Minggu, Agustus 02, 2015

Tentang ajaran , jangan merujuk ke muktamar golongan




Pernah bekerja di: Borongan instalasi listrik
Pernah belajar di STIKI Malang
Angkatan 2003

Klo ingin cari mana bid ah mana ngak jgn dsini..tu djombang da muktamar..bnyak para ulama dsana..monggo mampir..percuma dsini..
Komentarku ( Mahrus ali ):
Komentar tsb di tulis  dlm komentar postingan  Azzam Asadullah di fb sy.
Saya jawab:
Kalau ingin tahu bid`ah cukup merujuk kpd hadis :
"مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ" رَوَاهُ الْبُخَارِي وَمُسْلِمٌ،
Barang siapa yang bikin perkara baru dalam urusan kami ini yang tidak termasuk di dalamnya  maka tertolak . HR Bukhari dan Muslim .

Kalau ingin tahu kebenaran jangan merujuk ke hasil muktamar NU, Muhammadiyah, LDII, Persis ,PKS . Wahidiyah, Naqsyabandiyah, salafy  dll.
Itu semua golongan. Dan fanatisme tokohnya sangat kental. Mereka mendahulukan ajaran golongan dari pada dalil. Dalil di akhirkan dan kepentingan golongan di dahulukan.
Karena itu, kembalilah kpd ayat :
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ  وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ  وَالْيَوْمِ ا‏ ْلآ‏خِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan  Rasul  (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Nisa` 59
Buku karangan ahli bid`ah akan beda hasil keterangannya dengan buku karangan ahlis sunnah.
keterangan Buku karya orang yg fanatik ke golongan akan beda dengan  buku karya orang yg ingin islam kaffah yg komitmen pd dalil.
Ceramah ahli bid`ah , maka keterangannya akan beda dengan  ceramah ahlis sunnah.
Ceramah orang yg fanatisme golongan akan menjerumuskan
Beda sekali dengan ceramah orang yg buang golongan dan mengambil islam yg murni.
Ceramah orang yg aktiv di TV juga beda  dengan ceramah orang yg mandiri , tidak takut  di cancel oleh boss TV tsb. Tapi ingin mencari rida Allah bukan kerelaan setan.
Kita ini dimasa yg cocok dengan hadis ini:
افْتَرَقَتْ الْيَهُودُ عَلَى إحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إلَّا وَاحِدَةً وَافْتَرَقَتْ النَّصَارَى عَلَى اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إلَّا وَاحِدَةً وَسَتَفْتَرِقُ هَذِهِ الْأُمَّةُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إلَّا وَاحِدَةً
           Kaum yahudi terpecah belah menjadi 71 golongan . Seluruhnya di neraka kecuali satu kelompok. Dan kaum Nasrani  terpecah menjadi 72 sekte  seluruh nya di neraka kecuali satu. Dan umat ini akan terpecah menjadi 73 kelompok. Seluruhnya di neraka kecuali satu. Para sahabat berkata : “Wahai Rasulullah ! Siapakah  golongan yang selamat?  Rasul bersabda : “  مَنْ كَانَ عَلَى مِثْلِ مَا أَنَا عَلَيْهِ الْيَوْمَ وَأَصْحَابِي  Orang yang  berpegangan kepada  prilakuku dan sahabat –sahabatku sekarang “. [1]
Lihat sj di kongres geraja pendeta kristen, maka  keputusannya  tidak akan mau di ajak kembali ke ajaran Nabi Isa yg asli.
Begitu juga muktamar Syi`ah, tidak akan mau di ajak kembali ke pada ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  yg asli.
Saya ingat ayat ini:
فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ زُبُرًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ فَذَرْهُمْ فِي غَمْرَتِهِمْ حَتَّىٰ حِينٍ
Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).
( 54 )   Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.
Al mukminun  53 -54.



[1] Lihat Tafsir Al Baidhowi 470/2. Qurthubi 159/4. Addurul mantsur / 289/2. Abus suud 206/3. Al baghowi 333/1. Fathul qadir  370/1. Kasyfud dhunun 1039/1. Annasafi 355/1. Ruhul  maani  68/8.  HR Abu D awud 3980. Tirmidzi / Iman /25064. Ibnu Majah /3981. Ahmad Baqi musnad muktsirin /8046.Dalam riwayat lain di sebut , golongan yang selamat adalah al jamaah. Penyusun kitab Misbahuz zujajah berkata : Sanad hadis sahih , perawi – perawinya terpercaya. Abu Ya`la  Al maushili  meriwayatkannya.Lihat misbahuz zujajah  3041. Ia juga di riwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya  6138. Imam  Tirmidzi menyatakan  hadis tsb hasan  sahih .
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan