Kamis, Juli 02, 2015

Kesalahan ulama ke 24






Iskandar Muhammadiyah Cut Neuheun menulis:
·
Hay Yai Mahrus Ali
Ziarah kuburan dan membaca Al-Qur'an atau Yasin di kuburan:
Di dalam Kitab I'anatuth Thalibin, juz 2 halaman 143:
لما ورد أن من زار قبر والديه أو أحدهما فقرأ عنده يس والقرآن الحكيم غفر له بعدد ذلك آية أو حرفا ،
 وعن الإمام أحمد بن حنبل أنه قال إذا دخلتم المقابر فاقرؤوا بفاتحة الكتاب والإخلاص والمعوذتين واجعلوا ثواب ذلك لأهل المقابر فإنه يصل إليهم فالاختيار أن يقول القارئ بعد فراغه اللهم أوصل ثواب ما قرأته إلى فلان
Karena warid (datang hadits) bahwa :
"Barangsiapa yang berziarah ke kuburan dua orang tuanya atau salah satu dari keduanya, maka dia membaca disisi kuburannya akan Yasin Wal-Qur'anil-Hakim, niscaya diampuni baginya sebanyak jumlah bilangan ayat itu atau hurufnya".

Komentarku ( Mahrus ali ):
Dalam kitab Faidhul qadir di jelaskan sbb:
وَزَادَ فِي رِوَايَةٍ وَكُتِبَ بَرًّا بِوَالِدَيْهِ
Ada tambahan dalam suatu riwayat: Dia ditulis sebagai orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya. [1]
Abd Rauf Al Munawi berkata:
قَالَ ابْنُ عَدِي هَذَا الْحَدِيْثُ بِهَذاَ الْإِسْنَادِ بَاطِلٌ وَعَمْرٌو مُتَّهَمٌ بِالْوَضْعِ اه
وَمِنْ ثَمَّ اِتَّجَهَ حُكْمُ ابْنِ الْجَوْزِي عَلَيْهِ بِالْوَضْعِ بِالْإِجْمَاعِ
Ibnu Ady berkata: Hadis tsb dengan sanad itu keliru dan perawi bernama Amar yang tertuduh pemalsu hadis. Karena itu, Ibnul Jauzi menyatakan hadis tsb palsu dengan ijma` ulama.[2]

من زار قبر والديه أو أحدهما.
قال الحافظ » هو بهذا الاسناد باطل« (الفتح 4/364).
فيه عمرو بن زياد وهو متهم بالوضع (ميزان الاعتدال5/316).
Al Hafidh Ibn Hajar menyatakan: Dengan sanad tsb, hadis tsb batil ( al fath 36/5 )  Ada perawi bernama  Amar bin Ziyad – dia tertuduh  dengan membikin hadis palsu .
http://www.sd-sunnah.com/vb/showthread.php?1547-%CD%CF%ED%CB-%E3%E4-%D2%C7%D1-%DE%C8%D1-%E6%C7%E1%CF%ED%E5-%C3%E6-%C3%CD%CF%E5%E3%C7.-%D6%DA%ED%DD
الإيماء إلى زوائد الأمالي والأجزاء (4/ 115)
(3) قال الألباني في الضعيفة (50): موضوع.
Dalam kitab al ima`………….,   al bani menyatakan dlm kitab al dhoifah ( 50 ) , hadis tsb palsu.
Amar bin Ziyad juga pernah memalsu hadis sbb:

Dari Umar ra  dari Nabi SAW bersabda:
 أُوْحِيَ إِلَيَّ أَنْ أَمْسِكَ عَنْ خَدِيْجَةَ وَكُنْتُ لَهَا عَاشِقًا فَأَتضى جِبْرِيْلُ بِرُطَبٍ فَقَالَ كُلْهُ وَوَاقِعْ خَدِيْجَةَ لَيْلَةَ جُمْعَةَ لَيْلَهَ أَرْبَعٍ وَعِشْرِيْنَ مِنْ رَمَضَانَ فَفَعَلْتُ فَحَمَلَتْ بَفَاطِمَةَ
Di wahyukan kepadaku agar tidak berkumpul dengan Khodijah, pada hal aku sangat rindu kepadanya. Jibril datang dengan membawa kurma ruthob seraya berkata :Makanlah dan bersetubuhlah dengan Khodijah pada malam Jumat tanggal 24 Ramadhan, lalu aku menjalankannya . Akhirnya Khodijah mengandung Fathimah .[3]
Anda menyatakan lagi
Dan dari Al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata:
"Apabila kamu masuk ke tempat kuburan, maka bacalah Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas, kamu jadikan pahalanya untuk ahli kuburan, karena pahalanya itu sampai kepada mereka.
Sebagai pilihan bagi orang yang membacanya setelah selesai mengucapkan:
ALLAHUMMA AWSHIL TSAWABA MA QARA
ءTUHU ILA FULAN
"Ya Allah, sampaikanlah pahala apa yang telah aku bacakan kepada si pulan".

Komentarku ( Mahrus ali ):
Itu sekedar pendapat Imam Ahmad tanpa dalil, Bila kita ikuti,maka  kita akan menyelisihi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para  sahabatnya. Kapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah kirim fatihan kpd Khadijah yang meninggal dunia lebih dulu  atau kepada para sahabat yg  meninggal dunia. Beliau tidak mengajarkan tuntunan spt itu. Kita  tidak usah berpendapat yg menyelisihi tuntunan beliau. Ingatlah ayat ini:
يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Hujurat:1)
Firman Allah (لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ) maksudnya janganlah kalian mendahului ketentuan Allah dalam urusan peperangan dan agama kalian sebelum Allah dan rasul-Nya menetapkan perkara tersebut, sehingga kalian menetapkan yang tidak sesuai dengan perintah Allah dan rasul-Nya…”
Makna ayat ini secara umum yaitu, “ Janganlah memutuskan suatu perkara kecuali dalil dari Allah dan rasul-Nya, dan janganlah mendahului keputusan Allah dan rasul-Nya.
Imam Nawawi berkata :

وَأَمَّا قِرَاءَة الْقُرْآن وَجَعْل ثَوَابهَا لِلْمَيِّتِ وَالصَّلاَة عَنْهُ وَنَحْوهمَا فَمَذْهَب الشَّافِعِيّ وَالْجُمْهُور أَنَّهَا لاَ تَلْحَق الْمَيِّت ، وَفِيهَا خِلاَف ،
Untuk baca al Quran dan pahalanya di berikan kepada mayat , atau melakukan salat untuk mayat dll , maka  madzhab Syafii dan kebanyakan ulama menyatakan tidak akan sampai ke mayat . Namun masih hilaf [4]
وَالْمَشْهُور مِنْ مَذْهَب الشَّافِعِيّ وَمَالِك أَنَّ ذَلِكَ لاَ يَصِل اِنْتَهَى مُخْتَصَرًا كَذَا فِي ضَالَّة النَّاشِد الْكَئِيب .
Yang populer dari madzhab Syafii dan Malik , sesungguhnya  hal itu ( Salat , puasa dan baca al Quran )  tidak sampai pada mayat . [5]
Anda menyatakan lagi :
 Bacaan ketika ziarah kuburan:
اذا مر المؤمن على المقابر فقال : لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد يحيى ويميت وهو حي لا يموت بيده الخير وهو على كل شيئ قدير ، نور الله تلك القبور كلها وغفر لقائلها وكتب له الف الف حسنة ورفع له الف الف درجة وحط عنه الف الف سيئة
"Apabila seseorang mukmin berjalan di atas kuburan, lalu mengucapkan:
LAA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYIY WA YUMITU WA HUWA HAYYUN LA YAMUTU BI YADIHIL KHAYRU WA HUWA 'ALA KULLI SYAY-ING QADIR, niscaya diberikan cahaya oleh Allah kepada kuburan itu semuanya, dan di ampuni bagi orang yang mengucapkannya, dan dituliskan untuknya seribu kali seribu kebaikan, ditinggikan untuknya seribu kali seribu derajat dan digugurkan darinya seribu kali seribu kejahatan".
Matan Lubab Al-Hadits,
milik Jalaluddin 'Abdur-Rahman bin Abu Bakar As-Suyuthiy.
Tanqih Al-Qaul Al-Hatsits,
milik Muhammad bin 'Umar An-Nawawiy Al-Bantaniy.
Halaman: 10

Komentarku ( Mahrus ali ):
Anda menerjemahkan kurang  pas. Mestinya sbb:
الف الف
seribu kali seribu ( menurut terjemahan anda )
Lebih tepatnya artikan langsung : ………………. Sejuta……..
Sebetulnya hadis tsb bukan untuk masuk kekuburan, tapi ketika masuk pasar lalu membaca  kalimat tsb.
LAA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYIY WA YUMITU WA HUWA HAYYUN LA YAMUTU BI YADIHIL KHAYRU WA HUWA 'ALA KULLI SYAY-ING QADIR
Hadisnya di mulai dengan kalimat :
نوادر الأصول في أحاديث الرسول (2/ 159)
من دخل سوقا من أسواق الْمُسلمين فَقَالَ
Barang siapa yang masuk ke salah satu pasar kaum muslimin  lalu membaca : ………………………… ( kalimat spt tadi ). Lihat kitab Nawadur al ushul  159/2
Saya  tidak tahu siapa yang bikin penyimpangan atau tahrif, Imam Suyuthi dalam kitab lubabul hadisnya atau Syaikh Nawawi Banten pengarang kitab Tankih al qaul  hatsits , atau penulis naskah, salah cetak atau editor atau gantian dari penerbitnya , wallahu a`lam. Penyimpangan atau tahrif pd hadis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyesatkan kaum muslimin, menggembirakan kafirin dan setan – setan manusia. Berbuat jujur dalam menyampaikan hadis sangat memberikan pencerahan  kpd kaum muslimin setelah digelapkan dengan berbagai ajaran kebid`ahan,mengarahkan ke jalan yg benar setelah di sesatkan oleh mereka.
Saya ingat hadis sbb:
إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ
مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
    Sesungguhnya berbuat bohong kepadaku tidak sebagaimana  kebohongan kepada seseorang . Barang siapa berbuat kedustaan  kepadaku dengan sengaja bertempatlah di tempat duduknya di neraka ( masuk nerakalah ) [6]
Untuk hadis disunatkan baca :
LAA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYIY WA YUMITU WA HUWA HAYYUN LA YAMUTU BI YADIHIL KHAYRU WA HUWA 'ALA KULLI SYAY-ING QADIR……….
Adalah lemah sanadnya.
جامع الأصول (4/ 394)
تعليق أيمن صالح شعبان - ط دار الكتب العلمية]
إسناده ضعيف
Dalam kitab jamiul ushul 394/4, …………. Ta`liq Aiman Shalih Sya`ban cetakan darulkutub al ilmiyah……….. sanadnya  lemah.
كشف الخفاء (2/ 248)
قال ابن القيم هذا الحديث معلول أعله أئمة الحديث ، قال ابن أبي حاتم سألت أبي عنه فقال حديث منكر.
وقال الترمذي فيه حديث وقع فيه خطأ أو غلط ، ورواه ابن ماجه في سننه وفي سنده ضعف كما قال الدارقطني والنسائي الدارمي وأبو زرعة.
Dalam kitab Kasful khofa  248/2
Ibn Qayyim menyatakan : hadis ( bacaan ketika masuk pasar ) cacat menurut imam – imam hadis . Ibnu Abi Hatim  berkata: Aku bertanya kpd ayahku  tentang hadis tsb lalu beliau bilang : Hadis munkar
Imam Tirmidzi  berkata tentang hadis itu: Terdapat kekeliruan. Ia  juga diriwayatkan oleh Ibn Majah , sanadnya lemah sebagaimana dikatakan oleh Daroquthni , Nasai , Darimi dan Abu Zar`ah.
Hadis sahih ketika masuk kubur
Rasul pergi ke kuburan Baqi` lalu berkata :
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَدًا مُؤَجَّلُونَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ
Salam sejahtera untuk mu wahai penghuni perkampungan kaum mukminin . Apa yang di janjikan kepadamu  telah datang dan siksaan akhirat masih di tunda besok. Sesungguhnya kami akan menyusulmu insya Allah  Ya Allah ampunilah  penghuni kuburan Baqi` ghorqad[7]
Terkadang  Rasul membaca :
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ أَنْتُمْ سَلَفُنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ
Kesejahteraan padamu wahai penghuni kubur , semoga Allah mengampuni kami dan kamu . kamu telah mendahului kami dan kami akan menyusul [8] lemah kata al bani, kadang dikatakan hasan
Terkadang  membaca  :
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ أَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ *[9]
Sahih . HR Muslim.



[1] Faidhul qadir  141/ 6
[2] Faidhul qadir  141/ 6
[3] Mizanul  I`tidal 316 /5
[4] Syarahun nawawi  ala  muslim 21/6
[5] Aunul ma`bud  343/6
[6] Muttafaq alaih .

[7] Muslim 974.
[8] Tirmidzi 1053.
[9] Nasai 2040
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan