Sabtu, Agustus 08, 2015

Inilah yang Dilakukan Syiah di Musim Haji (Fakta Video)



Inilah yang Dilakukan Syiah di Musim Haji (Fakta Video)
Setelah revolusi Iran, tragedi berdarah di tanah suci kembali terulang di bawah arahan Khomeini, dia memfasilitasi Syiah Saudi, dan menyediakan senjata untuk mereka, dan mendesak mereka untuk membuat demonstrasi dan kerusuhan, seperti yang para Mullah Teheran lakukan melalui Garda Revolusi Iran dengan menyerang jama’ah haji di dalam tanah suci (Mekkah), bahkan berencana untuk meledakkan Masjidil Haram.
Pada tahun 1406 Hijriyah/1986 Masehi, petugas keamanan dan bea cukai Saudi menyita bahan peledak berdaya ledak tinggi, yang dimiliki oleh jama’ah haji Iran, yang berasal dari Teheran, dan setelah diinterogasi mereka mengaku mereka ingin meledakkan Ka'bah dan Masjidil Haram secara keseluruhan. Berikut ini kami sertakan link videonya
Pada musim haji di tahun 1407 Hijriyah/1987 Masehi, sekelompok anggota Hizbullah Syiah dari Saudi bekerja sama dengan Garda Revolusi Iran dan jama’ah haji Iran melakukan demonstrasi dan membuat kerusuhan di musim haji, dan kejadian ini mengakibatkan jatuhnya hampir 402 korban tewas dari jama’ah haji , dan 85 diantaranya dari petugas keamanan Saudi. Dan kedua kejadian yang terjadi di tahun yang berurutan tersebut dirangkum dalam sebuah video berikut ini
Pada musim haji di tahun 1409 Hijriyah, duta besar Iran di Kuwait, Muhammad Ghalum memberikan beberapa Syiah Kuwait bahan peledak, dan mereka melakukan peledakan di Mekkah, di samping Baitullah Al Haram.
Pada musim haji di tahun 1410 Hijriyah hampir lima ribu jama’ah haji terbunuh , dan banyak yang mengalami luka-luka karena serangan anggota Hizbullah Saudi bekerjasama dengan anggota Hizbullah Kuwait dengan cara
menyemprotkan gas beracun di terowongan Al Mu’aishim ketika jama’ah haji sedang berdesak-desakan di dalamnya.
Pada pelaksanaan haji di tahun tersebut, surat kabar Kuwait mengatakan bahwa Garda Revolusi Iran mengirim sekelompok intelijen dan pemimpin militer dari "Pasukan Quds" ke Mekkah, untuk melakukan sabotase dan terorisme selama musim haji.
Organisasi Islam Sunni Ahwaz di Iran memperingatkan dalam sebuah pernyataannya kepada aparat keamanan di Arab Saudi dari bahaya kelompok teroris Iran ini, dan menyerukan mereka untuk mengambil tindakan preventif untuk menggagalkan operasi dari kelompok teroris yang sangat aktif tersebut.
Organisasi tersebut juga mengungkapkan bahwa kelompok ini terdiri dari unsur-unsur intelijen veteran dan komandan-komandan tinggi dari pasukan elit Iran, dan mereka sejak bertahun-tahun terkait dengan jaringan-jaringan rahasia Iran yang beroperasi di negara-negara Teluk Arab,dan juga sebagai penanggung jawab keintelijenan terhadap berkas perekrutan pasukan, pendanaan dan kekacauan di kawasan Teluk.
Kasus yang terbaru yang dilakukan Syiah di tanah suci terjadi pada tahun kemarin yaitu 1434 Hijriyah yang bertepatan dengan tahun 2013 Masehi, dimana segerombolan Syiah melakukan demonstrasi dan kericuhan di tanah suci dengan meneriakkan slogan-slogan sektarian dan menyenandungkan shalawat ala Syiah Rafidhah di saat kaum Muslimin sedang melakukan amalan ibadah haji seperti dalam video yang dirilis oleh seorang Syiah berikut ini
Kita bisa melihat di dalamnya betapa menggangunya orang-orang Syiah di saat kaum Muslimin mencoba khusyu’ beribadah di tanah suci.
Dari penjelasan diatas jelas bagi kita bahwa Baitullah yang suci di Mekkah tidak memiliki kehormatan dan kedudukan mulia di mata Syiah, dan dalil yang menunjukkan hal tersebut apa yang disebutkan dalam buku-buku mereka, dan apa yang disampaikan oleh Marja’ dan Ulama mereka. Penulis kitab rujukan Syiah “Biharul Anwar” menyebutkan dari Jaf’ar As Shadiq –tentu itu adalah kedustaan- di dalam juz 109, halaman 101 dari kitab tersebut, bahwa dia berkata "Sesungguhnya Allah mewahyukan kepada tanah Ka'bah : (Kalau bukan karena tanah karbala Aku tidak akan menciptakanmu ,dan juga tidak akan menciptakan rumah (Masjidil Haram) yang Aku banggakan…)"
Dalam kitab Biharul Anwar juga dari Abu Abdullah, dia berkata: "Dan siapa yang datang ke makam Husein dengan penuh kerinduan, Allah mencatatkan baginya seribu haji yang diterima, dan seribu umrah yang mabrur, dan pahala seribu syahid dari syuhada Badr, dan pahala seribu orang yang berpuasa, dan pahala seribu sedekah yang diterima, dan pahala memerdekakan seribu orang budak karena Allah" [Biharul Anwar: juz 18, hal. 98].
Lantas dengan semua fakta di atas, apakah Ka’bah masih memiliki kemuliaan dan kehormatan di mata Syiah?
SUMBER:
Gambar
http://www.koepas.org/index.php/datfak

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan