Selasa, Oktober 27, 2015

Tembak saja lalu musuh terhuyung dan rebah


 

Ni Dwi  menulis:


Assalamu'alaykum,, dah lama ga OL ana mau repost artikel lama nih ikhwanfillah,,,,,
Kisah Seorang Mujahid Daulah Islam Menembak Musuh Tanpa Melihat
Sep 17, 2014
Abu Qaqa dan beberapa muhajirin asal indonesia ditugaskan untuk beribath di daerah Harariya, Lokasi tempat ribath mereka berupa dataran tinnggi yg gersang, hanya ada beberapa pohon saja yg tumbuh Kondisi medan terbuka dan hanya berjarak 500 meter dari markas Nushairiyyah. Dengan jarak yg sangat dekat tersebut,maka tak ayal jika setiap hari terjadi konfrontasi,sering terjadi silih tembak dengan Nushairiyah.
Tidak tanggung tanggung,pasukan nushairiyah kerap menyerang dengan senjata senjata berat seperti Tank,doska,bahkan nusayriyah pun kerap melakukan serangan dengan pesawat pesawat tempurnya. Qadarullah … tembakan tembakan nusairiyah itu sangat jarang mengenai kami.walhamdulillah.
Jarak yg dekat dan Tensi serangan yg tinggi membuat Abu Qaqa dan murabhitin terbiasa dengan keadaan chaos seperti itu,bahkan karena sudah terbiasa oleh serangan serangan itu,para murabithin masih sempat menikmati secangkir teh ditengah gencar nya serangan. Mereka sudah pasrahkan semuanya kepada Allah Yaa memang sulit dipercaya,akan tetapi memang seperti itulah keadaan para murabithin di tempat ribath itu .
Jika kamu menembak,maka sesungguhnya Allah lah yg menembak
Abu Qaqa menceritakan kepada kami (Redaksi khiafah Daulah islam) , “Ceritanya suatu hari jam 11 siang, waktu masih awal awal saya ribath, saya sama salah satu ikhwan indo kebagian tugas Ribath, pada jam jam tertentu musuh sering terlihat wara wiri. akhirnya kita mau mencoba menembak. Walaupun nembak aja masih belum tepat sasaran, target cm terlihat titik hitam aja, objek bergerak juga , Tapi minimal itu bisa menggentarkan mereka. Itulah yang ada dibenak kami saat itu “ .
Sebelumnya, Amir Ribath pernah mengatakan kepada Abu Qaqa bahwa senjata dengan jenis AK kurang efektif bila digunakan untuk menembak sasaran yg jaraknya lumayan jauh. Karena biasanya AK digunakan untuk serangan jarak dekat.
Pada hari itu, Abu Qaqa dan temannya membagi tugas. satu orang ditempatkan didalam rumah untuk mengamati pergerakan musuh, Sedangkan Abu Qaqa bertugas menembak musuh, ia stand by disamping rumah,,bersembunyi dibalik tumpukan karung menunggu Instruksi untuk menembak
Abu Qaqa menceritakan “ saya baru nembak kalau yang ngeker ngasih aba aba. cuma masalahnya tumpukan karung ditempat saya stand by hanya menyisakan celah buat ngintip. Dan celah itu pun Cuma cukup buat masuk moncong AK, Jadi saya ga bisa mengarahkan moncong ke arah yang tepat, jadi saya Cuma pake feeling aja. Akhirnya saya standby di situ nunggu aba aba dari dalam rumah “
Setelah Setengah jam Abu Qaqa standby di posisi nya itu, Abu qaqa belum juga mendapat aba aba untuk menembak ,mungkin teman nya yg bertugas mengamati pergerakan musuh belum melihat adanya musuh . Akhirnya Abu Qaqa pun sejenak beristirahat dan meletakan moncong senjatanya.
Tidak lama kemudian, teman Abu Qaqa yg bertugas mengamati pergerakan musuh berteriak dari dalam rumah,
“ kang tembak kang”!!
Abu Qaqa yg sedang beristirahat pun terkejut, ia tidak sedang berada dalam posisi siap menembak.
“Dari tadi ditungguin Gx nongol nongol “ Abu Qaqa Menggerutu.
Abu Qaqa kembali dalam posisi siap. kali ini perasaan hati Abu Qaqa sangat berbeda dengan sebelumnya. Entah lantaran terkejut atau panik, Dag,,,dig,,,dug,,,, Jantung nya bedebar debar .perasaan nya tidak karuan.
Abu Qaqa menceritakan, “karena deg degan gx karuan, Akhirnya saya berdoa, yaa Allah saya tahu tembakan ini tidak mungkin mengenai mereka, saya aja tidak tahu kemana tepatnya arah moncong senjata ini.Tapi yaa Allah tunjukkan lah kebesaran Mu, tepatkanlah tembakan ini,Tepatkanlah,Tidak ada yang tidak mungkin bagi Mu yaa Allah “
Qadarullah …Beberapa saat setelah Abu Qaqa selesai berdoa , kembali terdengar teriakan dari dalam rumah,
“Tembak kang” teriak teman Abu Qaqa .
Dooorr… “Tembak Lagi” … Dorr… “Lagi” Doooor…
“Allahu Akbar…. Allah Akbar…… Alhamdulillah”
Abu Qaqa belum tau apa yg sebenarnya terjadi, mendengar pekik takbir temannya itu,Abu Qaqa bersegera mendatangi teman nya.
“Selamat kang,antum berhasil membunuh orang Kafir” ucap temannya kepada Abu Qaqa .
“Ah,, yg bener ? ” sahut Abu Qaqa.
“ Iya, Wallahi saya melihat jelas di kekeran, tembakan pertama tentara nushairiyah tersebut kaya yang bingung, tembakan kedua dia malah maju ke arah kita dengan sempoyongan, tembakan ketiga dia jatuh” Teman nya mencoba menjelaskan kronologinya kepada Abu Qaqa.
Abu Qaqa seakan tidak percaya ,“ Wallahi ini bukan saya yang Nembak tapi Allah” . selesai.
Allahu Akbar Allahu Akbar wa lillahil Hamd….
“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Qs Alanfal : 17)
Source : KDI Press / Khilafah Dawla Islamiyah
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan