Sabtu, Agustus 29, 2015

Kesalahan ulama ke 29




Ust. Muhammad Abduh Tuasikal memperbolehkan shalat wajib di sajadah dengan hadis sbb:
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَى بِسَاطٍ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat di atas permadani.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Komentarku ( Mahrus ali ):
Saya komentari hadisnya  satu persatu dulu sesuai dengan artikel beliau di link sbb:


Ini jawaban sy yg lalu :

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا زَمْعَةُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَسَلَمَةَ بْنِ وَهْرَامٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَى بِسَاطٍ
……………….., dari Ibn Abbas, sesungguhnya Rasulullah SAW melakukan salat di atas hamparan.
  
Dalam hadis  tsb juga tidak dijelaskan apakah salat Rasulullah SAW sunat atau wajib, hingga  sulit di buat pegangan untuk  salat wajib dengan hamparan. ( hadis  lemah ). 
Perawi bernama Zam`ah bin Salih adalah lemah menurut Ibn Hajar dan Imam Ahmad kata Dzahabi. Lihat Mausuatul atraf  2035.
Musnad imam Ahmad 1957
Bisat, jangan di artikan lantai, tapi hamparan bukan lantai.
Syaukani menyatakan: 

نيل الأوطار – (ج 3 / ص 137)
الْحَدِيثُ فِي إسْنَادِهِ زَمْعَةُ بْنُ صَالِحٍ الْجُنْدِيُّ ، ضَعَّفَهُ أَحْمَدُ وَابْنُ مَعِينٍ وَأَبُو حَاتِمٍ وَالنَّسَائِيُّ .

Sanadnya  terdapat Zam`ah bin Salih yang dilemahkan oleh Ahmad, Ibn Ma`in , Abu Hatim dan Nasa`i.
Syaukani juga menyatakan:

نيل الأوطار - (ج 3 / ص 137)
عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ وَمُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ أَنَّهُمَا قَالَا : الصَّلَاةُ عَلَى الطُّنْفُسَةِ وَهِيَ الْبِسَاطُ الَّذِي تَحْتَهُ خَمْلٌ مُحْدَثَةٌ .
Dari  Sai`d bin al Musayyab  dan Muhammad bin  Sirin berkata: Salat  di atas permadani  yang dibawahnya terdapat sabut adalah bid`ah.
Saya ( Ahmad Soekamto ) katakan: Memang Rasulullah SAW  sendiri tidak pernah menjalankan salat wajib di atas sajadah. Untuk salat sunat silahkan.


Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan