Selasa, Agustus 18, 2015

Jawabanku untuk Koko Sugiarto



Koko Sugiarto menulis :
Asalam mu alaikum. .saya sendiri telah masuk pengajian seperti LDII, Wahabi salafi..selama saya mengaji belum pernah hati saya merasa tentram dan yaman..dlm hati dan pikiran selalu berpikir..tentang golongan lain yg BID.AH SYIRIK.KURAPAT..DLL.dan mencari dalil dalil yg shoheh.sehingga gampang untuk melawan hujah golongan lain yg di anggap BID.AH SESAT.jadi intinya bukan sibuk mencari rido ilahi tpi sibuk untuk membid.ahkan dan menyesatkan golongan lain dan merasa paling benar..di situlah letak yg membuat hati tdk tentram.berbeda dengan sekarang setelah saya mempelajari tasauf/torikoh..hati jadi tambah tenang dan mantap mendekatkan diri kepada Allah.g ada peluang dlm hati dan qalbu untuk berdebat, membid.ahkan, menyesatkan..dll hal hal yg ga baik..namun sekarang sibuk selain menjalankan ibadah yg wajib dan sunah..juga setiap detik dan detak jantung..selalu membaca dalm hati kalimat LAILLAHA ILLALOH..yg membuat hati lebih tenang.di banding mereka sibuk berdzikir membaca..ENTE BID.AH

Komentarku ( Mahrus ali ):
Kita mempelajari sunnah  agar kita tahu bid`ah, lalu kita menghindarinya. Bila kita jalankan terus kebid`ahan itu  , kita akan berbahaya kelak dan didunia ini kita menyalahi  tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Lihat hadisnya:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ" رَوَاهُ الْبُخَارِي وَمُسْلِمٌ،
Barang siapa yang bikin perkara baru dalam urusan kami ini yang tidak termasuk di dalamnya  maka tertolak . HR Bukhari dan Muslim .
Kalau kita tahu itu golongan ahli bid`ah,  kita menghindarinya. Untuk apa kita masuk ke jaringan ahli bid`ah dan  tidak masuk ke majlis ahlis sunnah.  Apakah anda  tdk tahu hadis ini:
افْتَرَقَتْ الْيَهُودُ عَلَى إحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إلَّا وَاحِدَةً وَافْتَرَقَتْ النَّصَارَى عَلَى اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إلَّا وَاحِدَةً وَسَتَفْتَرِقُ هَذِهِ الْأُمَّةُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إلَّا وَاحِدَةً
           Kaum yahudi terpecah belah menjadi 71 golongan . Seluruhnya di neraka kecuali satu kelompok. Dan kaum Nasrani  terpecah menjadi 72 sekte  seluruh nya di neraka kecuali satu. Dan umat ini akan terpecah menjadi 73 kelompok. Seluruhnya di neraka kecuali satu. Para sahabat berkata : “Wahai Rasulullah ! Siapakah  golongan yang selamat?  Rasul bersabda : “  مَنْ كَانَ عَلَى مِثْلِ مَا أَنَا عَلَيْهِ الْيَوْمَ وَأَصْحَابِي  Orang yang  berpegangan kepada  prilakuku dan sahabat –sahabatku sekarang “. [1]
Trus kita tidak boleh menyebut golongan ahli bid`ah  sebgai ahli bid`ah , apakah  golongan tersebut kita sebut ahlus sunnah. Ya jelas keliru kita.
Bila  anda merasa tenang dlm kelompok anda – kelompok tarekat, dan anda menghindari resiko dakwah kpd sunnah, hakikatnya  anda kehilangan momen besar yg menjadikan anda  umat terbaik. Ingatlah ayat ini:
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.. [Ali Imran:110].
Hakikatnya anda masuk tarekat Naqsyabandi  dan qadiri itu ada kesyirikannya  yaitu bait ini yg sering di baca:
عِبَادَ اللهِ رِجاَلَ اللهِ    أَغِيْثُونأَ لأَجْلِ اللهِ  وَكُونُوُ ا عَوْنَناَ لِلهِ   عَسَى نَحْظَى بِفَضْلِ اللهِ
Ibadalloh rijaalalloh aghiitsuunaa li ajlillah. Wakuunuu aunanaa lillahi asaa nahdhoo bifadhlillah.
Wahai hamba – hamba Allah ( yang sudah meninggal dunia ), wahai tokoh – tokoh  agama ( yang sudah wafat )  tolonglah kami  karena Allah. Barang kali  kami  bisa berhasil / mendapat fadhol Allah.
وَياَ أَقْطاَبْ وَياَ أَنْجاَبْ  وَياَ سَادَاتْ وَياَ أَحْباَبْ  وَأَنْتُمْ ياَ أُولِى الأَلبَابْ  تَعاَلَوْا وَانْصُرُوا لله
Wayaa aqthoob wayaa anjaab wayaa saadat wayaa ahbab  wa antum yaa ulil albaab  ta`aalau wansuruu lillah.
Wahai wali – wali Quthub, orang – orang yang di pilih, para sayyid, para  kekasih  dan kalianlah orang – orang yang berakal, kemarilah  dan tolonglah kami  karena Allah.
سَأَلْناَكُمْ سَأَلْناَكُمْ  وَلِلزُّ لْفَى رَجَوْناَكُمْ  وَفِى أَمْرٍ قَصَدْناَكُمْ  فَشُدُّوأ عَزْمَكُمْ للهِ
Sa`alnaakum sa`alnaakum waliz zulfaa rojaunaakum wafii amrin qosodnaakum fasyuddu azmakum lillah.
Kami minta pada kalian  X2, dan untuk mendekat kepada Allah kami  sekalian berharap kepada kalian, dan setiap perkara  kami  bermaksud  kepada kalian ( kami minta pada kalian ), maka  teguhkan kehendak kalian untuk  Allah.
Mufti Saudi syekh Abdul aziz bin Abdillah bin Baz menyatakan bahwa doa – doa seperti itu adalah syirik besar, karena termasuk menyembah selain Allah, dan minta sesuatu yang hanya bisa di lakukan oleh Allah. Ia minta – minta kepada mayat dan orang – orang gaib. Ini adalah syirik terjelek. Sebab bangsa dahulu melakukan syirik waktu keadaan senang. [1]


 



[1] Lihat Tafsir Al Baidhowi 470/2. Qurthubi 159/4. Addurul mantsur / 289/2. Abus suud 206/3. Al baghowi 333/1. Fathul qadir  370/1. Kasyfud dhunun 1039/1. Annasafi 355/1. Ruhul  maani  68/8.  HR Abu D awud 3980. Tirmidzi / Iman /25064. Ibnu Majah /3981. Ahmad Baqi musnad muktsirin /8046.Dalam riwayat lain di sebut , golongan yang selamat adalah al jamaah. Penyusun kitab Misbahuz zujajah berkata : Sanad hadis sahih , perawi – perawinya terpercaya. Abu Ya`la  Al maushili  meriwayatkannya.Lihat misbahuz zujajah  3041. Ia juga di riwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya  6138. Imam  Tirmidzi menyatakan  hadis tsb hasan  sahih .
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan