Selasa, Agustus 18, 2015

Jawabanku untuk Hujjah

Hujjah  dari Ngawi Jateng menuis : 







Apa bedanya pengertian dari sombong dalam?:
1. Menolak kebenaran
2. Merendahkan manusia
3. Celana dibawah mata kaki
4. Menolak berdoa kepada-Nya


Komentarku ( Mahrus ali ):
Itulah empat sikap orang sombong
Maksud menolak kebenaran  adalah menolak ajaran Islam yg berdalil, bukan ajaran Islam yang akal – akalan atau kebid`ahan. Untuk yg terahir ini harus di tolak. Bila di terima maka  termasuk menghinakan diri kita dan tidak memuliakannya.
Dan kita tidak ternasuk sombong menolak ajaran penegak kebid`ahan dan pengubur sunnah.
Tawadhu` kita ini bila  kita mau menerima kebenaran yg berdalil sekalipun menyelisihi pendapat umum masarakat.
Menolak kebenaran ini dengan kata – kata atau perbuatan atau hatinya tidak terbuka  tapi tertutup dengan ajaran yg salah / golongan dan tidak mau membuka untuk ajaran quran dan hadis.  Saya ingat ayat ini.
وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي ءَاذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا(7)
Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat. Nuh 7

Merendahkan  manusia, maksudnya adalah merendahkan orang mukmin, bukan merendah kepada orang kafir  atau ahli bid`ah yg anti sunah dan ngefan kpd kebid`ahan dan kesyirikannya. Saya ingat ayat ini:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ(54)
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. Al maidah 54


Salah bila  kita memuliakan orang kafir lalu merendahkan kaum mukmin. Sikap ini congkak sekali bukan tawadhu`.
Untuk celana di bawah mata kaki itu tanda kesombongan dan sikap orang yg sombong. Orang yg tawadhu adalah  orang yg celana dan sarungnya di atas mata kaki spt sarungnya  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Kadang orang bilang: Saya merendahkan sarung ini tdak ada hati sombong.
Kita katakan: Bila anda  tidak berhati sombong taatilah hadis  dan ikutilah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  yg tdk merendahkan kain sarungnya.
Saya ingat hadis:
Abdullah bin Umar ra berkata : Rasulullah SAW  bersabda :
 مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ إِنَّ أَحَدَ شِقَّيْ ثَوْبِي يَسْتَرْخِي إِلَّا أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ لَسْتَ تَصْنَعُ ذَلِكَ خُيَلَاءَ
Barang siapa yang menyeret kainnya dengan sombong  ,maka Allah tidakakan melihat kepadanya di hari Kiamat .
Abu bakar ra berkata :” Sesunggguhnya  salah satu bagian   kainku menurun , hanya saja aku berusaha mengangkatnya “.
Rasulullah SAW  bersabda :”  Sesungguhnya  engkau tidak termasuk orang yang berbuat sedemikian karena sombong “.HR Bukhori  3665

Lain sekali dengan orang yg celananya di bawah mata kaki, lalu bilang : Sy tidak sombong “. Kasus ini beda sekali dan tdk sama  dengan kasus Abu bakar yg sarungnya kebawah tp selalu di angkat ke atas. Untuk orang tsb sengaja membikin celana sampai kedua mata kaki  dan tdk di angkatnya sama sekali.

Untuk menolak berdoa  kepada Allah - maksudnya  tdk berdoa  kepadaNya sama sekali . Ini jelas dilarang. Hakikatnya orang yg tak mau berdoa kepada Allah adalah sombong dan yg mau berdoa adalah  orang yg tawadhu`. Ini sama dengan ayat:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".   Ghofir 60
Termasuk disini adalah orang yg tidak mau berdoa kpd Allah langsung tp harus menggunakan  perantara para wali yg sudah meninggal dunia. Dia  tdk pernah berdoa  langsung , bahkan anti padanya.
Dia  tdk mau berdoa kecuali di kuburan dimuka para wali. Dan tdk mau berdoa langsung  pada Allah. Dia termasuk orang yg nolak ayat Ghofir 60  di atas. 




Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )  https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50







Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan