Sabtu, September 26, 2015

SADAR AKAN KESOMBONGANNYA, MUHAMMAD ABDUH TUASIKAL AKHIRNYA MINTA MA'AF.




" Saya pun diblokir oleh si Abduh Tuasikal karena mempertanyakan tulisannya yang mencela Muhammadiyah " ungkap Ustadz Dr.Nursanjaya Abdullah,M.Pd di Forum Seruan Al-Haq.

Baru baru ini jagad medsos diramaikan soal perbedaan penetapan idul adha antara muhammadiyah dan pemerintah hal ini bukan pertama yang terjadi masing masing memiliki ijtihad dan metode sendiri sehingga dalam tahap ini haruslah saling tasamuh

Namun idul adha kali ini tiba tiba seseorang yg dikenal ustad salafi yaitu Muhammad Abduh Tuasikal menulis status di FB dan blog nya yang secara teatrikal dan agresif menyerang pemahaman muhammadiyah bahkan memprovokasi dengan mengeluarkan kata kata yang tidak etis.

Hal tersebut menimbulkan reaksi dari netizen muhammadiyah, karena selama ini muhammadiyah tidak pernah menyerang atau menjelekkan ustadz Muhammad Abduh Tuasikal di forum manapun tapi mengapa Muhammad Abduh Tuasikal kemudian seolah kehilangan sopan santun bicara soal muhammadiyah di media social.

Ketika warga muhammadiyah meminta tabayun lewat akun fb Muhammad Abduh Tuasikal tidak sedikit yg diblokir tentu menjadi tanda tanya sebenernya apa maunya ustadz Muhammad Abduh Tuasikal terhadap Muhammadiyah?

Beruntung kontroversi ini tak berlanjut gelombang pertanyaan netizen muhammadiyah akhirnya mendorong Muhammad Abduh Tuasikal meminta maaf kepada Muhammadiyah setelah menyadari apa yang dia tulis jauh dari substansi dan etika yang harusnya ditunjukkan dari Ulama yang katanya kembali ke Sunnah.

Berikut cuplikan tulisan permohonan maafnya.

"Kami yakin tanggapan kami beberapa keliru dan kami mengajukan permintaan maaf kami pada Muhammadiyah, warga Muhammadiyah dan simpatisan Muhammadiyah.

Ini kalimat yang keliru ketika kami menanggapi salah satu simpatisan Muhammadiyah: “Banyak orang Muhammadiyah yang sudah ingin melepaskan ketaqlidan karena ingin mengikuti dalil”.

Kami manusia, bisa saja luput dan keliru. Barangkali kalimat ini yang membuat marah warga Muhammadiyah."

Muhammadiyah selalu terbuka dengan dialog dan diskusi tentunya dengan cara cara beradab dan berdialog dengan santun bukan dengan memprovokasi lewat media sosial seperti yang dilakukan Muhammad Abduh Tuasikal.

Kontribusi Muhammadiyah terhadap bangsa ini tak ternilai banyaknya jangan hanya berbeda soal penetapan hari id, kemudian seenaknya mencap tidak taat ulil amri, kalo boleh kami bertanya kepada kawan kawan salafi yang selalu mengklaim taat ulil amri apa yang telah anda berikan terhadap bumi pertiwi ini?

Jadi tak usah memancing di air keruh di tengah perayaan idul adha hanya untuk motivasi yang tidak jelas, dan tentu kami apresiasi permintaan maaf Muhammad Abduh Tuasikal semoga tidak terulang di kemudian hari.

Sangpencerah.com

Note: Jangankan Muhammadiyyah sebagai ormas besar, bahkan seorang Ulama di negeri ini Al-Ustadz Abdul Hakim Bin Amir Abdat saja (yang ilmu dan jasa nya terhadap dakwah jauh lebih besar di banding dirinya) juga pernah ia rendahkan. Pasalnya juga seputar masalah puasa arafah dan hari raya idul adha. Ustadz Abdul Hakim Abdat berpendapat bahwa mengikuti ulil amri itu yang memberlakukan syariat Allah dan Rasul-Nya. Namun Muhammad Abduh Tuasikal berlagak mengkritik dan seolah merendahkan Al-Ustadz Abdul Hakim Abdat di status facebooknya.

Kini, ia meminta maaf secara terbuka kepada warga muhammadiyyah atas sikap sombong dan angkuhnya. Sikap ksatria dengan siap mengaku salah adalah ciri mukmin sejati.

Semoga Allah memaafkannya.

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan