Sabtu, Oktober 03, 2015

Apa yang di hati Muhammad Zakariya Dari Allah










قَالَ صُوْفِي مُحَمَّدُ إِقْبَالَ:
"كَانَ أَحَدُ الْمَشَايِخِ يَتَمَتَّعُ بِالْحُضُوْرِ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِطَرِيْقِ الْمُكَاشَفَةِ؛ فَطَلَبَ الشَّيْخُ مُحَمَّدُ زَكَرِيَا اْلكَانْدَهْلَوِي مِنْهُ الاِسْتِخَارَةَ عَنْ إِحْدَى رَحَلاَتِهِ كَانَ يُرِيْدُهَا فَأَخْبَرَ ذَلِكَ الشَّيْخُ أَنَّ كُلَّ مَا يَخْطُرُ بِقَلْبِ الشَّيْخِ مُحَمَّدِ زَكَرِيَا اْلكَانْدَهْلَوِي إِنَّمَا يَكُوْنُ مِنَ الْجِهَةِ الْعُلْيَا، وَلَيْسَ هُنَاكَ عَمَلٌ أَعْظَمُ مِنْ تِلْك َالرِّحْلَةِ. [مَحْبُوْبُ الْعَارِفِيْنَ ص52]
Seorang sufy Muhammad Iqbal berkata:
Salah satu syaikh punya kemampuan untuk hadir di muka Rasulullah   dengan jalan kasyaf, lalu Syaikh Muhammad Zakariya mohon padannya  untuk minta restu kepada Rasulullah  tentang salah satu khuruj atau  kelananya  yang di kehendakinya. Akhirnya syaikh tsb  memberi tahukan bahwa seluruh apa yang terlintas dalam hati Syaikh Muhammad Zakariya dari Allah ( tempat tinggi ) Dan tiada amal yang lebih berat dari pada  perkelanaan atau khuruj kali ini. Mahbub arifin 52 .

هَذَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَرَّمَ اْلعَسَلَ عَلَى نَفْسِهِ، وَأَذَّنَ لِبَعْضِ الْمُنَافِقِيْنَ لِلتَّخَلُّفِ عَنْ غَزْوَةِ تَبُوْكَ وَعُوْقِبَ فِي ذَلِكَ.
أَمَّا الشَّيْخُ مُحَمَّدُ زَكَرِيَا اْلكَانْدَهْلَوِي فَهُوَ مَعْصُوْمٌ حَتَّى فِي خَطَرَاتِهِ الْقَلْبِيَّةِ. اَلْمَصْدَرُ: مِنْ كِتَابِ "جَمَاعَةِ التَّبْلِيْغِ فِي شِبْهِ الْقَارَةِ الْهِنْدِيَّةِ تَعْرِيْفُهَا، عَقَائِدُهَا" تَأْلِيْف: د/ أَبِي أُسَامَةَ سَيَّدِ طَالِبُ الرَّحْمَنِ

Rasulullah  Rasulullah  pernah mengharamkan madu untuk dirinya  dan memberikan izin kepada sebagian kaum munafikin untuk tidak mengikuti peperangan  Tabuk , lalu beliau di beri peringatan oleh Allah. Pada hal  Syaikh Muhammad Zakariya al kandahlawi ma`sum ( selalu terkontrol ) sekalipun apa yang terlintas dalam hatinya ( Jadi  Rasulullah    kalah dengan tingkatannya dengan Syaikh Muhammad Zakariya )  refrensi dari kitab JT di benua India, definisinya dan akidahnya karya  Doktor Abu Usamah  Sayyid  Thalib  ar rahman.

Komentar penulis:
Pernyataan Muhammad Iqbal ini jelas menyalahi segala macam ayat atau hadis, masak ada orang yang tidak melakukan dosa, bahkan melebihi  Rasulullah   . Mengapa Syaikh Muhammad Zakariya tidak menjadi  Nabi  dan Rasul akhir zaman saja.  Rasulullah   di angkat sebagai teladan Umat di mana Syaikkh Muhammad Zakariya di perintahkan untuk mengikuti beliau dalam ayat :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya Rasul lullah saw, ullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan  hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.  [1]
 Di ayat lain, Allah memerintah agar seluruh manusia ittiba`kepada beliau, bukan kepada Muhammad Zakariya yang baru saya tahu posisinya seperti itu. Allah berfirman :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَاللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ

“Katakanlah, jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali ‘Imran: 31)

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُوْلَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤْمِنِيْنَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيْرًا

“Dan barangsiapa menentang Rasul setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, maka Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami jadikan ia di Jahannam. Dan Jahannam adalah sejelek-jelek tempat kembali.” (An-Nisa`: 115)
  Dengan ayat – ayat tsb, orang yang menyatakan ada syaikh yang lebih mulia dan terhormat disisi Allah melebihi Rasulullah   adalah  gila yang saya tidak tahu kapan berakhirnya dan  kapan di mulainya. Sudah tentu, orang yang mengikutinya lebih gila lagi .

Untuk kasyaf sendiri adalah ilmu yang sering di bicarakan di kalangan ahli tasawuf dan ini ilmu baru dan tidak bisa di buat pegangan hukum, karena ada kemungkinan dari setan.

قَالَ الشَّيْخُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ حَسَنٍ فِي ‏"‏فَتْحِ اْلمَجِيْدِ‏"‏‏:‏ ‏"‏وَأَكْثَرُ مَا يَقَعُ فِي هَذِهِ اْلأُمَّةِ مَا يُخْبِرُ بِهِ الْجِنُّ أَوْلِيَاءَهُمْ مِنَ اْلإِنْسِ عَنِ اْلأَشْيَاءِ اْلغَائِبَةِ بِمَا يَقَعُ فِي اْلأَرْضِ مِنَ اْلأَخْبَارِ، فَيَظُنُّهُ اْلجَاهِلُ كَشْفًًا وَكَرَامَةً، وَقَدْ اغَتَرَّ بِذَلِكَ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، يَظُنُّوْنَ اْلمُخْبِرَ بِذَلِكَ عَنِ اْلجِنِّ وَليًّا لله، وَهُوَ مِنْ أَوْلِيَاءِ الشَّيْطَانِ‏"‏

Syekh Abd Rahman bin Al Hasan dalam kitab fathul majid berkata : Banyak sekali di alami oleh umat ini adalah  para dukun yang menerima kabar dari jin tentang berita – berita yang akan  jatuh ke bumi lalu orang – orang awam  mengiranya sebagai kasyaf dan karomah. Sungguh banyak yang tertarik padanya  bahkan tertipu dengannya lalu di katakan mereka adalah waliyullah. Pada hal mereka itu walius syaithon. [2]



Ibnu taimiyah berkata :
وَمِنْ هَؤُلاَءِ مَنْ يَكُونُ طَلَبُهُ لِلْمُكَاشَفَةِ وَنَحْوِهَا مِنْ الْعِلْمِ : أَعْظَمَ مِنْ طَلَبِهِ لِمَا فَرَضَ اللهُ عَلَيْهِ وَيَقُولُ فِي دُعَائِهِ
Di antara ahli falsafah ada orang yang pintanya untuk kasyaf dan lainnya dari pada ilmu – lebih berat dari minta apa yang tidak di wajibkan kepadanya lalu berkata dalam doa nya ………………………… sebagaimana  doa diatas . [3]


[1] 21 Al ahzab
[2] Al muntaqa  min fatawas syekh Al Fauzan     nomer fatwa  69
[3] Majmu` fatawa libni Taimiyah  130/1
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan