Senin, September 14, 2015

Jawabanku untuk Riyan To De Lasuga dari Sulawesi



  SystemAnalyst di systemanalyst
2011 sampai

Menulis:

ngapunten yi. membaca syair ??? saya tidak punya dalil. syair ungkapan hati pecinta. dalil mencintai Kanjeng Nabi saya pernah dengar. bukankah ungkapan hati pecinta kadang aneh dan gak masuk akal. seperti ungkapan engkau adalah matahariku, engkau adalah rembulanku, engkau adalah nafasku, aku tidak bisa hidup tanpa dirimu. dll. karna begitu besarnya rasa cinta dan rindu. syair kan hanya bahasa perumpamaan untuk menggambarkan suasana hati.

bukankah kita di haruskan berbaik sangka dan kita tau ungkapan ungkapan pecinta memang gila bagi yang tidak pernah merasakan cinta.

saya dengar banyak dari mereka yang bermimpi bertemu Kanjeng Nabi. ngapunten.

Komentarku ( Mahrus ali ):
Cinta pada Rasulullah shallahu alaihi wasallam  itu baik tapi harus di sertai fakta amaliah yaitu ittiba`. Begitu juga benci kepada musuh Allah itu baik, tapi harus ada fakta amaliyah yang  jelas tentang kebencianmu. Jangan anda mengaku benci pada musuh Allah lalu anda berangkulan.
Bila mulut  menyatakan cinta, fakta amaliahnya kebid`ahan dan kesyirikan , maka ini adalah cinta tanpa fakta – cinta, faktanya membencikan. Itu namanya  cinta palsu,hakikatnya benci. Cinta yang  tidak dijalankan dengan ilmu tapi cinta landasannya kebodohan. Hal itu seperti pengakuan kebanyakan ahli bid`ah yang ngakunya cinta Rasulullah shallahu alaihi wasallam , faktanya menentang tuntunan dan menjalankan kebid`ahan.
Cinta berhala, lalu minta – minta padanya tetap syirik.
Begitu juga orang yang  cinta pada Rasulullah shallahu alaihi wasallam  lalu minta – minta  pada beliau setelah meninggal dunia , maka ini syirik. Bila tidak syirik maka apa artinya ayat ini:
وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا ءَاخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ
Dan barangsiapa berdoa kepada  tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.

وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ
Dan janganlah kamu berdoa kepada  apa-apa yang tidak memberi manfa`at dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim”.

Doa adalah ibdah. Orang yang  berdoa kepada berhala ber arti ibadah kepadanya . Begitu juga  berdoa kepada mayat. Ingat hadis:
Rasulullah SAW bersabda :
 الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ وَقَرَأَ ( وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ) إِلَى قَوْلِهِ ( دَاخِرِينَ )
Doa adalah ibadah ( penyembahan ) . Allah  berfirman :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".  Ghofir 60.[1]

Kalimat syirik di katakan dengan ungkapan syair atau tidak, maka tetap syirik. Tidak boleh di katakan boleh melontarkan kalimat  syirik dengan sya`ir. Kita kembali saja kepada ayat :
وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوُونَ(224)أَلَمْ تَرَ أَنَّهُمْ فِي كُلِّ وَادٍ يَهِيمُونَ(225)وَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ(226)إِلَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا وَانْتَصَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan (nya)?,kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.[2]

Kebanyakan penyair itu sesat, syirik, jarang sekali yang  berada di jalan lurus dan bertauhid. Syair – syar itu menyesatkan,kadang syirik. Jarang  syair yang mengarah ke jalan yang  lurus sepi dari syirik.

Untuk kalimat :
, engkau adalah nafasku, aku tidak bisa hidup tanpa dirimu.

Kalimat tsb membahayakan akidah bila di katakan kepada  mayat. Jangan bahas itu , bahasannya panjang . Kita kembali kepada point persoalan yaitu minta minta pada mayat adalah syirik. Tidak boleh ditolernsi baik dengan  kalimat  syair atau bukan.
Sayang sekali bila kesyirikan dikatakan dengan kalimat syair diperbolehkan lalu bila di kalimat natsar  bukan  syair  tidak boleh , mana dalilnya.  Saya belum menjumpai dalilnya bahwa penyair bila mengatakan  syirik dalam syair nya  di ampun. Oleh karena itu kalimat :
عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ اْلعَالَمِ # يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَاْلكَرَمِ
‘Atfata yaji ratal Alami
YA Uhailaljudi wal karomi.

Aku mohon belas kasihmu wahai Rasul yang  menjadi pelindung alam

Wahai  dermawan

………………, adalah syirik, pembacanya musyrik . Bila mati akan masuk neraka selamanya baik habib atau keturunan gajah mada. Dan tidak akan masuk surga selamanya. Itulah janji  Allah bagi kaum musyrikin.  



Bila anda menyatakan: karna begitu besarnya rasa cinta dan rindu. syair kan hanya bahasa perumpamaan untuk menggambarkan suasana hati.

Komentarku ( Mahrus ali ):
Sebesar apapun cintamu, harus  dalam koridor syariat , jangan melewati batas lalu dikatakan seenaknya. Ingatlah hadis :
لاَ تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ . فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ فَقُولُوا : عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ
Janganlah memuji aku sebagaimana kaum Nasrani memuji kepada Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku adalah hamba . katakanlah  hamba dan utusan Allah .[3]

Pujaanmu pada Rasulullah shallahu alaihi wasallam  yang  berlebihan telah menyalahi ajaran beliau. Dan ini namanya bukan cinta. Bila  cinta sejati, maka perkataan dan perbuatan  harus  sesuai dengan ajarannya.

Anda menyatakan:
bukankah kita di haruskan berbaik sangka dan kita tau ungkapan ungkapan pecinta memang gila bagi yang tidak pernah merasakan cinta.

Komentarku ( Mahrus ali ):
Bila kita berbaik  sangka dengan kalimat syirik, lalu kita katakan itu kalimat yang  tidak syirik , masih bertauhid. Itu  kalimat nyata syirik, tidak perlu di sangka baik lagi. Masalah nya sudah jelas, tidak samar lagi. Katakan dengan tegas, dasarnya fakta itu. Bukan buat – buat atau menuduh jelek.
Bagaimana  bila ada orang minta –minta  pada pohon lalu kita berbaik sangka kepada nya , lalu kita katakan dia muslim yang  bertauhid.
Anehnya bila ada orang yang  menegakkan sunah, banyak yang  berburuk sangka lalu dikatakan  dengan kalimat – kalimat yang  buruk.

Anda menyatakan lagi:
dan kita tau ungkapan ungkapan pecinta memang gila bagi yang tidak pernah merasakan cinta.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Ungkapkan pecinta itu harus terkendali dengan syariat . Bila lepas syariat, maka akan membahayakan. Ikutilah ayat ini saja.

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui dalilnya . Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. Isra` 36.

Anda menyatakan:
saya dengar banyak dari mereka yang bermimpi bertemu Kanjeng Nabi. ngapunten.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Saya dulu ketika menjadi ahli bid`ah dan syirik , saya  sering bermimpi  bertemu dengan Rasulullah shallahu alaihi wasallam , Umar bin Khatthab, Nabi Ibrahim , Abu bakar dan nabi – nabi yang  lain.
Setelah saya buang kebid`ahan dan kesyirikan, saya jarang ketemu beliau dalam mimpi.
Saya juga pernah dengar tokoh tarekat yang  pernah berjumpa dengan Rasulullah shallahu alaihi wasallam  70 puluh kali dengan berjaga bukan mimpi , lalu di ijazahi doa. Anehnya  doanya kok syirik sekali. Masak Rasulullah shallahu alaihi wasallam  memberi ijazah doa  syirik.
Masalah ini tidak saya  jawab dengan lengkap karena keluar dari poin yang  kita bahas . 



Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )  https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50




[1]  HR Tirmidzi / Tafsirul quran / 2969. Beliau berkata : Hadis tsb hasan sahih .Ibnu Majah / Doa / 3829.

[2] Syuara` 221- 227
[3] Muttafaq alaih.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan