Rabu, September 09, 2015

Hati - hati syirik di kuburan



Para penyembah kubur lagi-lagi melantunkan syair-syair sesatnya dengan suara yang merdu, yang dapat mengetarkan jiwa serta perasan akan terhanyut dalam suasana tersebut, syairnya sebagai berikut :

أَتَيْنَاكُمْ أَتَيْنَاكُمْ       وَلِلْأَبْوَابِ جِئْنَاكُمْ
وَفِى أَمْرٍ قَصَدْنَاكُمْ   فَشُدُّوْا عَزْمَكُمْ بِالله
Kami datang kepada kalian ( para wali – wali di kuburan ) . Kami datang kepada kalian. Kami datang kepada kalian di muka  pintu–pintu  ingin sesuatu. Untuk menunaikan hajat, kami datang pada kaliman . maka teguhkan kemauan kalian untuk Allah.

فَيَا أَقْطاَبْ وَيَا أَوْتَادْ  وَيَا أَسْيَادْ وَيَا أَبْدَالْ
أَجِيْبُوْا يَا ذَوِى اْلِإمْدَادْ  وَفِيْنَا فَاشْفَعُوْا بالله
Wahai wali–wali quthub, autad, sayid–sayid, abdal, penuhilah wahai  orang–orang yang punya bantuan, dan berilah syafa’at kepada kami  dengan nama Allah.

Komentarku ( Mahrus ali ).
Syair – syair tsb adalah syirik murni  bukan tauhid lagi,  karena minta  - minta pada wali – wali  di kuburan bukan minta pada Allah di langit. Pembacanya  adalah musyrik sekalipun puasa, salat , haji atau mengenakan gamis putih dan serban putih. Bila  tidak tobat, lalu meninggal dunia akan di masukkan ke dalam Neraka selamanya.
Pembaca syair ini bila mati, tidak boleh di bacakan  doa, tidak boleh di salati dan jangan ikut melakukan salat jenazah padanya  untuk menghormati ayat sbb:
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni Neraka Jahanam.( At tobat 113) 
Guru yang memberi ijazah tsb baik habib, kiai, Ustaz, orang biasa adalah sesat. Buang saja ijazahnya  itu, jangan disimpan apalagi di ijazahkan lagi. Guru , Ustaz yang anti padanya  di jalan para nabi dan Rasul.
Wali  yang di mintai tidak bisa mengabulkan. Bila  bisa mengabulkan, maka  dia akan berdoa untuk dirinya  sendiri agar Allah meningkatkan derajatnya di surga. Ingatlah firman Nya:
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُون
Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang berdoa kepada selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do`a mereka?
Allah di abaikan, wali dikuburan di perhatikan dan di agungkan. Allah sangat geram dan setan – setan jin dan manusia sangat senang. Karena itu, Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. Ingat ayat ini:
:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. [1]
Keturunan Rasulullah shallahu alaihi wasalam bila membaca  syair  tsb akan dicelakakan ke dalam Neraka selamanya  dan keturunan Gajah mada  yang tidak membacanya – dia mukmin maka  di masukkan ke surga selamanya. Orang Mekah membacanya akan di masukkan ke dalam Neraka dan orang mukmin Bali yang tidak membacanya akan di masukkan ke Surga. Jangan ragu, yakinilah hal itu.  
 Pembacanya ngerti syair itu syirik atau tidak tetap berbahaya.



[1] Annisa` 116
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan