Minggu, Agustus 02, 2015

Berkurban harus Kambing, tidak boleh Sapi - seri ke 1



Sejak sepuluh tahun yg lalu saya dan jamaah saya selalu berkurban kambing tiap tahunnya. Keluarga saya belum  pernah ketinggalan kurban pada tiap tahun. Begitu juga sebagian besar jamaah saya. Tiada kurban sapi dikalangan jamaah saya. Dan memang sapi bukan untuk kurban Idul adha. Sapi  boleh  untuk hadyu atau dam, bukan untuk kurban. Dan inilah ajaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yg saya pahami. Saya sama sekali tidak paham ajaran kurban yg menggunakan sapi atau lembu. Ia buadaya masarakat bukan ajaran yg berdalil.
Kurban sapi tiada dalilnya. Kurban kambing , jelas banyak dalilnya.
Biasanya  jamaah saya bila menyembelih kurban  di sembelih sendiri , tidak pernah di wakilkan. Dan memang itulah tuntunan kurban yg ada pada jamaah  sy.
Allah berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.[1]

Sebagaimana  shalat tidak boleh diwakilkan, maka menyembelih kurbanpun demikian.
Perwakilan  dlm kurban ini , sy belum menjumpai dalilnya.
Nabi ibrahim diperintah menyembelih anaknya juga tidak mewakilkan kepada orang lain . Pada  hal bila diwakilkan lebih ringan dan  tidak menanggung beban mental sebagai orang tua yang akan menyembelih anak . Dalam suatu ayat di jelaskan :
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ(102)فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ(103)وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَاإِبْرَاهِيمُ(104)قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ(105)إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ(106)وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ(107)
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu", sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.[2]
  Rasulullah  saw,   dan para sahabat  menyembelih kurban sendiri – sendiri sebagaimana hadis sbb :

ثُمَّ انْكَفَأَ إِلَى كَبْشَيْنِ يَعْنِي فَذَبَحَهُمَا ثُمَّ انْكَفَأَ النَّاسُ إِلَى غُنَيْمَةٍ فَذَبَحُوهَا *
Lantas Nabi saw,  pergi  ke dua kambing  lalu di sembelih dengan tangannya . Kemudian orang – orang sama pergi ke kambing , lalu di sembelih sendiri [3]
Imam Bukhori membikin bab sbb :
بَاب مَنْ ذَبَحَ الْأَضَاحِيَّ بِيَدِهِ *
Bab : Orang yang menyembelihkurban dengan tangannya .
Anas ra  berkata  :
ِ فَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا يُسَمِّي وَيُكَبِّرُ فَذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ
  Aku melihat Nabi saw,   meletakkan  tumitnya  pada  leher kambing , lalu  membaca bismillah , bertakbir lalu menyembelihnya [4]
Menurut riwayat lainnya  sbb :
............. بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ
berkorban dengan  dua kambing  berwarna putih campur hitam yang bertanduk , lalu disembelih sendiri [5]
Pemilik kurban boleh memakan dagingnya dan memberikan kepada orang lain, sebagaimana hadis:
كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ فَيَأْكُلُونَ وَيُطْعِمُونَ حَتَّى تَبَاهَى النَّاسُ فَصَارَتْ كَمَا تَرَى
Seorang lelaki  berkorban kambing untuk dia dan keluarganya ,lalu  mereka makan dan di berikan kepada orang lain  hingga  orang – orang berbangga – banggan  sebagaimana kamu lihat . [6] Imam  Tirmidzi menyatakan hadis tsb hasan sahih .

Penyembelihan kurban yg di wakilkan kpd Takmir masjid, sy tdak tahu dalilnya. Secara realita , tiada para  sahabat yg berkurban lalu di wakilkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  untuk menyembelihnya.
Istri saya bila kurban, maka saya yang mewakilinya karena perempuan. Bila jamaah  saya yg lelaki  berkurban, maka  di sembelih sendiri.
Ada orang berkurban lalu di titipkan kpd saya, maka  saya katakan : Silahkan sembelih sendiri.
Dia berkata : Sy takut, tidak tega, tdk sampai hati.
Saya katakan;  Apalagi menyembelih orang kafir waktu perang , anda akan  takut dan akan disembelih terlebih dulu oleh orang kafir tsb.
Belajarlah menyembelih kurban, nanti di suatu saat terjadi peperangan antara muslim dan kafir,   anda akan tampil gagah  di front peperangan tanpa takut lagi dengan darah yg berwarna merah itu.
Setelah kambing dipotong, maka dagingnya   saya berikan kpd jamaah  seakidah. Untuk ahli bid`ah , jarang saya beri kecuali mereka meminta.
Biasanya , jamaah saya yang berkurban, mengambil paha kambing  dan bagian daging lagi yg akan dibagi rata antara jamaah yg membutuhkan bukan yg kaya.
Dalam menyembelih kurban , sy dan jamaah sy tidak pernah membaca kalimat ini:
)
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا ، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ ، إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
Kambing yg di sembelih tidak usah dihadapkan ke kiblat atau  ke timur. Mereka menghadapkan kambing ke segala arah. Juga tidak usah bc  takbiran sebagaimana  yg dilakukan oleh tukang jagal di masjid – masjid .
Menyembelih kambing , cukup bc bismillah  alloh akbar.
Bila perempuan yg berkurban maka suaminya yg mewakilinya  dengan mengatakan: Ya Allah terimalah kurban ini dari ………………… ( sebut nama ) lalu  bc  bismillah  alloh akbar.
Seluruh  kambing kurban di jamaah sy dipotong tepat hari nahr – ya`ni Idul adha, tidak ada yg disembelih pd hari Tasyriq. Dan sy sendiri blm menjumpai hari tasyrik untuk penyembelihan kurban dari hadis yg tdk cacat.





[1] Alkautsar 3
[2] Asshoffat 102 –107
[3] HR Bukhori  5561
[4] Muttafaq  alaih  , Bukhori 5558. 5566
[5] HR Bukhori  5565
[6] HR Tirmidzi 1505
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan