Minggu, Oktober 11, 2015

Menteri Italia Tolak Larangan Wanita Memakai Jilbab



Publicapos.com - Menteri Dalam Negeri Italia, Roberto Maroni, menolak draft peraturan yang melarang wanita mengenakan jilbab. Dia mengatakan bahwa tidak mungkin melarang wanita berjilbab sedangkan Bunda Maria di setiap lukisannya selalu memakai hijab.
"Saya tidak mungkin menandatangani peraturan yang melarang wanita untuk menggunakan jilbab, padahal Bunda Maria juga memakai hijab. Itu jelas bertentangan dengan nurani saya," ungkap Maroni.
b
Lebih lanjut Maroni yang berhalauan liberal ini menyatakan bahwa peraturan tersebut jelas mengekang kebebasan berTuhan yang merupakan hak asasi manusia.

"Ini jelas pelanggaran hak dasar manusia. Kita bebas untuk meyakini agama yang kita anut. Saya rasa itu juga termasuk memakai hijab yang merupakan ekspresi dalam beragama," tegas Maroni.

Editor    : Andy
Sumber  : bbcnews.co.uk (5/8).



Komentarku ( Mahrus ali ) :
Sesungguhnya  jilbab  sendiri yang  masih menampakkan  wajah wanita Muslimah itu masih belum merupakan ajaran quran yang  asli. Tapi ia sekedar budaya kalangan kaum Muslimin . Ia  budaya bukan ajaran. Karena itu, kita perlu kembali kepada ajaran al quran yang  mengharuskan wanita mengenakan  hijab yang  menutup mukanya  sebagaimana ayat :
يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal orang baik , karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.[1]  Ibnu Abbas memerintah agar jilbab tersebut juga untuk menutup wajah  dan hanya  mata satu yang tampak [2]
Kita boleh teladani  wanita  - Muslimah di arab Saudi atau daulah Islamiyah – yaitu mereka mengenakan pakaian yang  menutup seluruh tubuhnya sampai mukanya. Bukan pakaian Muslimah negara lainnya yang  masih menampakkan wajah.



[1] Al Ahzab  59
[2] Tafsir Ibnu katsir
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan