Rabu, Oktober 07, 2015

DAULAH ISLAM’ – Tujuh Kesan dari Perjalanan yang Sulit

JÜRGEN TODENHÖFER
islamischer-staat-4
‘DAULAH ISLAM’ – Tujuh Kesan dari Perjalanan yang Sulit

Teman-teman, kami perlahan mulai pulih dari stres setelah melakukan perjalanan ke “Islamic State”. Frederic, putraku, berat badannya turun beberapa pons. Tentu saja, kusadari hal ini karena bertemu dengan ISIS dan mengalami langsung serangan bom Amerika dan Suriah, telah menempatkanku pada resiko yang tinggi.
Di Mosul, pesawat AS yang terbang rendah berkali-kali mengitari kami. Dan "apartemen" kami di kota Raqqa-Suriah sebagian besar hancur oleh bom Suriah ketika kami berada di Mosul, Irak. Oleh karenanya, malam terakhir kami di Raqqa harus kami habiskan dalam apartemen yang sudah hancur dan kacanya masih berantakan. Memang sulit untuk mengungkap kebenaran tanpa resiko, dan aku memerlukan tinjauan otentik untuk sebuah buku tentang ISIS yang sudah kurencanakan untuk terbit. Itulah sesuatu yang kau temui ketika pergi ke sana. Pada kenyataannya, aku telah melakukan hal itu untuk setiap bukuku dan seringkali kulakukan perjalanan ke wilayah konflik. Lagi pula, aku telah menerima jaminan keselamatan dari “Khalifah”. Hanya saja tiada cara untuk mengetahui apakah jaminan itu asli! Oleh karenanya, semua teman dan keluargaku sangat khawatir dan mencoba mencegahku melakukan perjalanan. Namun selalu kuikuti firasatku.
Jaminan tersebut ternyata asli, dan ISIS menjaga kesepakatan mereka selama kunjungan kami ke Mosul dan Raqqa. Meskipun, kami selalu berada di bawah pengawasan dinas rahasia dan harus menyerahkan ponsel dan laptop. Juga, semua gambar dan foto-foto kami diperiksa di akhir perjalanan. ISIS menghapus 9 dari kurang lebih 800 fotoku untuk melindungi kerabat dari para pejuang asing (muhaajirin). Itulah yang dinamakan sensor.
Pada beberapa kesempatan, ISIS dan aku seringkali mengalami ketidak-sepakatan tentang detail-detail perjalanan. Kuberitahu satu hal, bahwa berdebat dengan pejuang ISIS yang menyandang senjata berat bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Aku hampir tak meneruskan perjalanan dua kali saat itu. Mengingat tingginya bahaya yang harus dihadapi setiap hari, mereka seringkali tiba-tiba marah. Namun, secara keseluruhan, aku diperlakukan dengan baik.
INILAH RINGKASAN DARI 7 KESAN TERKUATKU ATAS ISIS:
1) BARAT SECARA DRAMATIS MEREMEHKAN ANCAMAN YANG DATANG DARI ISIS, dan para pejuang ISIS lebih cerdas dan berbahaya daripada apa yang disadari para politikus kita. Islamic State sebagian besar disiram antusiasme yang menular kemana-mana dan berkeyakinan untuk meraih kemenangan – sesuatu yang tak pernah kualami sebelumnya di zona perang. Dan yang lebih penting, para pejuang ISIS yakin bahwa totalitas keimanan mereka dan perilaku keras mereka yang demonstratif akan membantu mereka memindahkan gunung. Di Mosul, kurang dari 400 orang pejuang ISIS mengenyahkan 25.000 orang tentara dan milisi Irak meskipun mereka dilengkapi dengan peralatan ultra-modern. Dalam hitungan bulan, ISIS telah menaklukkan sebuah kawasan yang lebih besar dari Britainia Raya dan membuat kerdil Al Qaeda.
Kekalahan sesekali atau berubahnya situasi di medan perang walau bagaimanapun tampaknya tidak menurunkan semangat ISIS. Ketika beberapa media cenderung membesar-besarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi, ISIS hanya menganggap peristiwa tersebut merupakan hal biasa dalam perang gerilya.
2) ARUS MASUK PARA PEJUANG BARU YANG BERGABUNG DENGAN ISIS BERTAMBAH SETIAP HARI. Kuhabiskan waktu 2 hari di sebuah kamp penerimaan ISIS yang dekat dengan perbatasan Turki. Selama dua hari tersebut, lebih dari 50 pejuang dari seluruh dunia tiba di sana. Faktanya, tidak semua dari mereka adalah orang-orang muda yang telah gagal di negara asal mereka. Bertentangan dengan yang diyakini banyak orang, justru ada banyak anak muda yang sukses dan antusias dari negara-negara seperti Amerika, Inggris, Swedia, Rusia, Perancis dan Jerman. Satu dari mereka terakhir telah lulus dari ujian negara di bidang hukum dan bekerja di pengadilan sebagai seorang pengacara. Namun, ia lebih suka bertempur untuk “Islamic State”.
3) SEJAUH YANG BISA KUBERITAHU DALAM 10 HARI PENGAMATAN, “ISLAMIC STATE” NAMPAK BERFUNGSI BAIK DI WILAYAH INI SEBAGAIMANA NEGARA-NEGARA LAIN. Hal ini terutama berlaku dalam hal keamanan internal dan kesejahteraan sosial; ketika banyak hal berbeda jauh dari ide kami – atau khususnya ideku – tentang bagaimana sebuah institusi seharusnya berjalan, mereka telah ada untuk melakukannya. Populasi Sunni yang hidup di bagian Irak dari Islamic State nampaknya sekarang telah menerima negara baru ini tanpa resistensi lagi, daripada memilih hidup dalam diskriminasi dan penindasan yang mereka derita sebelumnya dari rezim Maliki di Bagdad. Namun, setelah semua orang Kristen, Syi’ah dan Yazidi pergi meninggalkan kota tersebut, dan setelah banyaknya eksekusi yang dilakukan, maka merekalah sekarang satu-satunya kelompok religius yang mendiami Mosul.
4) ISIS BUKAN HANYA BERTUJUAN MENAKLUKKAN TIMUR TENGAH DAN KEMUDIAN SELURUH DUNIA. NAMUN, MEREKA MENGINGINKAN "PEMURNIAN AGAMA" TERBESAR DALAM SEJARAH UMAT MANUSIA. Dengan pengecualian terhadap apa yang disebut “agama samawi” – yakni, versi Islam dari ISIS’, Yahudi, dan Nasrani – ISIS ingin membunuh orang-orang kafir dan murtad dan memperbudak wanita dan anak-anak mereka. Ini artinya bahwa semua Syi’ah, Yazidi, Hindu, Atheis dan kaum musyrik harus mati, dan bahwa ratusan juta orang akan dienyahkan dalam misi “pembersihan etnis” ini.
Selain itu, semua Muslim moderat yang menyetujui demokrasi seharusnya dibunuh, karena mereka – dalam sudut pandang ISIS – telah menempatkan hukum buatan manusia di atas Hukum ALLAH. Setelah berhasil menaklukkan Barat, hal ini juga akan diterapkan pada Muslim yang berpandangan demokrat di sini.
Satu-satunnya kesempatan orang kafir untuk terhindar dari mati adalah bertaubat secara sukarela atau masuk dengan sukarela ke dalam "Islam sejati" yang hanya diwakili oleh ISIS. Ia harus melakukannya sebelum negara mereka ditaklukkan.
ISIS mentolerir Yahudi dan Nasrani. Meskipun, mereka harus membayar pajak perlindungan yang ditetapkan beberapa ratus dolar per tahun. Muslim pun harus membayar zakat (pajak Islam), yang bisa lebih tinggi bagi Muslim yang kaya dan lebih rendah bagi Muslim yang miskin.
Kukatakan bahwa ISIS dan aku tidak sependapat di semua poin tersebut, dan aku secara terbuka mengungkapkan ketidaksetujuanku berkali-kali.
5.) MENURUT PENDAPATKU, ISIS ADALAH SEBUAH GERAKAN 1-PERSEN DENGAN EFEK LAKSANA TSUNAMI. Gerakan ini mengajarkan jenis Islam yang ditolak oleh 99 persen dari 1,6 miliar populasi Muslim dunia. Sebagai orang Kristiani yang telah membaca Qur’an beberapa kali, aku tidak habis pikir bagaimana orang bisa menganggap doktrin ISIS sesuai dengan Islam. Padahal, pelajaran yang kupetik dari Qur’an telah membuatku melihat Islam sebagai agama kasih sayang. 113 dari 114 Surah dimulai dengan kata-kata berikut: “Dengan Nama ALLAH, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.” Namun, aku belum melihat ISIS sebagai kelompok penyayang.
6) ISIS TIDAK BISA DIKALAHKAN DENGAN BOM DAN MISIL. Tiga juta penduduk kota Mosul, contohnya, dikendalikan oleh 5.000 pejuang ISIS. Siapapun yang ingin memusnahkan mereka dengan bom, lebih dulu harus mengubah Mosul menjadi puing-puing dan membunuh ribuan warga sipil. Pemboman atas Timur Tengah selalu dan masih menjadi jalan berkembangnya terorisme. Ambillah ISIS sebagai contoh! Kelompok ini adalah akibat langsung dari Perang ilegal di Irak yang dilakukan George W. Bush.
SUNNI MODERAT ARAB ADALAH SATU-SATUNYA YANG BISA MENGHENTIKAN ISIS, BUKAN BARAT. Itulah tepatnya yang dilakukan Sunni tahun 2007. Saat itu, mereka memburu " Islamic State in Iraq" (ISI), yakni cikal bakal ISIS, yang jauh lebih lemah dari ISIS hari ini.
Namun, Sunni Irak moderat hanya akan menentang ISIS jika mereka diizinkan untuk sepenuhnya kembali bergabung ke dalam masyarakat Irak, karena Amerika dan Syi’ah Irak telah mengabaikan mereka setelah invasi AS atas Irak tahun 2003. Saat ini sepertinya tidak terlihat hal-hal yang akan berubah dalam waktu dekat. Padahal, inilah adalah satu-satunya solusi yang masuk akal untuk menghentikan ISIS.
Itu juga solusi yang ada bagi Suriah. Walaupun, Barat perlu mengoreksi pandangan mereka yang benar-benar tidak realistis dari situasi di sana. Mereka benar-benar berada di jalur yang salah di Suriah.
7) ADA BANYAK DUGAAN TENTANG ANCAMAN TERORIS YANG MUNCUL DENGAN KEMBALINYA PARA PEJUANG ISIS. Aku tak bisa mengesampingkan bahwa kemungkinan memang ada ancaman. Namun karena Islamic State menganggap mereka yang kembali adalah pecundang yang gagal dalam hidup mereka di Islamic State, mereka mungkin justru tidak menimbulkan ancaman besar. Kendati demikian, Brussels yang telah mengalami serangan dari para simpatisan ISIS yang belum meninggalkan negara itu bisa jadi merupakan gambaran ancaman yang lebih besar.
Jerman, dan juga seluruh dunia, seharusnya tidak menyepelekan atau juga membesar-besarkan ancaman teroris. Di Jerman, misalnya, tidak ada orang Jerman yang pernah dibunuh oleh orang Islam, sedang di sisi lain, banyak Muslim yang dibunuh oleh para ekstrimis sayap kanan Jerman. Gerakan ekstrimis seperti PEGIDA di Jerman telah mengaburkan fakta. Dan dalam melakukannya, mereka tanpa sadar bermain di tangan ISIS. Gerakan Islam telah menyatakan berkali-kali bahwa eskalasi antara Muslim dan Non-Muslim di Jerman dan negara-negara Barat lain berada pada puncaknya.
Aku sangat percaya bahwa ISIS saat ini adalah ancaman terbesar bagi perdamaian dunia sejak Perang Dingin. Kita sekarang harus membayar mahal untuk tindakan George W. Bush yang begitu bodoh, yakni invasi ke Irak. Untuk saat ini, Barat tetap tak memiliki petunjuk tentang bagaimana ancaman ini harus ditangani.
Yours, JT
Das könnte dich auch interessieren:
My 10 Days in the “Islamic State” My 10 Days in the “Islamic State” Pictures from the “Islamic State ”Pictures from the “Islamic State”Bilder aus dem “Islamischen Staat” Bilder aus dem “Islamischen Staat”“ISLAMISCHER STAAT” – 7 Eindrücke einer schwierigen Reise“ISLAMISCHER STAAT” – 7 Eindrücke einer…Dienen deutsche Waffen-Lieferungen wirklich dem Frieden? Dienen deutsche Waffen-Lieferungen wirklich dem Frieden? Weihnachten mit politischen FlüchtlingenWeihnachten mit politischen Flüchtlingen
22.12.2014

Islam, Terrorism/War
← My 10 Days in the “Islamic State”
Pictures from the “Islamic State” →
Impressum / Imprint – Datenschutz / Privacy Policy




Komentarku ( Mahrus ali ):
Penulisnya beda pandangan dengan ISIS , tdk sama. Tapi ini sekedar info bukan kajian ilmiyah
Saya masih cocok dengan gerakan Isis dan  tidak cocok dengan pandangan penulis.

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan