Selasa, Oktober 27, 2015

Rusia, Amerika, dan Eropa Memerangi IS, Jabhah Nusrah, Hanya Ingin Menyelamatkan Israel




YERUSALEM (voa-islam.com) - Pemerintah Israel menetapkan bahwa Daulah Islam (IS) dan kelompok Jabhah Al-Nusrah sebagai "organisasi teroris", Minggu, 25/10/2015.
"IS, Jabhah al-Nusra dan Brigade Abdullah Azzam akan dianggap sebagai organisasi teroris," kata Ofir Gendelman, juru bicara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, melalui melalui Twitter.
Penegasan pemerintah Zionis-Israel sebagai deklarasi yang sangat jelas oleh Departemen Pertahanan Israel, yang tahun lalu tercatat ketiga kelompok itu sebagai kelompok teroris.
"Kami terus memerangi IS, Jabhat al-Nusra dan organisasi teroris lainnya," kata Netanyahu setelah pertemuan kabinet hari Minggu.
Netanyahu menyebut laporan militer Israel bahwa warga Palestina dari Israel telah menyeberang ke Suriah pada hari Sabtu, dan menggunakan paraglider - dan k bergabung dengan kelompok pejuang oposisi di sana.
"Kemarin, seorang warga sipil Israel melintasi perbatasan Dataran Tinggi Golan ke Suriah untuk bergabung dengan barisan musuh," kata Netanyahu.
"Kami akan bertindak mencabut kewarganegaraan," tegasnya. "Ini adalah terkait dengan apa yang dilakukan dalam kasus keterlibatannya dalam gerakan teroris”, tambahnya.
Perdana Menteri Israel itu, menambahkan: "Barangsiapa bergabung dengan barisan musuh untuk melawan Israel tidak memiliki hak menjadi warga negara Israel."
Itu tidak segera jelas apakah larangan baru Israel terhadap di IS dilengkapi pernyataan sebelumnya ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Moshe Yaalon pada bulan September tahun lalu, yang memungkinkan tindakan hukum yang akan diambil terhadap siapa pun terkait dengan kelompok oposisi Suriah.
Pada hari Jumat, IS merilis video pertama dalam bahasa Ibrani, di mana pejuang IS itu bersumpah untuk melancarkan serangan terhadap orang Yahudi di Yerusalem.
IS juga dilaporkan meningkatkan seruan kepada pemuda Palestina untuk melaksanakan apa yang disebut "kemarahannya" terhadap Israel, menurut Timur Tengah Media Research Institute, sebuah lembaga “think tank” yang didirikan oleh mantan penasihat pemerintah Israel.
Zionis-Israel sejak keluarnya pernyataan seorang anggota IS melalui viedo yang akan menghabisi, dan tidak akan menyisakan satu pun warga Yahudi di Yerusalem, meningkatkan kecemasan dan ketakutan di kalangan warga Yahudi di Israel, dan diantara warga Yahudi meninggalkan Israel, sebagian menuju Amerika, Eropa, dan Rusia, mencari aman.
Rusia memutuksan melakukan  serangan  udara terhadap para pejuang Islam di Raqqa, Hama dan Aleppo,sesudah Perdana Menteri Israel,  Benyamin Netanyahu melakukan kunjungan ke Moskow dan  bertemu dengan Presiden Vladimir Putin, dan kemudian melakukan pemboman yang sangat luas atas posisi kelompok oposisi Suriah yang melawan Bashar al-Assad.
Sejatinya, baik Rusia, Amerika, Eropa, dan sejumlah negara Barat lainnya, yang tergabung dalam koalisi, hanyalah ingin menyelamatkan Zionis-Israel,  bukan menyelamatkan Bashar al-Assad, sebab bila Suriah dan Bashar al-Assadd jatuh ke tangan pejuang Islam, maka sama dengan berakhrnya eksistensi Zionis-Israel. (afgh/aby/voa-islam.com)
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan