyalah manusia , terkadang pendapatku benar , di lain waktu kadang salah . Karena itu , cocokkan perkataanku ini dengan kitabullah dan hadis Rasulullah

Pernah bekerja di: PT.GUDANG GANJA dan ladang ganja
Jurusan Licenciatura en Trabajo Social di UBA Argentina
Tinggal di Tarim
Dia menulis : mengikuti ayat al qur'an,apakh ayat al qur'an bs menjadikn anda seorng kyai tnpa brittibd pd guru/ulama?
Komentarku ( Mahrus ali ):
Anda bermadzhab , apa bisa tanpa  guru.?
Semua itu pakai guru – guru setan atau  guru orang yg lurus.
Guru  setan akan mengarahkan kpd kebid`ahan, anti  tuntunan. Dan guru ahlis sunnah akan konsis pd dalil.
Karena itu, jngn taklid buta, tapi ikutilah dalil bila pendapat gurumu salah.
Realitanya  banyak kalangan orang yg fanatik pd madzhab malah mencebur kpd kebid`ahan dan kesyirikan. Pegangilah ayat ini:

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui dalilnya . Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. Isra` 36.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan