Rabu, Oktober 21, 2015

Jawabanku untuk Ust Abunurdin Abdillah ke 4




Imam Abu Hanifah menyatakan  sinyal kelemahan hadis adalah perawi secara  sendirian meriwayatkan hadis  bukan sahabat yg lain .
3ـ ألا يكون فيما تعم به البلوى العلمية أو العملية، أي أن المحدث يتفرد بحديث في حين سائر الصحابة لا يعلمون مع أنه من الأمور العلمية العامة
3. Agar tidak termasuk musibah ilmiyah atau amaliyah yg umum – yaitu  seorang perawi  hadis menyampaikan  hadis secara  sendirian. Pada  hal sahabat yg lain  tidak mengetahui. Dan ia termasuk masalah ilmiyah yg umum.
http://www.dd-sunnah.net/forum/showthread.php?t=152431
Abdul hay al luknowi berkata:
فكثيراً ما يطلقون النكارة على مجرَّد التَّفرُّد،
Sering kali mereka menyatakan  hadis munkar disebabkan tafarrud saja . ( satu perawi yang meriwayatkan bukan dua atau tiga ).
- كراهية المتقدمين لرواية الغريب:
كان المتقدمون من علماء الحديث يكرهون رواية الغرائب وما تفرد به الرواة، ويعدونه من شَرِّ الحديث، كما قال الإمام مالك رحمه الله: "شَرُّ العلم الغريبُ، وخيرُ العلم الظاهرُ الذي قد رواه الناس" 1،
Hukum hanya seorang perawi yang meriwayatkan  hadis.( tafarrud )
1.     Ulama hadis  dahulu tidak suka atau benci terhadap riwayat  gharib ( nyeleneh )
Ulama hadis dahulu benci  terhadap  terhadap riwayat – riwayat yang gharib ( nyeleneh )  dan  hadis yang  di riwayatkan   oleh seorang  perawi , lalu di anggap   sebagai  hadis yang  terjelek  sebagaimana  di katakan   oleh Imam Malik rahimahullah: Ilmu  terjelek  adalah  yang gharib  dan  ilmu yang  terbaik adalah  yang tampak yang di riwayatkan oleh manusia. ( banyak ).
Abunurdin Abdillahmenulis sbb:

mengapa kalau sholat wajib harus ditanah langsung ,rosulullah kok tidak memerintahkan membongakar masjid yang berbatu ,

Komentarku ( Mahrus ali ):
Ternyata terjemahan yang  keliru , mestinya masjid itu  di bangun  dengan batu bukan masjid  berbatu  yang  tidak dimengerti maksudnya.
Bila maksudnya alasnya berbatu , maka jelas keliru . Lalu  temboknya  bukan dari batu ? dari  jati atau lainnya. ?
Bila seluruhnya   dari batu  baik tembok  dan landasannya , maka  juga tidak tepat. Dan  sampai sekarang di situ  tidak ada masjid seperti itu.

Lalu anda  simpulkan :
,berarti kita boleh sholat di atas keramik, ubin, marmer,granit dsb.

Komentarku ( Mahrus ali ):
Hal itu karena pengertian yang  keliru  yaitu  masjid  yang  beralaskan batu. Pada hal maksudnya  tidak begitu. Yaitu masjid yang  di bangun dengan batu. Apalagi  kalimat :

لَيْسَ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الَّذِي بِحِجَارَةٍ 
Beliau tidak singgah di masjid yang  di bangun  dengan batu.

Termasuk  kalimat yang  gharib , bukan mashur, kalimat yang  aneh bukan kalimat yang  wajar. Dan ia  juga dari riwayat satu orang yaitu Musa bin Uqbah.


Anda menyatakan :
dan rosulullah sholat wajib selalu berjama'ah apakah kita sholat sediri tidak boleh

Komentarku ( Mahrus ali ):
Selama hidupnya  Rasulullah shallahu alaihi wasallam  selalu menjalankan shalat berjamaah dan tidak pernah menjalankan shalat sendiri. Dan berjamaah itu di perintahkan oleh Allah karena ada ayat :
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku`lah beserta orang-orang yang ruku. [1]
 Tiada sahabat yang ketinggalan jama ah kecuali orangmunafik  sebagaimana hadis :
Ibnu Mas `ud ra berkata :
لَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنِ الصَّلَاةِ إِلَّا مُنَافِقٌ قَدْ عُلِمَ نِفَاقُهُ أَوْ مَرِيضٌ إِنْ كَانَ الْمَرِيضُ لَيَمْشِي بَيْنَ رَجُلَيْنِ حَتَّى يَأْتِيَ الصَّلَاةَ
Sungguh kami melihat kenyataan di kalangan kami ( para sahabat )selalu mengikuti salat Jamaah ,tiada yang ketinggalan kecuali orang munafik yang terkenal kemunafikannya  atau orang sakit . Sungguh ada orang sakit lalu  pergi ke salat jamaah dengan   bersandar di antara dua orang  lelaki . Beliau berkata : “  Sesungguh Rasulullah  S.A.W.    telah mengajarkan  ajaran – ajaran petunjuk . Diantaranya adalah  berjamaah  di masjid yang mengumandangkan azan . [2]
Apalagi meninggalkan jumatan. Dia menyalahi perntah Allah sbb:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jum`at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.( Al Jumat  9 )

Bila tidak ada jamaah , maka  berjamaahlah dengan istrimu .
Dan jangan menjalankan shalat sendiri kecuali terpaksa.






[1] Al Baqarah 43
[2] HR Muslim  654.  
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan