Rabu, Agustus 19, 2015

Jawabanku untuk Saldin




Saya komentari secara ringkas saja.
Saldin menulis :


Mengkaji perbedaan secara ilmiyah dengan mengupas dalil-dalilnya.
Tidak beranggapan bahwa kebenaran hanya satu dalam masalah-masalah furu'iyah (cabang-cabang ajaran), karena ragamnya dalil, di samping kemampuan akal yang berbeda-beda dalam menafsiri dalil-dalil tsb.
Terbuka dalam menyikapi perbedaan, dengan melihat perbedaan sebagai hal yang positif dalam agama karena memperkaya khazanah dan fleksibillitas agama. Tidak cenderung menyalahkan dan menuduh sesat ajaran yang tidak kita kenal. Justru karena belum kenal, sebaiknya kita pelajari dulu latar belakang dan inti ajarannya.

Komentarku ( Mahrus ali ):
Bila agama Islam ini dari Allah, maka tdk mungkin ada perbedaan ajaranNya. Masak Allah memberikan ajaran yg berbeda > Ajaran Islam itu satu, tidak boleh dua atau tiga.
Bila Allah memberika  ajaran yg berbeda, maka Allah mengajak perpecahan. Dan  ini tidak mungkin. Lalu untuk apa firmanNya  yg menyerukan  persatuan. Allah berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ ءَايَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.  [1]
Bila mereka kembali kpd kitabullah dan sunnatu Rasulih, mk mereka akan bersatu. Bila  kembali kpd pendapat ulama akan berpecah belah selamanya.
Beruntunglah  orang yg mau kembali kpd al quran dan sunnah  dan sesatlah orang yg kembali kpd ulama.
Ingatlah ayat ini:
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ  وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ  وَالْيَوْمِ ا‏ ْلآ‏خِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan  Rasul  (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Nisa` 59

Perbedaan  itu terjadi ketika adanya orang yg mengikuti dalil dan yg lain mengikuti hawa nafsu, ajaran golongan, budaya, mempertahankan gensi, states, kucuran dana dari thaghut, mengikuti kehendak masarakat, takut di benci masarakat lalu mengikuti kehendak mereka, takut terkucilkan dll.
Bila ajaran agama  dari pendapat ulama maka terjadi banyak versi dan perbedaan.
Bila ajaran agama  dari Allah, maka Allah tidak akan menurunkan ajaran agama yg banyak ragam. Saya ingat ayat ini:
أَفَلاَ يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْءَانَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلاَفًا كَثِيرًا
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.[2]


Anda menyatakan:
Tidak mengkafirkan orang yang telah mengucapkan "Laailaaha illallah".

Komentarku ( Mahrus ali ):
Bila orang tsb tidak menjalankan shalat , maka tentu kafir, meski dia baca la ilaha illallah beberapa kali.
الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَر
Perjanjian antara kami dan mereka adalah salat . Barang siapa meninggalkannya  sungguh telah kafir “. [3]
Allah berfirman :
إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. [4]
Bila  dia menolak ayat al quran sebagaimana  ayat:
مَا يُجَادِلُ فِي ءَايَاتِ اللَّهِ إِلاَّ الَّذِينَ كَفَرُوا فَلاَ يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِي الْبِلَادِ(4)
Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu. Ghofir 4
Bila dia minta – minta pd orang mati sebagaimana ayat:
وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا ءَاخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ
Dan barangsiapa berdoa kepada  tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.[5]

وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ
Dan janganlah kamu berdoa kepada  apa-apa yang tidak memberi manfa`at dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim”.[6]
Kalau sy sebutkan masalah ini scr keseluruhan, maka masih banyak.
Anda  menyatakan:  

Menurut Muhammad bin Muhammad bin al-Husaini az-Zabidi dalam kitabnya berjudul Ithafus Sadah al-Muttaqin ( Sarah kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Ghozali ) mengatakan : Yang dikatakan Ahlu as-Sunnah wal-Jama’ah ( Ahlus Sunnah wal-Jama’ah ) adalah :

اِذَا اُطْلِقَ اَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ فَالْمُرَادُ بِهِ اَلاَشَاعِرَةُ وَالْمَاتُرِدِيَّةُ

Artinya adalah : Apabila di sebut Ahlu as-Sunnah wal-Jama’ah ( Ahlus Sunnah wal-Jama’ah ) maka maksudnya adalah orang-orang yang mengikuti paham Imam Al-Asy’ari dan Imam al-Maturidi.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Itu sekadar pendapat , bukan dalil yg harus di terima, tapi ia masih boleh diterima dan boleh ditolak. Ingatlah

Imam Malik berkata :
إنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُصِيبُ وَأُخْطِئُ فَاعْرِضُوا قَوْلِي عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
        Aku hanyalah manusia , terkadang pendapatku benar , di lain waktu kadang salah . Karena itu , cocokkan perkataanku ini dengan kitabullah dan hadis Rasulullah .
 لاَ تُقَلِّدْ دِينَك الرِّجَالَ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَسْلَمُوا مِنْ أَنْ يَغْلَطُوا .
Dalam masalah agama,jangan ikut orang , sebab  mereka mungkin juga salah.
عن بلال بن سعد قال: ثلاث لا يقبل معهن عمل: الشرك، والكفر، والرأي؛ قيل: وما الرأي؟ قال: يترك كتاب الله وسنة نبيه، ويعمل برأيه. حلية الأولياء(5/ 229)
 Dari Bilal bin Sa`ad berkata: Tiga perkara

 membikin amal seseorang tidak diterima( disisi Allah ) ; Syirik, kufur dan berpendapat ( dlm menentukan hukum ) Dikatakan: Apakah pendapat itu ? Beliau berkata: Meninggalkan kitabullah dan sunnah nabiNya lalu menjalankan sesuatu dengan pendapatnya”. Hilyatul auliya` 229/5 .

Golongan al asy ari dan al maturidi bagi sy tidak menepati jalan salafiyiin yg dulu. Ia kreativitas dua  ulama  al asy ari dan al maturidi.
Untuk tahu kekeliruan sifat wajib duapuluh lihat disini:
http://mantankyainu.blogspot.com/2011/06/sifat-wajib-dua-puluh-ajaran-sesat.html



Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )  https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50




[1] Ali Imran    102  .
[2] Annisa` 84
[3] Tirmizi / Iman /2621. Nasa`I /salat /463. Ibnu Majah /Iqamatus sholah /1079. Ahmad / Baqi musnad muktsiri /22428. Annasa`I dan Al Iraqi menyatakan hadis tersebut sahih, Ia juga di riwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Al Hakim .
[4] 103 Annisa`
[5] Al Mukminun   117
[6] Yunus 106
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan