Minggu, Oktober 04, 2015

Konspirasi Syi`ah dalam lagu


Oleh Azzam asadullah 

Tahukah anda? Bahwa ternyata lagu qasidahan berjudul “Indung-Indung” menaruh beberapa bait kesesatan?!
Ya! Lagu asal Kalimantan Barat ini mengandung unsur celaan kepada Ummahatul Muslimin Aisyah r.a. Coba simak lirik lagu Indung-Indung berikut ini:
Indung Indung Kepala Lindung
Hujan Di Udik Di Sini Mendung
Anak Siapa Pakai Kerudung
Mata Melirik Kaki Kesandung
Aduh … aduh siti Aisyah
Mandi di kali rambutnya basah
Tidak sembayang, tidak puasa
Di dalam kubur mendapat siksa
Lihatlah lirik bercetak tebal diatas! Lirik tersebut ditunjukan kepada Siti Aisyah alias istri Rasulullah saw.
Kalimat-kalimat dalam lirik tersebut menceritakan bahwa Aisyah mandi di kali (sungai) hingga rambutnya basah. Lebih lanjut, dalam lirik itu pula Aisya dituduh tidak melaksanakan sembahyang (shalat) dan tidak berpuasa, dan Aisyah r.a mendapat siksa di alam kubur. Wal iyadzubillah.
Lirik Lagu Indung-Indung Mengandung Ajaran Sesat Syiah
Berbicara mengenai celaan kepada sahabat dan beberapa ahlul bait Nabi, tentu naluri kita akan mengarah pada ajaran sesat Syiah. Dimana mereka dengan lantang mencela, mengutuk, bahkan mengkafirkan beberapa sahabat Rasulullah serta dua isteri berliau, Aisyah r.a dan Hafshah Ummahatul Muslimin.
Al kulaini, seorang senior ulama Syiah berkata, “para sahabat Nabi yang mulia telah kafir dan murtad terutama Abu Bakar, Umar, Utsman, Klalid bin Walid, Mu’awiyah bin Abu Sufyan, al-Mughirah bin Syu’bah ra, kecuali tiga orang saja.”(Raudhat min al-Kafi, oleh al-Kulaini (8/245)
Yusuf al-Bahrani senior mereka juga berkata, “Aisyah r.a telah murtad setelah wafatnya Nabi saw, sebagaimana murtadnya para sahabat dengan jumlah yang luar biasa besar.” (asy-Syihab ats-Tsaqib fi Bayani Makna an-Nashib, oleh Yusuf al-Bahrani hal. 236).
Apakah ini adalah makar dari kelompok sesat Syiah untuk menipu kaum muslimin? Ataukah Ilin Sumantri selaku pembuat lagu ini teracuni paham sesat Syiah?
Kaum muslimin harus lebih mawas diri terhadap doktrin sesat aliran Syiah ini. Bisa jadi hal yang sudah menjadi kebiasaan dan adat disekitar kita justru terkontaminasi paham Syiah, sehingga tanpa disadari pula kita telah mencela dan menghina Islam. Wal iyadzubillah.

 

Artikel Terkait

1 komentar:

  1. Sayangnya kasidah itu sangat banyak dibawakan oleh majelis-majelis taklim di bawah ormas NU sendiri?

    KEIMANAN ATAU AKIDAH KOK 'DIKALAHKAN' OLEH MUAMALAT KEKUASAAN?


    Sudah sepatutnya kita acungkan 'jempol' jika ada tokoh kaum Syiah, seperti halnya Shaik M. Tawhidi yang menyatakan secara jujur dan tegas bahwa dia adalah beragama Syiah bukan beragama Islam, salut. Jadi tidaklah mungkin ajaran suatu agama soal muamalat seperti urusan kenegaraan atau kekuasaan bisa mengalahkan soal akidah atau keimanannya. *)

    Aneh jika ada para tokoh dan ulama yang ngaku Muslim lalu berani mengatakan bahw Syiah adalah bagian dari Islam. Simak ini:


    "NU sudah memutuskan bahwa Syiah itu sesat secara akidah, tapi NU memilih cara yang santun, dialogis, humanis, dan tidak melihat warga Syiah sebagai musuh, justru kami rangkul," kata Katib Syuriah PWNU Jatim KH Syafrudin Syarif di Surabaya, Kamis (19/12).

    "Syiah itu sangat berbeda jauh dengan Sunni secara akidah, tapi kami memilih cara yang santun agar mereka kembali pada jalan yang lurus, karena kami menilai warga Syiah itu umumnya tidak tahu persis Syiah secara akidah," katanya.

    Di hadapan 200 lebih peserta seminar bertajuk "Menyikapi Konflik Sunni-Syiah dalam Bingkai NKRI" yang diadakan Aswaja Center PWNU Jatim itu, ia mengatakan NU memilih cara yang humanis untuk menjaga keutuhan NKRI.

    http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/14/12/18/ngs9nc-nu-jatim-pilih-rangkul-syiah-ini-alasannya

    *) https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10205430632419347&set=a.10202569814420685.1073741827.1056139562&type=3&theater

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan