Minggu, September 13, 2015

Syair membudaya tapi syirik





يَا رَسُولَ اللهِ سَلاَمٌ عَلَيْك # يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ
عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ اْلعَالَمِ # يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَاْلكَرَمِ
Ya Rasulallah.. salamun Alaik.
Ya Rafi’a Syani wad Daraji
‘Atfata yaji ratal Alami
YA Uhailaljudi wal karomi.

Wahai  Rasulullah ! kesejahteraan untukmu
Wahai orang yang berderajat tinggi ( wahai yang  tinggi  urusan  dan tangganya / derajat  )
Aku mohon belas kasihmu wahai pelindung alam

Wahai  dermawan

Syair ts di baca hampir setiap malam jumat d baca di acara  marhabanan, diba`an atau asraqalan seperti dalam istilah orang – orang Jateng . Orang yang  tidak ikut padanya  hampir di katakan sesat oleh mereka.  Hampir bisa di katakan kebanyakan muslim Indonesia membacanya , senang kepada syair tsb. Jarang  yang  anti padanya.  
Syair – syair tsb adalah syirik murni  bukan tauhid lagi,  karena minta  - minta pada Rasulullah shallahu alaihi wasallam  yang sudah meninggal dikuburan bukan minta pada Allah di langit. Pembacanya  adalah musyrik sekalipun puasa, salat , haji atau mengenakan gamis putih dan serban putih. Bila  tidak tobat, lalu meninggal dunia akan di masukkan ke dalam Neraka selamanya.
Pembaca syair ini bila mati, tidak boleh di bacakan  doa, tidak boleh di salati dan jangan ikut melakukan salat jenazah padanya  untuk menghormati ayat sbb:
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni Neraka Jahanam.( At tobat 113) 
Rasulullah shallahu alaihi wasallam  yang  dimintai tidak bisa mengabulkan.
Ingatlah firmanNya:
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُون
Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang berdoa kepada selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do`a mereka?
Allah di abaikan, Rasulullah shallahu alaihi wasallam  dikuburan di perhatikan, di agungkan dan dimintai . Allah sangat geram dan setan – setan jin dan manusia sangat senang. Karena itu, Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. Ingat ayat ini:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. [1]
Keturunan gajah mada yang  tidak membacanya lebih baik dari pada keturunan Rasulullah shallahu alaihi wasalam yang  senang membacanya
         



[1] Annisa` 116
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan