Sabtu, Agustus 22, 2015

Hadis ini tidak bisa di buat menghalalkan telor




Hujjah dari Ngawi Jeteng  menulis :
[Dalil 3]
Akhi mahrus ali berkata tentang keharaman telur ternak berdasar sbb, "Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam- tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan. Baqarah 205 Makan Telor termasuk merusak keturunan, bukan memperbaikinya. Membiarkan Telor menjadi hewan termasuk memeliharanya dg baik."
Ana bertanya maksud dalil sbb, halalkah telur?


.
حَدَّثَنَا هَاشِمُ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانَ يَعْنِي ابْنَ الْمُغِيرَةِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحَارِثِ بْنِ نَوْفَلٍ الْهَاشِمِيُّ قَالَl
كَانَ أَبِي الْحَارِثُ عَلَى أَمْرٍ مِنْ أُمُورِ مَكَّةَ فِي زَمَنِ عُثْمَانَ فَأَقْبَلَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى مَكَّةَ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحَارِثِ فَاسْتَقْبَلْتُ عُثْمَانَ بِالنُّزُلِ بِقُدَيْدٍ فَاصْطَادَ أَهْلُ الْمَاءِ حَجَلًا فَطَبَخْنَاهُ بِمَاءٍ وَمِلْحٍ فَجَعَلْنَاهُ عُرَاقًا لِلثَّرِيدِ فَقَدَّمْنَاهُإِلَى عُثْمَانَ وَأَصْحَابِهِ فَأَمْسَكُوا فَقَالَ عُثْمَانُ صَيْدٌ لَمْ أَصْطَدْهُ وَلَمْ آمُرْ بِصَيْدِهِ اصْطَادَهُ قَوْمٌ حِلٌّ فَأَطْعَمُونَاهُ فَمَا بَأْسٌ فَقَالَ عُثْمَانُ مَنْ يَقُولُ فِي هَذَا فَقَالُوا عَلِيٌّ فَبَعَثَ إِلَى عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَجَاءَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحَارِثِ فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى عَلِيٍّ حِينَ جَاءَ وَهُوَ يَحُتُّ الْخَبَطَ عَنْ كَفَّيْهِ فَقَالَ لَهُعُثْمَانُ صَيْدٌ لَمْ نَصْطَدْهُ وَلَمْ نَأْمُرْ بِصَيْدِهِ اصْطَادَهُ قَوْمٌ حِلٌّ فَأَطْعَمُونَاهُ فَمَا بَأْسٌ قَالَ فَغَضِبَ عَلِيٌّ وَقَالَ أَنْشُدُ اللَّهَ رَجُلًا شَهِدَ رَسُولَ اللَّهِصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ أُتِيَ بِقَائِمَةِ حِمَارِ وَحْشٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّا قَوْمٌ حُرُمٌ فَأَطْعِمُوهُ أَهْلَ الْحِلِّ قَالَ فَشَهِدَ اثْنَا عَشَرَ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ عَلِيٌّ أُشْهِدُ اللَّهَ رَجُلًا شَهِدَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ أُتِيَ بِبَيْضِ النَّعَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّا قَوْمٌ حُرُمٌ أَطْعِمُوهُ أَهْلَ الْحِلِّ قَالَ فَشَهِدَ دُونَهُمْ مِنْ الْعِدَّةِ مِنْ الِاثْنَيْ عَشَرَ قَالَ فَثَنَى عُثْمَانُ وَرِكَهُ عَنْ الطَّعَامِ فَدَخَلَ رَحْلَهُ وَأَكَلَ ذَلِكَ الطَّعَامَ أَهْلُ الْمَاءِ

Telah menceritakan kepada kami Hasyim Telah menceritakan kepada kami Sulaiman Ibnu Al Mughirah dari Ali Bin Zaid, dia berkata; telah berkata Abdullah Bin Harits Bin Naufal Al Hasyimi; "Bapakku Al Harits adalah pengurus salah urusan penduduk Makkah pada zaman Utsman, kemudian Utsman mendatanginya di Makkah, " Abdullah Bin Harits berkata; aku menemui Utsman di tempat penginapan di Qudaid. Maka penduduk setempat menangkap burung puyuh, kemudian kami memasaknya dengan air dan garam dan kami jadikan sebagai campuran bubur daging, lalu kami sajikan kepada Utsman dan para sahabatnya, namun mereka menolak memakannya, Utsman berkata; "Ini buruan tetapi bukan aku yang memburunya dan aku pun tidak memerintahkan untuk memburunya, buruan ini hasil buruan suatu kaum yang halal (tidak dalam keadaan ihram), kemudian mereka menyajikannya kepada kita, dan ini tidak apa apa." Kemudian Utsman bertanya; "Siapa yang berpendapat dalam masalah ini?" Mereka menjawab; "Ali." Maka diutuslah (seseorang) untuk menjemput Ali, dan Ali datang. Abdullah Bin Harits berkata; seakan-akan aku melihat Ali ketika datang dengan mengibas-ibaskan sisa makanan ternak dari kedua telapak tangannya, maka berkatalah Utsman kepadanya; "Hasil buruan yang kami tidak memburunya dan tidak juga memerintahkan untuk memburunya, akan tetapi hasil buruan suatu kaum yang halal (tidak sedang ihram) kemudian mereka suguhkan kepada kami, maka ini tidak apa-apa." Abdullah Bin Harits berkata; maka Ali marah dan berkata;"Aku bersumpah kepada Allah terhadap seseorang yang melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika diberi kaki keledai liar, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya kami adalah kaum yang sedang melaksanakan ihram, maka berikanlah makanan kepada penduduk yang halal (yang tidak ihram)." Abdullah berkata; maka bersaksilah dua belas orang dari para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. kemudian Ali Berkata; "Aku mempersaksikan kepada Allah terhadap seseorang yang melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika diberi telur burung unta, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya kami adalah kaum yang sedang melaksanakan ihram, maka berikanlah makanan kepada penduduk yang halal (yang tidak ihram)." Abdullah berkata; "Maka bersaksi selain mereka sebanyak dua belas orang." Abdullah Bin Harits berkata; "Kemudian Utsman membalikkan bokongnya dari makanan dan masuk kedalam kendaraannya, dan makanan itu disantap oleh penduduk setempat." [HR. Ahmad]

Hujjah Monggo akhi, bgmn? Mahrus Ali

Komentarku ( Mahrus ali ):


[الحديث إسناده ضعيف، والحديث بقصة حمار الوحش صحيح لغيره، وزيادة بيض النعام زيادة منكرة](31).

Hadis  tsb lemah. Hadis  tentang kisah himar hutan liar sahih lighairih . dan tambahan telur brung unta adalah tambahan munkar.
وزاد زيد بن علي بن جدعان ذكر بيض النعام، وهو رجل ضعيف، فتكون زيادته منكرة.
Zaid bin Ali bin Jud`an dengan mencantumkan  Telor burung unta . Dia  adalah perawi lemah. Tambahan ini adalah munkar.

Jadi hadis itu td bisa di buat pegangan, lepaskan sj.
Bila untuk menghalalkan Telor , kita akan menghalalkannya dengan landasan hadis yg munkar dan menyesatkan diri dan umat. 


Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )  https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50
 



Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan