Minggu, Agustus 02, 2015

Berkurban harus Kambing, tidak boleh Sapi - Seri ke 5




Dalam masalah kurban sudah ada tuntunannya – yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  selalu berkurban kambing.


وَنَحَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ سَبْعَ بُدْنٍ قِيَامًا وَضَحَّى بِالْمَدِينَةِ كَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ مُخْتَصَرًا
Anas ra  berkata :” Nabi SAW  menyembelih tujuh Unta  dengan berdiri, dan  berkurban dengan  dua kambing  berwarna putih campur hitam yang bertanduk …………….. ( dengan ringkas ) [1]
Menurut riwayat lain ., Anas ra  berkata  :
ِ فَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا يُسَمِّي وَيُكَبِّرُ فَذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ
Aku melihat Nabi SAW  meletakkan  tumitnya  pada  leher kambing , lalu  membaca bismillah , bertakbir lalu menyembelihnya [2]
عمدة القاري شرح صحيح البخاري (10/ 50)
فِيهِ نحر الْهَدْي بِيَدِهِ وَهُوَ أفضل إِذا أحسن النَّحْر. وَفِيه نَحره قَائِمَة وَبِه قَالَ الشَّافِعِي وَأحمد وَأَبُو ثَوْر
Dalam kitab  Umdatul qari 50/10
   Dalam  hadis itu ada keterangan  menyembelih hadyu dengan tangannya. Dan ini lebih utama  bila  seseorang bisa menyembelih. Ia menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyembelih unta dengan berdiri . Imam Syafii , Ahmad dan Abu Tsur menjelaskan spt itu.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyembelih tujuh Unta itu bukan untuk kurban, tp untuk hadyu. Kalau untuk kurban , Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyembelih kambing. Dan beliau  belum pernah selama hidupnya sepengetahuan sy – menyembelih Unta. Jadi kambinglah  untuk  kurban beliau , dan unta untuk hadyu. . Unta  bukan untuk kurban saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, begitu juga  lembu.
Lembu itu dijadikan hewan kurban di masa sekarang tanpa dalil. Ia hanya ajaran ulama, bukan ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam . Ia budaya  orang sekarang bukan budaya para sahabat. Karena itu, tinggalkan budaya orang sekarang untuk ikut  budaya sahabat dlm berkurban dengan kambing bukan dengan unta.
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطَاهُ غَنَمًا يَقْسِمُهَا عَلَى صَحَابَتِهِ فَبَقِيَ عَتُودٌ فَذَكَرَهُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ضَحِّ بِهِ أَنْتَ
Uqbah bin  Amir ra  berkata  : “ Sesungguhnya Nabi SAW  memberinya kambing lalu di bagikan kepada para sahabatnya .Tinggal kambing jawa yang sudah bisa  mencari makan  sendiri ,lalu di ceritakan kepada Nabi SAW . Beliau bersabda :” Buatlah kurbanmu “. [3] Rasulullah SAW  memerintah Uqbah untuk berkurban . Dan suatu perintah harus dilaksanakan  semampunya .
Menurut riwayat Bukhori yang lain  :
قَسَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَصْحَابِهِ ضَحَايَا فَصَارَتْ لِعُقْبَةَ جَذَعَةٌ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَارَتْ لِي جَذَعَةٌ قَالَ ضَحِّ بِهَا
Nabi SAW  membagi bagikan hewan kurban  kepada  para sahabat  , lantas Uqbah mendapat kambing berumur dua tahun . Aku berkata  : “  Wahai Rasulullah ! Aku mendapat  kambing yang belum berumur setahun    “. Rasulullah SAW  bersabda  : “ Buatlah kurbanmu “[4]
Al bara` ra  berkata  :”   Rasulullah  saw,   pada  hari Nahar  berhutbah kepada kami lalu bersabda :
إِنَّ أَوَّلَ مَا نَبْدَأُ بِهِ فِي يَوْمِنَا هَذَا أَنْ نُصَلِّيَ ثُمَّ نَرْجِعَ فَنَنْحَرَ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ أَصَابَ سُنَّتَنَا وَمَنْ ذَبَحَ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنَّمَا هُوَ لَحْمٌ عَجَّلَهُ لِأَهْلِهِ لَيْسَ مِنَ النُّسُكِ فِي شَيْءٍ فَقَامَ خَالِي أَبُو بُرْدَةَ بْنُ نِيَارٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَا ذَبَحْتُ قَبْلَ أَنْ أُصَلِّيَ وَعِنْدِي جَذَعَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُسِنَّةٍ قَالَ اجْعَلْهَا مَكَانَهَا أَوْ قَالَ اذْبَحْهَا وَلَنْ تَجْزِيَ جَذَعَةٌ عَنْ أَحَدٍ بَعْدَكَ *
Sesungguhnya permulaan apa yang kita lakukan pada hari ini adalah menjalankan  salat , lalu pulang dan menyembelih . Barangsiapa  yang melakukan hal itu  telah sesuai dengan sunnah kami  . Barang  siapa menyembelih sebelum  salat sama dengan daging yang di suguhkan untuk keluarganya tidak termasuk nusuk. Pamanku  Abu Burdah bin Niyar  berdiri lalu berkata  : “  Wahai   Rasulullah  !  Sesungguhnya  aku  menyembelih sebelum salat , dan aku punya kambing umurnya belum satu tahun yang lebih baik daripada   kambing kacangan  yang berumur dua tahun .   Rasulullah  saw,   bersabda  : “ Gantilah dengannya  , atau sembelihlah sebagai gantinya   namun untuk orang lain belum cukup kurban  seperti itu [5]  Hadis tsb juga menunjukkan menyembelihkurban setelah melakukan salat Id

Kita berkurban dengan kambing juga  karena kita diperintahkan mengikuti agama Nabi Ibrahim as. Sy ingat  firmanNya :
قُلْ صَدَقَ اللَّهُ ۗ فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
 Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik. 98 Ali imran

 Allah menurunkan kambing kibas/biri – biri/domba kpd Nabi Ibrahim sebagai ganti kurban anaknya. Saat itu, kambinglah yg diturunkan kpd Nabi Ibrahim bukan sapi. Karena itu, berkurbanlah  dengan kambing karena  taat pd ayat itu, menghurmatinya dan tidak mengabaikannya, lalu berkurban dengan  sapi untuk menghurmati budaya.




[1] HR Bukhori  1712
[2] Muttafaq alaih  , Bukhori 5558. 5566
[3] HR Bukhori  2300
[4] Muttafaq alaih  , Bukhori 5547
[5] HR Bukhori 965
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan